The Brandals Rilis Piringan Hitam Album Perdana

Oct 15, 2020

Setelah merilis singel baru, The Brandals ikut menambah katalog musik Indonesia dengan merilis album perdana mereka dalam format piringan hitam pada 12 Oktober 2020. Hal ini membuktikan bahwa gelora perilisan album dalam format piringan hitam masih terus berlanjut. 

Album perdana The Brandals pertama kali beredar dalam format kaset pita oleh Sirkus Records (2003), dan format cakram padatnya oleh Aksara Records tiga tahun kemudian. Di usia ke-17 album kali ini diedarkan oleh Lamunai Records.

Menurut Eka Annash, wacana perilisan album The Brandals dalam format piringan hitam sebenarnya isu sejak delapan tahun lalu. Saat tren reproduksi piringan hitam kembali ke puncak kejayaan di seluruh dunia.

Sampai akhirnya Lamunai Records 2019 lalu berani mengambil alih untuk merilis ulang album perdana The Brandals. Seperti yang dikatakan Johnny T. dari Lamunai Records bahwa tidak mudah merilis ulang album dari katalog lama untuk piringan hitam. Hambatan yang ditemui dari isu kepemilikan master, hak cipta, dsb.nya. 

Terdapat dua pilihan kemasan format piringan hitam album perdana The Brandals yaitu Deluxe dan Reguler berisi 10 lagu dengan bonus nomor “Ain’t Nobody’s Bitch”. Poster baru, kover desain ulang dari ilustrator Ahmad Rizzali, sisipan booklet 8 halaman berisi foto, lirik, dan album notes oleh Reno Nismara termasuk di dalamnya.

Ya, kalau bukan pecinta musik rasanya membeli alat pemutar piringan hitam itu cuma menambah perabot di kamar/rumah. Tapi kalau memang nge-fans dan bisa membuktikan kecintaan terhadap The Brandals sikat saja! Pesan langsung di tautan ini

 

____ 

 

Penulis
Pohan
Suka kamu, ngopi, motret, ngetik, dan hari semakin tua bagi jiwa yang sepi.

Eksplor konten lain Pophariini

Mezzaluna Mengawali Karier Bermusik dari “In Situ”

Anak sulung Bimbim ‘Slank’, Jaya Mezzaluna Bungari memulai perjalanan karier bermusik lewat single perdana “In Situ” di akhir September 2021.

Pembuktian Sheila on 7 di Kisah Klasik Untuk Masa Depan

Dalam berbagai aspek, album kedua Sheila on 7, Kisah Klasik untuk Masa Depan dapat dianggap sebagai arketipe album kedua yang baik