Toma & Kako Persembahkan Satu Matahari

106
Toma & Kako
Toma Kako ikut serta dalam HUMANITY Youth Festival 2020 / dok. Toma & Kako

Duo sutradara Toma & Kako, mengabarkan keturutsertaannya dalam “HUMANITY Youth Festival 2020”. Ini adalah pameran yang diprakarsai Asia Justice Right (AJAR) dalam rangka mendukung solidaritas antar generasi dan mendorong pemenuhan hak-hak dasar bagi para penyintas Hak Asasi Manusia.

View this post on Instagram

Satu Matahari, a Musical Animation sung in Bahasa Indonesia and Bahasa Tetun, presented by Toma & Kako and collaborators. A dedication to the story and prayers from the stolen children of Timor Leste, a manifestation of their spirits and fights. Screening from July 19 until August 12 on HUMANITY Youth Virtual Exhibition https://bit.ly/HYF_TOMAKAKO Satu Matahari, presented by Toma & Kako, written and directed by Dian Tamara, music produced by Dissa Kamajaya, lyrics by Dian Tamara & Dwi Kartika Yuddhaswara, Music arrangements by Dissa Kamajaya, Dwi Kartika Yuddhaswara, Dian Tamara , and Tanya Ditaputri, mixing and mastering by Stevano "Ano". Also involving collaborators who sung the song Satu Matahari – Dadang Pranoto, Haikal Azizi, Bilal Indrajaya , Dwi Kartika Yuddhaswara, Reda Gaudiamo, Christabel Annora, Tanya Ditaputri and Milena Gantari. #SatuMatahari #TheStolenChildrenofTimorLeste

A post shared by Toma & Kako (@toma.kako) on

Dalam Pameran ini, Toma & Kako memperkenalkan Satu Matahari, sebuah karya animasi musikal. Di karya terbarunya ini, duo ini menggandeng beberapa kolaborator seperti Dadang Pranoto (Dialog Dini Hari, Navicula), Haikal Azizi (Sigmun, Bin Idris), Bilal Indrajaya, Dwi Kartika Yuddhaswara (Nadafiksi), Reda Gaudiamo, Christabel Annora, Tanya Ditaputri dan Milena Gantari. Mereka turut menyumbangkan suaranya di Satu Matahari ini.

Satu Matahari ditulis dan disutradarai  Dian Tamara, aransemen musik digarap Dwi Kartika Yuddhaswara, Dissa Kamajaya, juga Dian Tamara dan Tanya Ditaputri. Satu Matahari ditulis dan dinyanyikan dalam Bahasa Indonesia serta Bahasa Tetun (bahasa Austronesia yang utamanya dituturkan di wilayah Timor/Timor Leste -red) oleh para kolaborator yang memiliki semangat dan visi yang selaras terhadap isu yang diangkat.

“Karya ini adalah kisah yang berangkat dari doa para stolen children of Timor Leste dan keluarga yang merasa kehilangan mereka. Doa ini adalah manifestasi perjuangan selama hidup mereka agar tidak berhenti berharap akan datangnya hari baik untuk mereka bisa kembali pulang ke tanah kelahirannya dan bertemu sanak saudara. Doa kami bersamamu”, pungkas Toma & Kako.

Pameran virtual ini masih berlangsung sejak 19 Juli lalu hingga 12 Agustus mendatang, bisa diakses lewat situs resmi pameran virtual ini di https://humanityouth.asia-ajar.org/ Sementara untuk Satu Matahari, bisa kalian simak melalui tautan https://bit.ly/HYF_TOMAKAKO

______