5 Hal yang Menggambarkan Sal Priadi

292
Sal Priadi
Sal Priadi mengungkapkan 5 hal yang menggambarkan dirinya

Setelah Berhati, Sal Priadi merancang sesuatu yang baru dalam Kumpulan Lagu Cinta #01 yang diawali dengan perilisan single “Irama Laot Teduh” pada Juli 2020. Jika dilihat secara penampilan, menurut Sal si Kumpulan berbeda dengan Berhati yang memang ditujukan untuk pertunjukan.

Bukan berarti si Berhati dilahirkan tak sepenuh jiwa. Namun, dari mulai ide serta kemasan, Kumpulan sengaja dibungkus berbeda. “Ini adalah ruang bermain yang serius (si Kumpulan Lagu Cinta),” kata Sal. Nantinya, bakal ada dua lagu lagi yang bakal dirilis untuk melengkapi volume #01.

Sal membuat Kumpulan sebagai ruang eksplorasi yang diharapkan terus berjalan. Per seri Kumpulan berisi tiga buah lagu. Ia pun membebaskan diri secara tema. Walau tetap dalam koridor romansa.

“Tapi beda-beda tuh. Sekarang lagi senang, ya senang. Kalau ntar ada kepikiran lagu sedih, ngomongin tentang lagi perselingkuhan. Ya akan muncul lagu sedih,” ungkap Sal.

Perjalanan karier bermusik yang dilewati oleh Sal masih terbilang awal. Ia merasa menjadi musisi merupakan bagian dari perjalanan karena semua yang dilakukan berangkat dari sebuah gagasan. Gagasan tersebut dituliskan menjadi lirik, menjadi lagu, atau menjadi novel dan film.

Sal juga mengaku, ia kebetulan memiliki suara yang enak untuk menyanyikan lagunya sendiri. Ketika disuruh menyanyikan lagu orang lain, Sal merasa belum tentu baik.

“Gue tau cara menyampaikan itu. Jadi itu yang gue pegang erat. Kalau gue punya sesuatu yang harus disampaikan lewat musik, gue akan merilis lagu. Tapi kelak gue punya sesuatu yang harus disampaikan lewat buku, ya gue akan bikin buku,” jelas Sal.

Bagaimana Sal hari ini, tak pernah menutup kemungkinan yang lain. “Mengenal gue sebagai musisi hari ini, ya gpp Alhamdulillah. Tapi gue berkarya. Kelak medianya bisa berbeda,” tutup pria yang kini sudah berpangkat ayah.

Selain menanyakan seputar karya, Pop Hari Ini penasaran tentang hal yang menggambarkan dirinya. Beberapa waktu lalu, kami menemui Sal di halaman yang sama dengan Nino Kayam ‘RAN’. Akhirnya, Nino ikut berkomentar apa yang dia ketahui tentang Sal. Simak sebagai berikut:

Sal Priadi
Nantikan aksi Sal Priadi di Papparappop festival tanggal 15-17 Agustus mendatang

1. Gigih

Nino: Waktu Sal emang lagi bersiap untuk masuk ke industri. Dia directly tuh ngajak ngobrol banyak banget teman-teman yang ada di musik. Gue salah satu orang yang kebagian privilege mendapatkan DM dari seorang Sal Priadi. Maksudnya Sal, dia tinggalnya nggak di Jakarta. Tapi apapun dilakukan untuk bisa hadir di industri yang mungkin karena tersentralisasi di Jakarta. Akhirnya, dia ke Jakarta. Jadi menurut gue itu salah satu bentuk effort gigih. Nggak semua bisa kayak Sal, maksudnya terbentur sama jarak udah bisa kayak ‘enggak kali ya’. Toh di Malang udah besar namanya. Udah nggak perlu apa-apaan lagi. Tapi kan dia memimpikan sesuatu yang jauh lebih besar dari apa yang sudah ada.

Sal: Gue mengomentari itu, kayaknya benar deh. Rasa kegigihan itu ya gue dapatkan dari karena gue tau maunya apa, dan apa yang gue jalani itu seperti apa. Jadi gue berusaha keras untuk itu. Supaya sampai di tujuan yang gue inginkan.

 

2. Imajinatif

Sal: Gue suka ngawang-ngawang. Gue suka berimajinasi. Mungkin banyak hal yang berangkat dari imajinasi gue. Kayak apa ya, kayak lagu-lagu. Trus cerita, itu semua berangkat dari hal-hal yang imajinatif. Gue orangnya suka berimajinasi.