20 Tahun Bintang Lima dan Pertaruhan Dewa

9215

Kekhawatiran dan ketakutan personel Dewa justru diganjar dengan penjualan album yang menurut catatan terjual hingga 1,7 juta kopi. Bintang Lima yang dirilis bulan April kemudian menjadi babak pertama dari kegemilangan tahun 2000 sebagai tahun emas industri musik Indonesia. Setelahnya Sheila On 7 di akhir September/awal Oktober mencetak sekitar satu setengah juta keping dari Kisah Klasik Untuk Masa Depan dan Jamrud menutupnya melalui Ningrat di angka penjualan dengan kisaran yang sama.

Single-single di Bintang Lima kemudian punya cerita kesuksesan sendiri-sendiri. “Dua Sedjoli” dijadikan sebagai soundtrack untuk sinetron Cerita Cinta. Sinetron ini memajang relationship goals generasi millennium baru 2000, Teuku Firmansyah dan Cindy Fatikasari, bersama nama-nama beken seperti Marcella Zalianty, Surya Saputra, dan Dea Ananda. Nama terakhir adalah alasan personal mengapa cewek berambut sebahu selalu menarik. Ceritanya masih di seputar problem cinta remaja, namun Cerita Cinta cukup berani menyodorkan tema yang cukup sensitif untuk kultur Indonesia, yakni LGBT.

Bintang Lima yang dirilis bulan April kemudian menjadi babak pertama dari kegemilangan tahun 2000 sebagai tahun emas industri musik Indonesia

Saat itu pola umum di scene sinetron adalah menggunakan lagu-lagu populer sebagai soundtrack. Bergeser dari pola sebelumnya yang secara khusus memproduksi lagu tema khusus, dengan Chossy Pratama sebagai tempat langganan. Bahkan jika sinetronnya populer sampai dibuatkan album soundtrack seperti OST. Janjiku dari Paramitha Rusady atau Melangkah Di Atas Awan-nya Ronny Sianturi. “Sephia” milik Sheila On 7 juga “Pelangi Di Matamu” dari Jamrud juga dipakai untuk sinetron yang berjudul sama di kurun waktu tersebut.

Kepopuleran Bintang Lima juga membuat beberapa musisi melakukan interpretasi untuk lagu-lagunya. Yang menarik adalah Inul Daratista. Ratu Ngebor ini membawakan “Separuh Nafas” dalam format dangdut. Lagu ini memang sangat ndangdut dari sananya. Sulit untuk menolak bergoyang sejak intro gitar Andra yang khas itu. Belum lagi video klip yang memang komikal, berbeda dengan klip “Roman Picisan” yang menampilkan sesuatu yang megah. Deddy Dores sebagai produser berhasil memaksimalkan karakter lagu dengan identitas cengkok dangdut Inul yang kuat. Selain “Separuh Nafas”, Inul juga juga membawakan “Cemburu” dan “Dua Sedjoli”.

Baca juga:  Penyanyi Crooner Indonesia Jaman Kiwari

Bintang Lima dengan segala kelebihan dan kekurangannya akhirnya mempertahankan Dewa di klasemen band kelas atas dengan caranya sendiri.

 

_____

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments