10 Album Indonesia ini Sudah Berusia 10 Tahun

Jun 12, 2022

Sepuluh tahun bukanlah waktu yang singkat. Ada banyak hal yang terjadi selama kurun waktu satu dekade. Ada orang yang keluar dari pekerjaan yang lama atau masuk di kantor yang baru, anak-anak yang tumbuh dewasa, orang tua meninggal dunia, teman kita nambah anak lagi, mungkin juga ada perceraian di sana seperti juga ada pernikahan.

Di musik, ceritanya tak kalah kompleks, dari mulai band bubar, personil cabut, mungkin musisi tertanggap karena narkoba. Musisi lanjut usia meninggal dunia, konser dan festival musik yang berkesan, album-album dirilis, lagu-lagu baru dimainkan dan lain sebagainya.

Bicara soal album, di tiap tahun selalu ada album rekaman yang dirilis. Beberapa album musik masih dikenang karena meninggalkan jejak spesial di hati para fans dan pendengarnya. Mungkin saja ada cerita di balik album tersebut atau cerita lain yang menyertainya.

Pophariini akan menelusuri 10 dari album musik Indonesia yang kini sudah berumur 10 tahun.


Payung Teduh – Dunia Batas

Sebelum album ini keluar, Payung Teduh memang sudah menjadi kebanggaan anak-anak FIB Universitas Indonesia di Depok. Jadi wajar bila album kedua Payung Teduh ini dinanti-nanti. Pasalnya, tidak banyak fans yang bisa menikmati CD debut album s/t mereka yang mungkin diproduksi terbatas.  Begitu bergabung dengan Ivy League dan CD Dunia Batas keluar di April 2012, karya mereka bisa dikenal secara lebih luas. Selain karya-karya baru, CD album Dunia Batas juga membuat lagu-lagu dari album s/t yang dimainkan ulang dengan aransemen yang lebih lebar dan matang, hasil tangan dingin Mondo Gascaro yang bertindak sebagai produser.

 

Gamaliel Audrey Cantika – s/t

Album yang dirilis Sony Music Indonesia pada 30 Juni 2012 ini membuat cakrawala baru untuk trio vokal sudah marak sejak RAN dan Hivi! Trio asal Jakarta yang memang sudah  punya nama karena rajinnya mereka merekam lagu cover dan diunggahnya di Youtube. Aktivitas itu pun tetap dikerjakan mereka bahkan setelah mereka memiliki karya sendiri. Puncaknya di 2014, video cover “Mirrors” -nya Justin Timberlake yang sempat diperlihatkan di Grammy 2014 silam menjadi berita yang cukup sensasional. Di album ini ada 4 single yang dijagokan, yaitu “Ingin Putus Saja”, “Cuma Aku”, “Akuilah Aku” dan “Jangan Parkir (The Op Op Song)”.

 

Seringai – Taring

Butuh lima tahun bagi Seringai untuk menyelesaikan album Taring setelah Serigala Militia yang rilis cakram padatnya di 26 Desember 2012 lewat label Demajors. Sebelum album ini keluar, mereka terlebih dulu merilis single “Tragedi” yang dirilis dengan metode free download lewat laman situs resmi mereka. Selain single mereka, beberapa lagu di album ini seperti “Dilarang di Bandung” dan “Program Party Seringai” juga kerap dibawakan di atas panggung.

 

Morfem – Hey, Makan Tuh Gitar!

Hanya selang setahun dari Indonesia (2011), Morfem merilis album keduanya. Ini sebagai bukti bahwa Morfem punya banyak amunisi lagu yang siap rilis. Secara sound terdengar lebih sangar dibandingkan dengan album debut, namun terasa sekali bahwa mereka makin cadas di tiap rekaman yang mereka buat. Beberapa lagu seperti “Senjakala Cerita” dan “Belagak Gila” kerap dibawakan di atas panggung. Album ini menjadi album penuh pertama bagi bassist Yanu Fuadi yang menggantikan Bramasta J. Sasongko. Gambar close up tangan dan gitar dari gitaris Pandu menjadi cover dari album ini.

 

Noah – Seperti Seharusnya

Debut album ini penting karena menjadi titik awal Ariel dkk dengan entitas baru bernama NOAH pasca Peterpan bubar. Masuknya David, kibordis additional yang resmi diangkat jadi skuad NOAH membuahkan hasil Separuh Aku yang menjadi hit single. Di album ini juga NOAH mencatat rekor sebagai band yang menggelar konser di lima negara dalam waktu 24 jam.

 

Komunal – Gemuruh Musik Pertiwi


Komunal menambah deretan album 10 tahun di samping Seringai. Pengerjaan album ini dilakukan dengan live recording menjadi eksplorasi Komunal yang berbeda dengan album-album sebelumnya. Beberapa lagu seperti “Gemuruh Musik Pertiwi” dan “Ngarbone” kerap dibawakan di atas panggung mereka.

 

Zoo – Prasasti

Sebelum populer dengan Senyawa, seorang Rully Sabhara terlebih dulu berkarier di unit eksperimental bernama Zoo yang didirikan tahun 2005 dan Prasasti menjadi debut album mereka menyusul album-album rekaman yang lahir setelah itu. Yang menarik dari album ini selain lagu-lagunya yang unik, juga edisi boxsetnya yang dibuat dari batu granit yang berat yang hanya dicetak terbatas.

 

Once – s/t

Ini adalah album penting dari sejarah karier Once. Ini juga pembuktikan Once sebagai penyanyi solo pasca keluar dari Dewa tahun 2011 setelah menelurkan 5 album bersama Dewa19. Album ini mengusung singel “Pasti Untukmu”. Yang menariknya, beberapa singel solo Once terdahulu juga dimasukan di album ini, seperti “Dealova” (2005), “Kucinta Kau Apa Adanya” (2007), dan “Hilang Naluri” (2011).

 

Pure Saturday – Grey

Grey menjadi album studio kedua grup pop alternatif asal Bandung dengan vokalis Satrio NB setelah debutnya di Elora, 2005 silam. Grey juga menjadi album kedua Pure Saturday bersama label barunya Labyrinth dengan bantuan demajors. Di album ini musik Pure Saturday menjadi lebih kompleks dan progresif. Album Grey juga menjadi album pertama dan sejauh ini, satu-satunya yang dirilis dalam format piringan hitam. Di album ini juga, kita bisa mendengarkan kolaborasi grup ini dengan musisi legenda, Yockie Suryoprayogo.

 

Sammy Simorangkir – Aku Kembali

Aku Kembali adalah debut album solo pertama Sammy Simorangkir pasca keluar dari grup Kerispatih, band yang membesarkan namanya. Album ini melahirkan single “Sedang Apa dan Dimana” dan “Kesedihanku” yang menjadi hit beberapa lama setelah perilisan album ini yang bekerjasama dengan gerai makanan cepat saji. Album ini juga menjawab pertanyaan penggemar musik Indonesia dan kritikus yang menyangsikan dirinya bisa bersinar tanpa Kerispatih.

____

Penulis
editorial
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Eksplor konten lain Pophariini

20 Tahun Cintailah Cinta: Cinta Dewa Belum Bertepuk Sebelah Tangan

Jika misi Dhani untuk menjadikan album Dewa, Cintailah Cinta sebagai tambang uang setelah kesuksesan Bintang Lima, maka “Pupus” adalah jawabannya

T-Five Reuni di “One in a Million”

“One in a Million” juga menjadi sebuah penghubung menuju konsep terbaru T-Five, yakni TBF (T-Five Big Family) yang menggandeng para personel terdahulu.