Ulasan 10 Karya Hip Hop Irama Kotak Suara oleh Xaqhala

• Jul 9, 2021

Jauh sebelum fasilitas bernama layanan musik streaming yang kini sangat membantu para artis memperkenalkan karya, sepuluh nama hip hop tanah air berkumpul di Pesta Rap yang terpajang di rak toko kaset.

Xaqhala, adalah salah satu jebolan di album kompilasi tersebut. Ia mengoceh bareng Alphonso Parulian ‘Rulli’ Sagala dalam jasad Boyz Got No Brain untuk menelurkan “Nyamuk”.

Boyz Got No Brain hadir menyumbangkan nomor “Aku Ingin Pergi” di Pesta Rap volume 3. Album yang turut menampilkan “Tididit” Sweet Martabak, “Sakaw” Black Skin, dan lainnya.

Dalam karier solonya, rapper yang tahun kemarin melakukan perjalanan dari Jogja – Jakarta dengan sepeda BMX ini sudah menelurkan single “Cewek Rusak” (2000), satu album perdana S/T (2004), single “World War”, serta “Young Weck” yang disebutkan tadi. Setahun yang lalu, ia merilis “Baja” hasil kolaborasinya dengan penyanyi reggae asal Jerman keturunan Indonesia, Toke lewat label Hellhouse Records.

Khusus di Irama Kotak Suara, kami mengundang Xaqhala untuk memberikan ulasan dan kritik membangun kepada 10 karya hip hop yang masuk di program ini. Untuk mendengarkan lagu-lagu dalam daftar ini, silakan klik foto yang tertera di tiap daftarnya.

Buckle up! Ini dia ulasan serta kritik IKS dari Xaqhala.


FLYZAD

Flyzad

Sangat menarik. Flow menawan, aksen otentik. Masang banget dengan musik jazz-sample based kotor di belakangnya.

 

INTHESKY.

inthesky.

Konsepnya jazz-rap. Musik not bad lah meski terlalu ‘bersih’ buat selera gw yang kadung tau jazz rap itu Guru dan Digable Planets. Rapnya lebih bagus yang pake bahasa indonesia.

 

MANUTIZED

Manutized

Laid back rap, soal rap sekarang yang kalo mau tenar ya dibikin bodoh. Flow-nya kekinian, RnB-induced. Lagu begini harusnya pake bahasa Indonesia.

 

IKHROM TIA

Ikhrom Tia

Ini kedengeran kayak old-school RNB digabung ama bebunyian hip hop sekarang. Kalo jaman dulunya Domino kali ya? Konsep yang menarik, usahanya pake bahasa lokal juga cakep.

 

THE COUCH CLUB

The Couch Club

Ini menarik, konsepnya live band sih, banyak pengaruh RnB & rock. Pada dasarnya ngingetin band 90s yang nyampurin hip hop di musik alt-rocknya.

 

TIAD HILM

Tiad Hilm

Semarang? wow. Tiad Hilm kayaknya harus banyak didengerin banyak orang. RnB kontemporer tapi ada pengaruh hip-hopnya juga. Kayaknya pengaruh Frank Ocean udah mulai keliatan di lokal. Satu aja sih, penasaran ama bahasa lokalnya.

 

WEVVSS

Wevvss

Gw banyak suka rap kekinian, tapi yang begini gw paling gak suka.

 

OG AVAMATO

OG Avamato

Bragadocio, flow ngalir, kedengaran Makassarnya. Dua lagu yang dia bikin kayak ngasih tau; “eh gw bisa flow oldschool, bisa juga ngerap choppy kek anak kekinian”. Punya peluang makin bagus di kemudian hari, kalo konsisten.

 

N.O.K.37

N.O.K.37

Ini grup udah lama, 10 taun lalu dengernya. Boombap, enjoyable, enak, meski seperti grup era segitu, gak lirikal-lirikal amat. Tapi klaim “Unit Hiphop yang pertama kali membawa sub genre RAW RAP di Indonesia” gak juga kayaknya. LoL.

 

ROS

Ros

Kayaknya makin kesini makin banyak MC yang make laid back music/ jazz dan dicampur ama pola beat kekinian buat ngerap. Cadence-nya effortless, dan kadang campur melodi. Overall OK banget, terutama lagu “Gelap”.

_____

 

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Eksplor konten lain Pophariini

Leonardo Ringo Tampilkan Live Session Dua Singlenya. Simak di PHI Eksklusif

Singer-songwriter Leonardo Ringo menampilkan paket live session dari dua singlenya. Simak keintiman luar biasa ini di PHI Eksklusif.

Bloodsports and Modern Arts: Debut Album Nearcrush

Butuh waktu tiga tahun sejak awal kemunculan Nearcrush di tahun 2018 lalu hingga akhirnya resmi melepas sebuah album debutnya.