Resensi: Sunwich – Storage

Jun 14, 2021
Sunwich

Usia duapuluhan memang usia yang sip untuk seseorang mulai mencari jatidiri. Di usia inilah, hobi menjadi semakin ditekuni. Ketertarikan terhadap sesuatu makin ditebalkan, makin fokus. Dalam segala hal, apakah itu olahraga atau ketertarikan yang lain, tak terkecuali musik. Dan anak-anak Sunwich tahu benar bagaimana melalui usia duapuluh dengan caranya, membuat band dan bersenang-senang.

Datang dari Jakarta: Aliefia, Ibek dan Vebrian mencoba mengeluarkan banyak hal dari kotak-kotak penyimpanannya masing-masing dan ditulisnya dalam bentuk lagu. Dan ya, semua kegelisahan umur tertulis baik di sini: cinta, gundah, keterasingan dan lainnya dibungkus dengan manisnya musik twee pop yang selalu berhasil dibawakan di gig-gig pop bawah tanah.

Tidak ada alasan bagi kami untuk tidak mengulas musik band yang juga ikut dalam ajang Irama Kotak Suara ini, meskipun versi digital mereka sudah dikeluarkan Agustus tahun lalu, namun thanks to Record Store Day 2021 yang menjadi momen mereka mengeluarkan versi fisik dari EP Storage ini.

Menyimak Sunwich, saya menilai ada kematangan vokal, dari mulai pemilihan notasi, aksen Inggris yang sangat baik juga warna yang khas dari kerongkongan Aliefia yang menjadi modal utama yang boleh diadu dengan band-band seangkatan mereka.

Namun sekali lagi soal musik, menurut saya mereka masih punya cakrawala untuk bereksplorasi lebih luas lagi dari ketimbang menjadikan EP ini sebagai patron, langkah yang cilaka.

Ambil contoh “Moon”, lagu bertempo lambat ini dan dikemas minimalis ini adalah langkah kecil yang perlu digarisbawahi. Tepat begitu Aliefia membuka lagu dengan sebuah tarikan yang panjang, nampak perkawinan yang harmonis antara lirik, notasi vokal serta aransemen musik serta dinamika yang sedap. “Moon” bisa jadi modal untuk menarik musik mereka sepanjang dan seluas mungkin.

Overall, jika anda sudah menemukan katalog-katalog gelombang baru dari Garside, Cassette Tape, Puff Punch dan apalagi anda kebetulan penyuka Grrrl Gang atau band-band indiepop vokalis perempuan lintas jaman, maka anda harus memberikan Sunwich kesempatan, karena mereka layak buat dipasang kencang-kencang.

Penulis
Wahyu Acum Nugroho
Wahyu “Acum” Nugroho Musisi; penulis buku #Gilavinyl. Menempuh studi bidang Ornitologi di Universitas Atma Jaya Yogyakarta, menjadi kontributor beberapa media seperti Maximum RocknRoll, Matabaca, dan sempat menjabat redaktur pelaksana di Trax Magazine. Waktu luang dihabiskannya bersama bangkutaman, band yang 'mengutuknya' sampai membuat dua album.
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Eksplor konten lain Pophariini

Daftar Musisi Indonesia yang Gila Bola

Pophariini mencari dan menemukan musisi Indonesia yang terlihat memang gila bola. Siapa saja? Simak daftar kami kali ini ya. 

Nadin Amizah Tayangkan Ulang Konser Tunggalnya

Selang setahun, Nadin Amizah memutuskan untuk menayangkan ulang konser tunggalnya yang sudah bisa disimak melalui kanal YouTubenya.