176

Resensi: Vira Talisa – Primavera

Artist: Vira Talisa
Album: Primavera
Label: self released
Peringkat Indonesia: 7/10

Debut album dengan eksplorasi yang menyegarkan

Sejak merilis mini album s/t beberapa tahun silam, Vira Talisa berhasil membawa musiknya ke khalayak ramai dan mendapat perhatian positif. Mini albumnya yang dulu digarapnya bersama rekan-rekan musisi di Prancis menghasilkan sound enampuluhan yang sangat menarik perhatian dari seorang penyanyi baru.

Empat tahun berlalu, Vira Talisa kini berkarier di tanah air bersama teman-reman musisi di tanah air. Ia membawa musiknya kepada sebuah eksplorasi yang menarik. Segenap aransemen musik pop dan jazz digarap dengan baik dalam delapan lagu yang ada dari sejak track pembuka “Primavera” sampai penutup “Matahari”. Ada lagu-lagu upbeat sebagai pengiring dansa di panggung besar ada juga lagu yang sangat intim yang butuh disimak dalam suasana tertentu.

Baca juga:  Resensi : Harlan Boer - Bila Lapar Melukis

Yang menarik departemen lirik, di Primavera ini pula kita bisa melihat bahwa Vira Talisa mencoba menjadi penulis lirik yang bisa diperhitungkan. Bagaimana ia dengan indah menggambarkan sosok harapan di Primavera yang dihubungkan dengan musim semi adalah sebuah penulisan musik pop yang baik.

Meski demikian, dengan segenap eksplorasi yang disajikan oleh Vira Talisa di album ini, bukan berarti album ini bebas dari kekurangannya. Mungkin satu-satunya kekurangan adalah produksi yang masih belum tergarap dengan baik. Ada frekuensi yang saling tumpang tindih yang justru mengakibatkan sejumlah lirik yang dihasilkan dari suara tipis Vira jadi tak terdengar dengan baik. Ini akan jadi bumerang ketika ia tak bisa mempresentasikan dengan baik di atas panggung.

Baca juga:  Resensi Anjing Dub – Gembira

Mungkin Vira Talisa perlu belajar banyak di mini albumnya. Bagaimana tata suara yang dihasilkan terdengar tebal, frekuensi instrumen yang diatur dengan baik sehingga rekaman bisa terdengar jernih. Selebihnya, saya acungkan jempol kepada eksplorasi Vira Talisa di debut album yang menyegarkan ini.

Comments
Previous articleSisi Lain Sisilia Virgana
Next articleScaller Butuh 1,5 Tahun Untuk Memvisualkan “Flair”
mm
Wahyu “Acum” Nugroho Musisi; penulis buku #Gilavinyl. Menempuh studi bidang Ornitologi di Universitas Atma Jaya Yogyakarta, menjadi kontributor beberapa media seperti Maximum RocknRoll, Matabaca, dan sempat menjabat redaktur pelaksana di Trax Magazine. Waktu luang dihabiskannya bersama bangkutaman, band yang 'mengutuknya' sampai membuat dua album.