Wawancara Khusus Rendy Pandugo: Karier, Cinta, dan Sekarang

610

Rendy merasa harus terus bereksplorasi nggak dalam bermusik melihat sekarang ini setiap minggunya ada saja rilisan musik yang baru (bisa saja mudah diingat, namun cepat dilupakan)?

Itu selalu jadi pertanyaan berat sih buat gue sebenarnya karena gue merasakan emang progress- nya emang cukup cepat yah. Kayak semakin, setiap minggu, bahkan setiap hari gitu. Kayak gue nggak kebayang aja, kayak misalnya kayak Justin Bieber tiba-tiba kayak setiap minggu kayak ngeluarin kayak gimana loe bikin lagu bagus kayak setiap minggu loe kapan ngerjainnya nyet? Kayak gitu. Tiba-tiba Taylor Swift, OK bulan depan gue ngeluarin album lagi. Tiba-tiba kayak hah? Gue mencoba untuk menelan itu semua dan mencoba menikmatinya secara pelan-pelan. Nggak bisa gue ngikutin arus secepat itu karena menurut gue nggak sehat juga buat gue secara musikalitas juga nggak bagus. Menurut gue jadi kayak yang nge-glambyar aja jadinya. Mau ngapain gitu. Mendingan gue OK gue tetap keep up dengan apa yang ada sekarang. Tapi gue juga tetap tau apa yang gue sukai, apa yang mau gue bikin gitu. Menurut gue sih komposisi yang cukup apa ya. Ya, fair lah menurut gue. Itu sih yang gue lakukan kayaknya.

 

Ceritakan dengan singkat mengenai arti dari lirik lagu-lagu di mini album ini!

“HOME” ini gue tulis emang pada saat gue lagi tur di luar kota dan jadwal gue emang cukup padat. Untuk pulang tuh beneran rasa anak kost aja gitu. Udah kayak pulang ke rumah numpang tidur besok paginya gue udah harus ke bandara lagi. Kayak gitu. Itu tuh sekitar 2018 gue tulis, karena kerinduan gue akan family gue, keluarga gue. Dan menyadarkan bahwa rumah tuh bukan cuma sebuah tempat tapi rumah itu adalah isinya orang-orang yang kita sayangi. Itu sih intinya.

“MR. SUN” itu salah satu yang paling unik, lagu paling unik yang pernah gue tulis. Dan idenya gue dapat dari teman gue. Dia bilang, ‘Loe kenapa nggak nulis tentang matahari?’. Gue bingung awalnya, ‘Kenapa matahari ya?’. Apa yang harus gue tulis gitu? ‘Ya udah loe tulis aja tentang matahari. Apa kek?’. Kayak dia (matahari) tuh selalu dibilang, selalu disalah pahamkan bahwa matahari terbenam, matahari terbit. Seakan-akan dia yang bergerak, seakan-akan dia yang berlari. Padahal sejatinya kita yang bergerak, dan kita yang berlari. Dan meskipun suka disalah pahamkan begitu, dia tetap setia untuk menitipkan cahayanya di bulan, di malamnya kita. Dan kalau misalnya mau di relate- kan dengan apa, si manusia dengan matahari bahwa manusia tuh emang kadang-kadang emang suka nggak tau diri. Loe panas dikit complain. Loe apalah rambut lepeklah dan segala macam dan segala macam. Tapi ya lebih mengingatkan kita untuk bersyukur dengan apa yang kita punya di sekitar gitu, dengan hal-hal kecil yang kita punya. Kadang kita nggak peka aja sih. Lebih ke situ sih message- nya kalau MR. SUN. 

“FAR” ini gue tulis bareng Teddy Adhitya. Kita nulis ceritanya tentang cerita teman kita. Dan kita tau dia emang dengan si pasangannya ini emang apa ya, it’s kind of forbidden relationship. Yang emang nggak boleh sebenarnya. Tapi ya dan mau dibawa ke mana aja juga nggak akan bisa gitu si hubungan ini. Tapi instead of mikirin ini nggak akan bisa dibawa ke mana-mana, mereka lebih me- OK, healing in a moment. Menikmati dengan apa yang mereka dapatkan pada saat itu, adrenaline rush– nya. Dan ya itulah. Ke apa ya, ke- forbidden- an itu tuh yang dinikmati gitu. Ketika mereka bisa bersama. 

“B.Y.L (Before You Left)” ini ceritanya based on true story dari teman gue. Salah satu teman gue. Dia sempat cerita bahwa, tiba-tiba istrinya minta pisah dan segala macam dengan alasan yang menurut gue. Menurut gue yah, menurut gue nggak jelas menurut gue alasannya dan terlalu mengada-ngada. Dan gue nggak ngerti kenapa harus rela mengorbankan itu demi mimpinya. Gue nggak tau mimpinya apa, tapi dia sampai rela menyebut untuk pisah gitu. Dan dia harus meninggalkan si suami dan anaknya. Ya, gue kayak semacam semingguan gitu itu tuh yang kepikiran banget di gue. Makanya kenapa jadi track favorit gue. Gue tulis seakan-akan. Bukan seakan-akan sih. Tapi si cowok ini stay, dia nggak mau pisah, dan dia akan tetap di situ. Dan tetap akan nunggu istrinya. Dan di liriknya lebih ke, gue pengin punya memori yang bagus tentang loe sebelum loe cabut. Kayak gitulah.

Baca juga:  Wawancara Khusus Nadin Amizah: Hidup Aku Tidak Hanya untuk Bernyanyi
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments