Videography Dan Fashion Pop Millennials.

Sebagai seorang pengamat fashion dan aesthetica yang masih relevan di bidang visual art dan musik, saya ingin membahas tentang maraknya generasi Z, di bawah generasi millenials atau mungkin di tengah-tengahnya, yang sangat amat kreatif dan penuh dengan ide-ide fresh.

Sebagai generasi sebelumnya terkadang ada rasa “been there, done that“, dengan tersenyum dalam hati. Tapi apa yang mereka lakukan sudah ditunjang dengan teknologi yang jauh lebih canggih dari era saya dan generasi saya dulu. Ada rasa memaklumi, tapi juga tertantang untuk tetap keep up dengan karya-karya luar biasa mereka dan teknologi yang menunjang, tentunya dengan lebih dewasa lagi.

Eksploitasi Yang Tepat.

Ada 5 karya musik video yang menurut saya bisa membuat saya merasakan relevansinya dalam beberapa aspek. Dan yang saya angkat di sini, selain visual fashion yang kuat, juga karakter dari para sutradara video musik pop musisi Indonesia. Mereka adalah anak bangsa yang membuat benchmark baru sekarang, dan nantinya. Dan semoga lebih mengedukasi dalam sisi kreatif kedepannya.

Rossa – Bodyspeak (Sutradara: Sakti Marendra)

Dari beberapa kali bekerja sama, Sakti punya gaya khas dan punya kelebihan di efek yang dia tampilkan di video musik ini. Ditambah juga perubahan seorang Rossa yang tampil dengan beberapa outfit yang sangat fashionable & nekat, tapi tetap terkemas cantik. soal sound dan musik yang direkam di Amerika juga terdengar sangat modern dan fresh.

Dira Sugandi – Pelangi (Sutradara: Narya Abhimata)

Teman saya yang sangat berbakat ini jelas mampu menerjemahkan judul “Pelangi” dan memvisualkannya. Dengan dasar fotografi yang baik dan banyaknya latar belakang pendidikan yang dia miliki, membuat video musik ini begitu sederhana dan juga relevan dengan lagunya. Soal style, Dira dengan karakternya yang kuat sudah cukup stand out, kapanpun.

Tanayu – Bang Bang Baby (Sutradara: Isdam Atrahadena)

Sutradara Isdam ini baru berusia 21 tahun, tapi mampu menggarap video musik seorang Intan Ayu dengan lagu dan visual yang sangat relevan, cukup dan fresh. Untuk seusianya ini lebih dari cukup.

Keseluruhan fashion scene di klip ini sangat menonjol. Semoga memancing lebih banyak anak-anak seumurannya yanguntuk terpancing & tertantang untuk berkarya. Salute!

Rich Chigga – Dat $tick remix feat Ghostface Killa & Pouya (Sutradara: Marshmellow Tartz)

Sedikit info yang saya dapatkan dari Sonia Eryka kakak dari Brian Immanuel alias Rich Chigga yang merangkup menjadi stylist pada saat syuting video ini di Jepang, mereka hanya memakai kru berjumlah 4 orang! Klip ini betul-betul memberikan nafas baru untuk penonton Indonesia dengan menyelipkan beberapa humor, tetapi juga tetap dengan treatment yang rapih dan menarik. Video musik ini mengingatkan saya dengan banyak video musik musisi internasional. Dan itu artinya kelas seorang Chigga memang sudah di sana.

Maliq & D’Essentials – Senang (Sutradara: Joey Christian & Heru Admadja)

Tanpa bermaksud subjektif karena saya sudah sering bekerja sama dan kenal baik dengan Joey dan Heru serta dengan anak-anak Maliq & D’Essentials sendiri, saya dapat merasakan emosi lirik di lagu ini yang menurut saya sangat sedih ketimbang senang. Seluruh alur cerita di video ini sangat mungkin terjadi walaupun diberikan banyak esensi humor. Tapi yang menjadikan klip ini kuat juga adalah cerita tentang pengalaman yang mungkin pernah kita semua alami, termasuk saya, dan kalian. Saya tidak pernah bosan menontonnya terus menerus.

Previous articlePolka Wars Rilis Single dan Video Musik Terbaru “Rangkum”
Next articleMalam Gembira, Konser Merayakan Karya Cipta Guruh Sukarno Putra
mm
Ajeng Dewi Svastiari telah bekerja di dunia fashion dan entertainment selama 8 tahun terakhir ini, dari konser solo TITI DJ “Swara Sang Dewi” di tahun 2011 sampai dengan menjadi fashion director untuk konser ANDIEN METAMORFOSA di tahun 2014. Sampai saat ini Ajeng adalah seorang fashion director dan konsultan fashion untuk berbagai brand Indonesia. Harapannya saat ini adalah mengembangkan SVASTIARI11 untuk dapat terus mengeskplor dunia fashion yang berkembang sangat pesat, sehingga ia dapat membagi kembali pengetahuan dan pengalamannya. Saat ini Ajeng juga bekerja sebagai part time lecturer dan penulis.

LEAVE A REPLY