13381

10 Album Terbaik Indonesia Versi Pop Hari Ini

Ilustrasi: @Abkadakab

Membuat daftar yang terbaik, termasuk album musik memang bukan pekerjaan yang mudah, namun tidak berat-berat amat juga. Faktanya, ada banyak orang di sosial media membagikan album-album terbaik versi mereka. Jadi sebenarnya daftar yang sangat subyektif ini memang menjadi sesuatu yang (harus) menyenangkan.

Mari kita mulai. Tahun 2018 dihiasi banyak album yang menarik. Kami lihat fenomena banyak album menarik yang dirilis di tahun kemarin. Meski semuanya baik, namun dari puluhan album yang kami dengarkan, tim redaksi berhasil menemukan, mengkurasi untuk kemudian mencomot satu per satu yang terbaik dari yang terbaik.  

Jika cermat, beberapa album sudah kami ulas di kolom resensi tiap Senin. Lima teratas adalah yang paling tebal dari kesepuluh. Sisanya tidak mengecewakan. Boleh setuju boleh tidak, tujuan kami tak muluk-muluk, semoga daftar ini bisa menambah referensi musik Indonesia bagi pembaca sekalian.  

 

Baca juga:  Rumahsakit Album Nol Derajat: Manuver Suhu Tahun 2000

1. Kunto Aji – Mantra Mantra

Paska terlalu lama sendiri, Kunto Aji kembali dengan album baru dan menetapkan standar tinggi baru untuk sebuah album penyanyi solo pria di Indonesia. Di album keduanya, Mantra Mantra Aji berbicara tema yang cukup berat, tentang kesehatan mental dan overthingking. Dalam aransemen musik sangat tidak biasa, melibatkan banyak produser namun sangat efektif, dan yang pasti mampu hadir seutunya dalam balutan kemasan pop, dengan lirik jitu yang mampu menyentuh hati para pendengarnya dan secara mujarab mampu menenangkan hati mereka yang mendengarkan. Penampilan perdana Aji membawakan seluruh lagu-lagu di album ke dua ini saat di Synchronize Fest 2018, dan dipenuhi penonton berjubel yang berdesakan ikut bernyanyi nyaris semua lagu barunya di luar kepala padahal albumnya baru dirilis beberapa hari adalah juga bukti dashyatnya album ini.

Baca juga:  Kampungan Versus Gedongan: Bagaimana Selera Musik Kelas Menengah di Indonesia Terbentuk?

 

2. Pangalo! – HURJE! Maka Merapallah Zarathustra

Di Medan, rapper ini ditemukan oleh produser/rapper hip hop muda bertangan dingin Senartogok yang merilis album perdana Pangalo! melalui label miliknya, Maraton Mikrofon. Pangalo! selain membuat 80% beat musiknya sendiri, juga banyak memakai sampling lagu-lagu populer legendaris apa adanya tanpa tendensi menambah-nambah atau mengurangi agar lagu aslinya tidak terdengar. Penggunaan sampling musik kulit hitam funk dan jazz, afro beat hingga folk populer dominan mengisi album HURJE! ini. Dari musik The JB’s band pengiring sang godfather of funk, James Brown, band funk kekinian Orgone, dewa funk Afrika, Fela Kuti. Tidak lupa musik Miles Davis, Jimi Hendrix, Bob Dylan dan Pink Flyod yang direspon Pangalo dan bisa terdengar menjadi lebih funky. Dengan racauan bahasa Indonesia lantang dan keras dalam balutan musik funk 70an yang ia sampling, Pangalo sangat mengingatkan pada kolektif hip hop legendaris lokal 90an, Homicide namun dengan unsur funk yang lebih kental.