Wawancara Khusus Sheryl Sheinafia: 2021 Prioritas Jadi Musisi 

556

Ada gitaris favorit Sheryl?

John Mayer and Mbak Endah.

Kayaknya John Mayer selalu jadi inspirasi?

Iya agak susah sih sama Bapak itu. Aku tuh kalau dengerin lagu dia tuh, solonya. Bahkan bukan liriknya. Aku hafalin solo (gitarnya) dia.

Lagu yang paling kamu suka dari John Mayer?

“In Your Atmosphere”. Itu salah satu lagu yang nggak masuk ke dalam album-album dia. Itu dia mainin pas lagi live di Where the Light Is LA. Itu dengan open string dan teknik yang sangat manis. Dia tuh kalau main gitar tuh kayak cowok cantik. Aku suka banget cowok cantik. Pemilihan notasi dia tuh, melodinya benar-benar kayak, aduh manis banget sih. Kayak tau banget gitu cara ngomong sama wanita.

Sheryl dan Rendy / dok. Sheryl Sheinafia

Bagaimana proses kamu menentukan kolaborator?

Orang-orang yang aku ajak kolaborasi adalah orang-orang yang sangat aku kagumi. Maksudnya, tidak dibilang aku mengidolakan mereka seperti aku mengidolakan Mbak Endah atau John Mayer.

Mbak Endah has always been like, sama John Mayer has always been like my examples lah, my biggest influence. Cuma bagi aku kolaborator ini mereka semua punya compassion, mereka juga punya frekuensi, yang akunya ngerasa cocok gitu lho kalau kolaborasi sama mereka.

Lagi, sama seperti musisi-musisi yang menjadi inspirasi aku untuk menjadi hari ini. Musisi-musisi yang aku ajak kolaborasi punya kesamaan juga. Mereka adalah singer-songwriters. Bahkan, sampai ke vocal directing aja Gamal itu kan yang bantu aku untuk sebenarnya menemukan tone vokal aku. Di luar dari lagu-lagunya sendiri yang menurutku juga punya aspek atau poin terbesar di dalam album ini adalah kayak vokal aku, aku nyaman sekali dengan cara aku bernyanyi.

Ada sebuah progress juga dari album-album sebelumnya, itu dibantu oleh Gamal juga singer-songwriter. Kamga, dia juga singer-songwriter, Petra (Sihombing), Andre Harihandoyo, Rendy (Pandugo), dan Pamungkas. And sebenarnya there’s one more artist yang tidak pernah di- note gitu. I’m gonna let you know, “pick up your phone” yang backing vocal itu Rizky Febian and he’s also singer-song writer.

Berarti atas dasar kesamaan-kesamaan?

Baca juga:  Wawancara The Changcuters: Siapkan Augmented Reality

Karena memang, musisi menurut aku tuh kayak ada banyak kategorinya gitu. Tapi apa yang selalu aku bisa kayak belajar dari musisi-musisi ini, atau bisa apa yah. Kita kan ngobrol harus ada timbal baliknya dong. Apa nih yang bikin kita nyambung atau enggak. Mereka tidak hadir di dalam industri ini cuma sekadar buat jadi seorang artis. Itu yang udah pasti. They share their passion, and their passion is for music.

Itu yang membuat aku tuh sangat apa yah. Bisa bilang aku admirer mereka karena mereka adalah singer-songwriter yang tau betul apa yang mereka mau.

Mereka langsung menyetujui?

Enggak. They give it like two-three days sampai merekanya yang ‘yuk’. I never push anybody yang aku kolaborasi di sini karena aku I’m just not like that. Aku pengin tau terus terang, yang kayak ‘Eh loe suka apa enggak. Kalau enggak, enggak usah ikutan. Kalau iya, ya udah yuk’.

Apakah kamu ingin membuat segmentasi pasar yang baru dengan memilih kolaborator-kolaborator tertentu (mendekati ruang ‘indie’)?

Maksudnya sesimpel, kayak, oh and sama tadi aku lupa A. Nayaka he’s also very great singer-songwriter. Gara-gara dia aku tulis “OK”, by the way. Karena dia tetangga aku. Aku bikin “OK” tuh di rumahnya dia. Itu aneh juga. Dia cuma kayak yang ‘Nice, terus ke mana lagi lagunya?’. ‘Gini.. gue mau gini.. gini..ceritanya’. ‘Nice..’. Dia jadi cuma kayak suporter buat lagu itu [tertawa].

I think these people that I’m collaborating with itu sebenarnya nggak masuk di dalam pemikiran aku pas aku awal membuat lagunya. Tapi aku memang ditantang sama label aku untuk, ‘Eh gimana misalnya kalau loe collaborate sama someone else buat album ini’. Oh, cool yeah maybe I will. Trus tiba-tiba aku ketemu 1, 2, 3 gitu kayak OK.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments