5 Alasan Tidak Perlu Sedih Ketika Band Idola Bubar 

• May 8, 2021
5 Alasan Tidak Perlu Sedih Ketika Band Bubar

Menyusul Adi Widodo yang memutuskan pergi dari Stars and Rabbit, Tony Dwi Setiaji yang tak lagi bersama The Brandals, dan cerita lain. Kemudian baru-baru ini Emil dan Pepeng yang memutuskan tak lagi bersama NAIF. Meskipun belum ada pernyataan bubar namun hal ini cukup menggemparkan penggemarnya.

Perpisahan mungkin bisa menjadi suatu hal yang melegakan sekaligus menyedihkan. Sebuah keputusan yang pastinya sudah melewati proses renungan panjang. Tak semudah itu meninggalkan, namun begitulah adanya.

Band seperti tidak lagi memiliki kekuatan yang utuh ketika salah satu personelnya pergi. Teringat sebuah wawancara dengan salah satu personel band yang namanya cukup besar, saya menanyakan tentang “Apa yang membuat band bertahan kalau misalnya tidak ada lagi yang mau dilakukan?”. 

Lalu, sang personel menjawab, “Band bukan hanya tentang kita sebagai band melainkan ada hal lain yang bisa dipertahankan. Salah satunya kru”. Perbincangan ini terjadi jauh sebelum masa pandemi.

Apakah masa pandemi membuat orang-orang harus rela kehilangan? Sejenak kita bisa membayangkan. Jangankan ditinggalkan personel. Kalau band tersebut bubar, haruskah kita marah-marah dan menangis sepanjang tahun? Tentu tidak.

Inilah 5 alasan tidak perlu bersedih ketika band bubar atau musisi yang kalian cintai berhenti main musik:

 

1. Masih ada dokumentasi

Kamu masih tetap bisa mendengarkan rekaman musik mereka dari rilisan fisik/layanan musik streaming atau melihat video manggung mereka di ponsel atau akun resmi band di YouTube.

 

2. Harapan dari reuni

Reuni dengan personel lama, atau band yang lama vakum/bubar akhirnya kembali untuk bersenang-senang. Hal ini selalu mungkin terjadi. Rindu besar cuma bisa ditebus dengan pertemuan apalagi kalau ada cuan. Huehehe.

 

3. Peluang untuk yang baru

Kamu tidak perlu bersedih karena kamu akan mendapatkan pengganti. Kamu telah memberikan band atau musisi yang lain peluang untuk mulai disukai dan diidolakan sama kamu.

 

4. Cuma manusia

Band atau musisi yang kamu idolakan tetap manusia biasa punya hak dalam membuat keputusan, sama sepertimu apalagi hal pribadi agar hidup mereka tetap menyenangkan. 

 

5. Tidak ada yang abadi di dunia ini.

Mulai sekarang, sebelum terlalu bersedih. Relakan yang bubar, karena yang tak kalah penting hidup terus berjalan. 

Setel lagi lagu-lagu favoritmu dari album pertama sampai album terakhir yang terbaik dari band atau musisi idolamu. Harapan kita terhadap band atau musisi idola yang masih merilis karya musik. Bertahanlah dengan melakukan eksplorasi agar tidak garing!

_____

Penulis
Pohan
Suka kamu, ngopi, motret, ngetik, dan hari semakin tua bagi jiwa yang sepi.
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Eksplor konten lain Pophariini

Resensi: Sunwich – Storage

jika anda penyuka katalog gelombang baru band indiepop vokalis perempuan, anda harus memberikan Sunwich kesempatan untuk dipasang kencang-kencang.

Mau Tau Banget?: Mentor Interview – Laleilmanino

Selamat datang di edisi perdana Mentor Interview! Sekilas mengenai Mentor Interview, kami berkeliling menemui nama-nama yang sudah tidak asing lagi di industri musik Indonesia saat ini. Nama-nama yang kami temui, mempunyai keahliannya masing-masing di …