1520

Wawancara The Jadugar: 15 Tahun Mengobrak-abrik Video Musik Indonesia

Lima foto favorit yang pernah kamu lihat?
ANGGUN: Foto wartawan Jawa Pos saat mobil dengan muatan penonton bola bonek hampir terguling. Foto itu terpilih menjadi World Press Photo 1995.
HENRY: Ya, ampun…pertanyaan macam apa ini? Fotonya Anya Geraldine…banyak di Instagram. 

Bisa dibilang kelahiran The Jadugar cukup berhubungan erat dengan Ruangrupa, seperti apa kalian melihat para pendiri ruangrupa seperti Ade Darmawan dan Hafiz Rancajale?
ANGGUN: Penuh passion, berwibawa, dan banyak akal.
HENRY: Mereka berdua itu mentor gue yang berjasa dan sudah gue anggap seperti ayah kandung sendiri…itu pun kalau mereka gak keberatan.

Menurut kalian, apakah masih mungkin MTV akan berjaya dan mendominasi kembali?
ANGGUN: Semua mungkin terjadi.
HENRY: Nggak, sih…. MTV is dead, se-dead dead-nya.

Tentang Mushowir Bing yang banyak menggarap art video musik The Jadugar, apa yang menarik darinya?
ANGGUN: Tidak banyak bicara tapi banyak bekerja.
HENRY: Nggak ada, sih…karena kebetulan kenal dekat dan satu kontrakan aja hehe…

Baca juga:  Debut Album ROXX dan Perayaan Metal Indonesia

Lebih pilih mana, membuat video musik untuk Iwan Fals, Indra Lesmana, God Bless, atau Rhoma Irama?
ANGGUN: God Bless adalah pahlawan masa kecil gue.
HENRY: Indra lesmana lalu bonus Eva Celia dan ibunya.

Dari musik terbaru yang kalian dengar, video musik siapa yang paling kalian suka?
ANGGUN: “Decide” – Dipha Barus feat. Ariel Nayaka, Mattermos, Ramengvrl, “Lagunya Begini Nadanya Begitu” – Jason Ranti.
HENRY: Poarches- “Car”, Tame impala – “the Less I Know the Better”. 

Momentum menemukan ide video musik paling memorable?
ANGGUN: Sambil makan bakmi, seafood (walau suka alergi).
HENRY: Video musik Fisikamatematika – “Conformation”. Gara-gara lihat foto si Gepeng (Fisma-red) di IG  lagi mancing di suatu tempat entah di mana. Suasananya kayak di planet Mars. Melihat foto itu, jantung gue berdebar, lalu muncul visual-visual sureal di kepala. Gue pun bertekad harus membuat video di sana….video apa pun itu.

Baca juga:  Kalimantan: Peta Musik yang Menjanjikan

Piala Best Director MTV Indonesia Video Music Award 2003 untuk video musik “Train Song” dari LAIN, sekarang disimpan di mana?
ANGGUN: Di garasi, ada di dalam boks container.

Sebelum MTV memberi penghargaan, apakah masing-masing kalian pernah dapat piala? Menang lomba apa?
ANGGUN: Tidak pernah.
HENRY: Juara 2 Desain Poster Perdamaian tingkat Nasional sewaktu SMP.

Ade Darmawan dan Hafiz Rancajale itu mentor yang berjasa dan sudah Dianggap seperti ayah kandung sendiri.

Dari semua model video musik buatan kalian, siapa menurut kamu yang paling cocok untuk jadi bintang film ternama?
ANGGUN: Oom Leo (model video The Upstairs) dan Tumpal Tampubolon (model video Dick Tamimi and The Friendly Love) seharusnya bisa jadi aktor watak.
HENRY: Baila Fauri. model video musik Bedchamber – “Natural”

Baca juga:  Mods Indonesia Merayakan Hari Buruh

Di lokasi syuting, pernah malas syuting?
ANGGUN: Malas ngomong lebih tepatnya.
HENRY: Gak pernah. Selalu siap dan fit 😀

Jika anak-anak kalian ingin berprofesi sebagai pembuat video musik, apa nasihat kalian?
ANGGUN: “Lakukan semau kalian.”
HENRY: “Nak, jangan perlakukan media video sebagai video, karena kamu adalah video. Sudah sana, rekam gambar yang baik dan jangan lupa shalat.”

Apa kemungkinan terdekat bagi The Jadugar di masa depan?
ANGGUN: Buku terjual habis dan cetak ulang.
HENRY: Bikin The Jadugar-The Movie berdasar dari buku arsip The Jadugar.

Dari berjumpa dengan berbagia bos label, hal apa yang paling berkesan buat kalian?
ANGGUN: Ruangan tempat meeting dan ruang kerja mereka.
HENRY: Yang paling berkesan, mereka punya visi yang baik untuk artis-artisnya. Lalu kita patahkan. Dan mereka membayar kita untuk itu.