20 Tahun Bintang Lima dan Pertaruhan Dewa

7820
20 Tahun Bintang Lima dan Pertaruhan Dewa

Ada dua sosok yang manuver pergerakannya hanya dirinya dan Tuhan yang tahu pasti. Pertama adalah ibu-ibu pengendara skuter matic. Kedua adalah Ahmad Dhani. Idiom klasik don’t change a winning time cuma dibuang ke tong sampah oleh Dhani saat ia melakukan perombakan nyaris total formasi album Pandawa Lima yang menguatkan posisi Dewa sebagai the big thing di lanskap musik populer Indonesia. Dengan merilis Bintang Lima menyamai bahkan, di beberapa aspek, melebihi role model-nya: Slank dan KLa Project.

Dari cerita-cerita tentang pemecatan personel, bagian menarik adalah kesaksian Aksan Sjuman. Meski sudah jadi rahasia umum kalau Aksan didepak gara-gara pukulan drumnya yang terlalu nge-jazz, pemecatan itu diakui Aksan, kalau memang ada perubahan dalam visi musik Dewa. Dhani lebih tepatnya.

Setelah fusion, adult rock, hingga alternatif. Mulai Toto, Casiopea, Van Halen, sampai Gin Blossoms, Dhani kemudian merombak semua formula dan formasi paten. Dhani seperti ingin membawa kemegahan rock, terutama Queen, secara paripurna. Selain persoalan ketergantungan narkotika, Ari Lasso dinilai Dhani tidak cukup mampu membawakan karakter rock yang diinginkan Dhani. Maka opsi awal disodorkan: Dewa akan pakai dua vokalis buat album baru.

Elfonda “Once” Mekel, nama yang digadang-gadang sebagai rekan duet Ari Lasso bukan sosok yang punya popularitas sepadan meski sempat merilis satu album bersama Pay, Ronal Fristianto, dan mendiang Andi Liany di Fargat 727. Gara-gara penyakit di pita suara, Once sempat mengubur impian sebagai penyanyi. Ia kemudian kembali ke kampus, lulus sebagai sarjana hukum UI, dan bekerja kantoran. Termasuk dalam proyek kerjasama riset LIPI dan Australia. Tempat dimana salah seorang pegawai tidak menyangka bahwa sosok penurut yang sering disuruhnya memfotokopi berkas-berkas perjanjian hukum itu beberapa tahun kemudian nongol di televisi sebagai vokalis salah satu band terbesar yang dimiliki Indonesia

didepak gara-gara pukulan drumnya yang terlalu nge-jazz, pemecatan itu diakui Aksan

Dhani tidak perlu mencari sampai lubang semut untuk mencari sosok yang disebut pegawai LIPI  “ngobrol saja suaranya merdu” itu. Mereka bertetangga di Pondok Indah dan sering nongkrong sekaligus menikmati saat Once menyalurkan hobinya bernyanyi di sebuah klub malam di daerah Blok M.

Singkat cerita, konsep dua vokalis ditolak oleh Ari Lasso yang meninggalkan “Elang” dan “Persembahan Dari Surga” sebagai karya terakhirnya bersama Dewa di album The Best Of Dewa 19 rilisan tahun 1999. Juga sumbangan vokal untuk beberapa lagu di bakal calon album baru, meski hanya sebagian kecil yang akhirnya benar-benar dipakai. Status Erwin “dalam pemantauan” seiring keputusannya untuk melakukan rehab di pesantren. Sementara posisi drum memang sudah lowong sejak Aksan dipecat pada 4 Juni 1998.

Di periode-periode ini Dhani sempat membuat supergroup Ahmad Band juga duet Ahmad Dhani & Andra Ramadhan. Proyek-proyek ini juga jadi cara Dhani untuk mengaudisi calon personel baru. Dhani yang butuh gebukan drum lebih bertenaga sempat naksir dengan Bimo, eks drummer Netral yang diajak bergabung di Ahmad Band bersama Andra juga Bongky dan Pay setelah mereka keluar dari Slank.

Ahmad Band
Ahmad Band. Ki-ka: Bongky, Bimo, Pay, Andra, bawah: Dhani / Foto: sampul majalah Hai

Sementara Once dipersiapkan Dhani dengan cukup serius. Selain dijadikan  backing vocal untuk tur Ahmad Band, bersama Bebi yang kemudian membentuk Romeo, Once juga mengisi bagian vokal latar untuk soundtrack “Kuldesak” yang ada di album Ahmad Dhani & Andra Ramadhan juga “Persembahan Dari Surga” di album The Best of. Dhani juga membuatkan single “Anggun” yang disebut sebagai pembuktian Dhani pada Andra kalau Once memang layak menggantikan Ari Lasso. Once dinilai Andra punya kelebihan secara teknikal, namun kurang flamboyan seperti Lasso.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments