Tamasya Kota: Ujung Penantian Kolaborasi Jon Kastella – Pusakata!

Aug 3, 2021

Setelah melalui berbagai kendala dalam perjalanannya, akhirnya kolaborasi ini sampai juga ke telinga para pendengarnya. Hari Jumat (30/07) lalu, Jon Kastella dan Pusakata resmi mempersembahkan “Tamasya Kota”, sebuah tembang kolaborasi yang sudah digarap sejak dua tahun lalu.

Sekilas mengenai “Tamasya Kota”, tembang ini sebenarnya adalah tembang garapan Jon Kastella yang sudah diperdengarkan di tahun 2017 lalu. Pertemuan antara Jon dengan Pusakata terjadi di sebuah momen live Instagram melalui IG TV, yang kebetulan direspon dengan sangat positif oleh Pusakata, hingga akhirnya muncullah sebuah wacana untuk berkolaborasi.

 

Sempat terpaksa ditunda perilisannya akibat pandemi, akhirnya “Tamasya Kota” versi kolaborasi hadir dengan bentuk terbaiknya di hari Jumat lalu. Bisa dibilang sebagai bentuk terbaik, karena kolaborasi tidak hanya berputar antara Jon dan Pusakata, namun juga melibatkan nama lainnya seperti Arman Chaniago (kendang), Adhitya Pratama (bass) dan Alvin Witarsa (string section). Sementara untuk mixing dan mastering, dibantu oleh Daniel Samarkand.

“Kalian yang mendengarkan lagu ini harus bersyukur, Jon Kastella berhasil meramu kembali formula bahagia dalam segala keterbatasan yang sebenarnya selalu kaya tanpa batas ini”, sambut Pusakata melalui rilisan persnya.

 

“Tamasya Kota” sudah tayang secara eksklusif dalam format video liriknya yang bisa disaksikan melalui kanal YouTube dari Pusakata. Sebuah video lirik yang turut dibantu oleh Dek Lestari dalam penggarapannya.

Di akhir bulan Juni lalu, Pusakata kembali melanjutkan perjalanan menuju album terbarunya dengan melepas satu lagi materi teranyarnya, “Menjelma Cahaya”. Sementara jika menyimak aktivitas Jon melalui media sosial, terlihat bahwa sang solois akan melepas sebuah materi yang melibatkan gitaris serta vokalis dari The SIGIT, Rekti Yoewono.


 

Penulis
Raka Dewangkara
"Bergegas terburu dan tergesa, menjadi hafalan di luar kepala."
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Eksplor konten lain Pophariini

Liputan & Foto: Tur Senyawa Ke Utara Jawa

Yose Riandi mendapat kesempatan ikut dalam rombongan tur Senyawa selama 5 hari mulai 12 – 16 November. Tulisan dan foto-foto ini adalah sarana berbagi ceritanya.

Hadiah dari Semiotika di Awal Tahun

Album perdana Semiotika, Ruang (2015) dan mini album Gelombang Darat (2018) kini sudah bisa didengarkan di berbagai platform streaming musik yang tersedia.