Tulus Menutup Tur Manusia Penuh Senyuman

Mar 5, 2023

Jumat (03/03), Tulus menutup rangkaian Tur Manusia yang dimulai sejak awal Februari silam. Jakarta menjadi titik terakhir yang ia jajal setelah melewati beberapa kota lain seperti Medan, Palembang, Makassar, Bali, Bandung, hingga Samarinda.

Belasan ribu penonton yang memenuhi JIEXPO Kemayoran menjadi saksi dari penampilan Tulus yang malam itu seakan punya energi berlebih. Beralasan, karena sejak awal hingga akhir pertunjukan, Tulus berhasil mengajak penonton untuk terus bernyanyi tanpa henti dengan hanya memberikan sedikit jeda. Layaknya sebuah marathon yang menyenangkan.

Jika pada titik-titik sebelumnya Tulus mengajak beberapa musisi seperti Rafi Sudirman, Idgitaf, Aldrian Risjad, hingga Bernadya sebagai penampil pembuka, maka di titik terakhir ini ada Dere yang ia hadirkan. Dere sendiri juga menjadi penampil awal di Batam, Samarinda, hingga Jakarta.

Pukul tujuh lebih sedikit, Dere naik ke atas panggung dengan set yang minimalis. Lagu-lagu seperti “Tanya”, “Rubik”, dan “Berisik” tak luput dari penampilannya.

Dere membuka Tur Manusia dengan set minimalis / Dok. Raka Dewangkara

“Hari ini akan membawakan lagu dengan akustik dan sederhana. Tapi harapannya pesannya bisa sampai”, tuturnya dari atas panggung.

Tidak lama setelah Dere tampil, visual di panggung memberikan isyarat bahwa Tulus siap tampil dengan performa terbaiknya. Visual tersebut menampilkan deretan penggalan lirik dari lagu-lagu sang solois yang diiringi oleh gambang kromong, hingga akhirnya ia hadir dan langsung menggebrak dengan lagu “Satu Kali”.

Tulus mengajak penonton yang hadir untuk bernyanyi bersama sejak awal hingga akhir / Dok. Raka Dewangkara

Seperti yang sudah disampaikan di beberapa paragraf sebelumnya, bahwa Tulus tidak memberikan ruang bagi para penonton yang hadir untuk bengong, karena terus-terusan digempur oleh lagu-lagunya yang sudah pasti menjadi jaminan untuk sing a long.

Setelah “Satu Kali”, “Ruang Sendiri”, dan “Kelana” yang menjadi tiga lagu pertama, ada beberapa momen di mana Tulus membawakan beberapa lagu secara medley. Mulai dari “Labirin” yang langsung dilanjut dengan “Adu Rayu”, juga dengan “Pamit”, “Langit Abu-Abu” serta “Bumerang” yang dinyanyikan dengan sekaligus.

Di tengah-tengah set, Tulus memberikan kejutan kepada para penonton yang hadir di kategori festival perunggu. Ia menyanyikan “Teman Hidup” percis di antara barikade pemisah antara kategori tersebut dengan kategori festival emas.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Pophariini (@pophariini)

Selama pertunjukan yang berlangsung kurang lebih dua jam tersebut, bisa dibilang bahwa Tulus pandai memadukan berbagai lagu yang tersebar dari album-albumnya. Perpaduan tersebut menghasilkan ragam perasaan bahagia yang menghampiri penonton. Mulai dari pemicu untuk bernyanyi bersama, berjoget, hingga rasa nostalgia sebagai pengingat akan perjalanan hidup yang pernah terlewati berkat lagu-lagu tersebut.

Peran visual yang disajikan selaras dengan lagu-lagunya pun juga menjadi salah satu highlight dari malam itu.

Perpaduan antara visual dengan lagu yang dibawakan / Dok. Raka Dewangkara

Menginjak pukul sepuluh, Tulus resmi mengakhiri pertunjukan dengan “Hati-Hati di Jalan”, lagu yang menjadi salah satu jagoan dari album Manusia.

Secara keseluruhan, Tulus beserta tim yang terlibat berhasil meninggalkan senyum yang menghiasi para penonton yang datang. Sebuah cara yang berkesan untuk menutup rangkaian Tur Manusia.


 

Penulis
Raka Dewangkara
"Bergegas terburu dan tergesa, menjadi hafalan di luar kepala."

Eksplor konten lain Pophariini

Dongker – Ceriwis Necis

Kalian tidak harus sependapat dengan saya, “Bertaruh Pada Api” adalah lagu punk rock yang menyayat hati. Dinyanyikan bersama kebanggaan dan keharuan seekor pecundang urban yang mengais harapan di antara luka kehancuran zaman. Lagu itu …

Daftar Festival Musik 2024

Sejak menggelar diskusi seputar festival musik di pertengahan Maret 2024 lalu, kami sudah mendatangi dua keramaian. Pertama, Hammersonic Festival dan yang kedua Java Jazz Festival. Dapat dipastikan tahun ini panggung musik padatnya tak berkurang …