240

Zigi Zaga: Psycho Mob yang Terinpirasi Anime

Zigi Zaga di Record Store Day 2019 Kuningan City, Jakarta / foto: dok. Facebook Zigi Zaga

Merilis rekaman fisik di ajang tahunan Record Store Day memang menjadi agenda banyak band tanah air, tak terkecuali Zigi Zaga. Proyek punk rock garapan vokalis The Brandals, Eka Annash ini menjadikan momen ini untuk merilis Psycho Mob, debut album baru mereka.

Selain album, kuartet yang digawangi Eka Annash (bass/vokal), Rika Putrianjani (gitar/vokal), Emil Pahlevi (gitar), dan Wizra Uchra (drum) ini juga merilis single kedua di album ini bertajuk “No Casualties“ di ajang Record Store Day dan 16 April kemarin, videoklip dari single ini tayang di Youtube.

Saya beberapa kali menyimak panggung Zigi Zaga pada setiap kesempatan. Saya setuju terhadap pondasi dasar musik Zigi Zaga menurut mereka, yaitu Punk Rock yang di-injeksi elemen lain seperti Blues, Grunge, Heavy Metal hingga Pop. Pengaruh ngebut dengan sound gitar tebal, ciri khas Alternative Rock 90an, meminjam referensi dari band seperti Pixies, Sonic Youth, Smashing Pumpkins.

Baca juga:  Ketika Reaksi Bicara Kepalsuan
Eka dari Zigi Zaga, band proyekannya yang merilis albumnya di RSDI / foto: Pohan

Pengaruh musiknya bisa ditarik selentur mungkin hingga ada muncul warna-warna Talking Heads, ESG, Patti Smith, Joan Jett & The Runaways. Bagi yang sudah memegang CD dan memutarnya terus menerus tentu akan paham mengapa band-band seperti itu yang disebut. Nah, dari sini mungkin saya sudah tak perlu menjelaskan lagi soal kenapa Eka Annash membentuk Zigi Zaga selain dari alasan klasik yaitu mencari ‘penyegaran referensi’ di luar bandnya.

Zigi Zaga di Record Store Day / foto: Pohan

Soalan tema, Zigi Zaga punya ragam yang menarik. 11 lagu yang termuat didalamnya merupakan refleksi para personil terhadap lingkup lingkungan sekitar mereka. Menyoroti berbagai tema mulai dari adiksi terhadap gadget (Kill The noise), self-empowerment (Psycho Mob & Coming Down From A High), & peer pressure (Lost In The City). Namun mereka menyebutkan bahwa porsi subjek tematik paling besar adalah pergulatan dan perjuangan psikologi individu yang mencoba melewati berbagai gempuran cobaan hidup keseharian di berbagai aspek dari depresi, percintaan sampai tekanan sosial.

Baca juga:  Pamungkas Rilis Album Remix Walk The Talk
Rika, perpaduan Patti Smith dan Courtney Love / foto: Pohan

Judul Psycho Mob sendiri terinspirasi diambil mereka dari serial komik anime Jepang berjudul Mob Psycho 100. Dipubikasi tahun 2012, komik ini bercerita tentang karakter seorang remaja mempunyai kekuatan psikologis dahsyat yang bisa meledak dibawah tekanan. Sebuah narasi yang menurut Zigi Zaga sempurna untuk diadaptasi sebagai judul album.

Album Psycho Mob dari Zigi Zaga.

Dirilis oleh Disaster Records, label rekaman asal Bandung, album Psycho Mob merupakan hasil proses jerih payah pengerjaan yang memakan waktu 3,5 tahun dengan biaya sendiri, merekamnya di dua studio musik, di ALS Rempoa (Tangerang) dan Starlight Studio Pondok Kelapa (Jakarta Timur).

Bagi yang penasaran dengan sisi lain dari Eka Annash, silakan simak Psycho Mob. Saya menanti aksi mereka di panggung besar semacam Synchronize atau bahkan We The Fest? Hmm, mungkin saja.