Wawancara Khusus Seputar Kembalinya Sic Mynded

685
Sic Mynded / doc. Sic Mynded

Nama yang lawas, mungkin terdengar asing di generasi sekarang, namun dihiasi nama-nama familiar pada formasi terbarunya. Mungkin ketiga hal itu bisa menggambarkan Sic Mynded, unit industrial yang dibentuk oleh Oddie Octaviadi dan Rudi Soedjarwo pada medio 1990-an silam.

Jika diingat kembali, Sic Mynded pernah menyedot perhatian publik kala album mereka, Jelaga, mendapatkan nominasi dalam AMI Awards pada tahun 1999 lalu. Meskipun begitu, proyek ini terpaksa hiatus. Penyebabnya? Tentu saja kesibukan pekerjaan dari dua personelnya, dimana Oddie di bidang digital dan komunikasi, sementara kiprah Rudi sebagai sutradara yang juga sudah tidak diragukan lagi.

“Kami di tahun 1999 pernah meluncurkan album berjudul Jelaga dan sempat mendapatkan nominasi AMI Awards di tahun yang sama. Di tahun 2020 ini, kami mengambil kesempatan untuk memperkenalkan kembali karya-karya lama yang lalu kami rekam atau di-master ulang sembari melepas beberapa lagu-lagu baru,” tutur Oddie dalam rilisan persnya.

Hingga akhirnya pada 2 Juli lalu, Sic Mynded resmi merilis Jelaga 2020, sebuah album terbaru yang menandai kembali hadirnya mereka di industri musik Indonesia saat ini. Tidak hanya berdua, mereka juga kedatangan beberapa nama yang juga tidak asing lagi. Mereka adalah Marcell Siahaan, Gatot Alindo, Aldi Pagaruyung, dan juga Adra Karim.

Hadinya album ini juga menyusul single “Peace Within” yang rilis pada Februari lalu. Single ini juga turut dalam rombongan di album Jelaga 2020, berbarengan dengan 12 nomor lainnya, seperti “Triggerdance”, “Save Your Kiss”, “Ketika Dunia Berhenti Berputar”, dan beberapa nomor lainnya.

Bicara mengenai “Peace Within,” single ini juga hadir dalam balutan video klip yang disutradarai oleh Josse Keyzer. 

“Album Jelaga 2020 adalah pencapaian dari suatu perjalanan spritual memaknai hidup apa adanya, tanpa harus selalu terlihat dalam ‘bungkus’ dan ‘kosmetika’ positif dan relijius. Tidak harus berandai-andai, tidak harus bermanis-manis. Menuju bijak, seringkali perjalanannya tidak terlihat bijak, dan itu realita yang apa adanya,” tambah Marcell.

Kami berbincang singkat dengan sang vokalis, Oddie Octaviadi mengenai album terbaru Sic Mynded, Jelaga 2020.

Kami selalu tertarik kepada alasan sebuah band lawas yang vakum/bubar kemudian aktif kembali, apa yang memutuskan untuk kembali menghidupkan band ini?

Sebenarnya kalau untuk Sic Mynded, gak ada tuntutan apa-apa sebenarnya kenapa kita aktif lagi. Dan Sic Mynded mulai nulis lagu lagi, gue dan Rudi tahun 2018 mulai nulis lagu lagi, itu sama saja kejadiannya seperti pertama kali kami bikin band.

Tiba-tiba ada inspirasi, Rudi bikin musiknya dan juga eksperimen dengan sound di sela-sela kesibukannya sebagai sutradara, dan gua juga di sela-sela kehidupan gue sebagai orang kantoran di bidang digital dan komunikasi. Gua sama Rudi jadi lebih sering ngobrol, dia ada ide lagu, terus kita bikin saja single pertama, yaitu “Peace Within’.”

Cuman waktu itu memang gak ada niat untuk “Oh ini harus kita jadiin band, kita harus seaktif dulu lagi,” sekedar benar-benar “Enak ya lagunya, yuk kita mixing!,” tadinya sudah mau kita rilis, tapi nanti saja deh, belum ada feeling untuk mau ngerilis. Lalu Rudi bikin lagu kedua, “Safe Your Kiss”, gue isi lagi, dan wah seru nih ya, yuk kita rilis.

Sic Mynded bukan pelopor industrial rock Indonesia karena SAAT ITU banyak musisi lain yang bereksperimen dengan musik elektronik dengan tambahan gitar distorsi

Dan di tahun 2018 itu, tiba-tiba Marcell approach gue ngomong bahwa dia ingin mengaransemen ulang dan merilis lagunya Sic Mynded yang tahun 2003 gue bikin, yang judulnya “Ketika Dunia Berhenti Berputar.” Dia ingin rilis ulang untuk proyek pribadi dia, di mana pada proyeknya dia itu, isinya cover lagu-lagu orang.