Tumpah Peluh di Mataram City Sounds Edisi Terbaru

Jul 18, 2023

Panggung musik bernama Mataram City Sounds (MCS) sukses terlaksana hari Sabtu (15/07) di area parkir Hotel Lombok Vaganza. Di edisi spesial ini, penyelenggara berkolaborasi dengan Memo Fest, Memofrens, dan Soundmeton untuk mewujudkan kemeriahan yang berbeda.

Mereka yang berbagi panggung berasal dari Lombok dan luar pulau seperti The Dare, Rosen Muller, Good Wishes, hingga The Jansen dan Dongker yang diterbangkan langsung dari kota asal mereka, Bogor dan Bandung.

Sejak sore hari, kumpulan pemuda berbaju hitam sudah memadati lokasi. Antusiasme semakin terlihat jelas usai menyaksikan penampil pertama Good Wishes. Sebagai band pembuka, mereka membawa konsep tribute Blink-182.

Good Wishes menjadi penampil pembuka / Dok. Raka Dewangkara

Good Wishes yang kerap menyanyikan lagu-lagu Blink-182 di akun TikTok, hari itu mereka juga membawakannya di panggung seperti “What’s My Age Again?” hingga “The Rock Show” dengan pemandangan penonton yang ramai di bibir panggung.

Rosen Muller yang ngebut sejak awal / Dok. Raka Dewangkara

Peluh keringat penonton masih berlanjut detik Rosen Muller unjuk gigi. Bisa dibilang sebagai band yang hari itu paling kencang, mereka tiada ampun menggeber distorsi sebelum matahari tenggelam sampai akhir penampilan.

Penonton yang tidak berhenti berkeliaran di depan panggung / Dok. Raka Dewangkara

Menjelang malam, penonton kian memadati lokasi acara. Beberapa dari mereka tampak tidak sabar menyaksikan Dongker yang pertama kali mampir ke Lombok. Terbukti ketika “Bertaruh Pada Api” dibawakan, semua sontak sing-along hingga usai.

Di kesempatan ini, Dongker menyampaikan, bahwa mereka tengah mempersiapkan showcase di Bandung pada Agustus mendatang dan mempersiapkan perilisan album yang sempat tertunda cukup lama.

“Bikin showcase mas! Showcase Tuhan di Reruntuh Bandung sambil menyelesaikan album tentunya,” tutur Dongker saat ditemui Pophariini (15/07).

Dongker perdana mentas di Lombok / Dok. Raka Dewangkara

Lain Dongker, lain pula The Dare. Kuartet twee pop kebanggaan warga Lombok ini punya rencana yang tak kalah menarik. Dalam waktu dekat, mereka akan merilis album mini ketiga beserta piringan hitam dari materi yang belum bisa diberitahukan.

Meski sejatinya terhitung jarang mentas di Lombok, namun penonton tetap ikut nyanyi bareng The Dare. Sebuah hal yang cukup menarik, mengingat lagu-lagu mereka juga tidak banyak dirilis dalam format digital dan lebih memilih untuk menghadirkannya dalam format fisik.

The Dare jajal kandang sendiri / Dok. Raka Dewangkara

Sementara bagi The Jansen yang didapuk sebagai penampil terakhir acara, panggung MCS menjadi kunjungan kedua mereka ke Lombok setelah sebelumnya singgah dalam rangkaian tur di tahun 2022.

Enggan melewatkan kesempatan, The Jansen melibatkan Mirakei, solois asal Lombok untuk tampil bersama. Selain “Planetarium” yang memang menyantumkan namanya sebagai kolaborator di layanan streaming musik, ia juga ikut bernyanyi di “Langit Tak Seharusnya Biru”.

The Jansen berkolaborasi dengan Mirakei di dua lagu / Dok. Raka Dewangkara

Mewakili MCS, Timmy Adipa berharap setelah ini muncul regenerasi yang bisa meneruskan semangat dari kancah musik Lombok ke depannya.

“MCS menjadi pemantik saja atau pilihan lain dari sebuah acara musik. Keamatiran, kesederhanaan, dan juga dari pemilihan line-up band yang sangat populer, ya berharap sih organik saja ada yang ngikutin arus ini [tertawa],” tutup Timmy.

Melihat bagaimana antusiasme yang tinggi dari para penonton yang hadir malam itu, Lombok beserta kancah musiknya punya masa depan yang cerah di tahun-tahun mendatang. Selamat, Mataram City Sounds!


 

Penulis
Raka Dewangkara
"Bergegas terburu dan tergesa, menjadi hafalan di luar kepala."
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Eksplor konten lain Pophariini

Dongker – Ceriwis Necis

Kalian tidak harus sependapat dengan saya, “Bertaruh Pada Api” adalah lagu punk rock yang menyayat hati. Dinyanyikan bersama kebanggaan dan keharuan seekor pecundang urban yang mengais harapan di antara luka kehancuran zaman. Lagu itu …

Daftar Festival Musik 2024

Sejak menggelar diskusi seputar festival musik di pertengahan Maret 2024 lalu, kami sudah mendatangi dua keramaian. Pertama, Hammersonic Festival dan yang kedua Java Jazz Festival. Dapat dipastikan tahun ini panggung musik padatnya tak berkurang …