5 Lagu Indonesia Pilihan Nino Kayam ‘RAN’

555

Setelah 14 tahun melewati perjalanan dengan RAN, sibuk bareng Lale dan Ilman dengan Laleilmanino, serta menghasilkan single duet bareng penyanyi lain. Anindyo Baskoro a.k.a. Nino Kayam akhirnya cukup punya rasa percaya diri untuk memulai karier solonya dengan merilis single perdana “Pergilah” Juni 2020. 

Bersolo karier bukanlah rencana yang baru. Ia mengaku sudah menyelami sekian cara untuk meyakinkan diri. “Proses ketemu sama banyak orang, berkarya untuk orang lain, berkarya untuk band sendiri. Sebenarnya ini udah keinginan dari dulu. Cuma masalah berani atau enggaknya aja. Tapi setelah melewati banyak proses, akhirnya gue merasa kayaknya udah waktunya deh. Udah tua hehehe,” kata Nino. 

Meski akan fokus di karier solonya, Nino juga mengabarkan RAN segera merilis lagu baru. Dimana RAN untuk ke depannya bakal memulai membuka diri untuk menjemput kolaborasi-kolaborasi, ungkapnya. Terakhir bersama Hindia dalam judul “Si Lemah”.

Di edisi 5 Lagu Indonesia Pilihan kali ini, Nino membeberkan cerita tentang lima lagu Indonesia yang jadi favoritnya. Salah satu lagu yang disebutnya merupakan karya musik dari kolaborator RAN di lagu “Salamku Untuk Kekasihmu Yang Baru”. Pasti tau dong siapa. Simak berikut ini:


 

1. Guruh Soekarno Putra – Seni

 

Salah satu lagu karya anak bangsa yang pas gue dengerin kayaknya itu bisa jadi cerminan suara hati semua seniman atau insan seni di negara kita. Soalnya line awal dari si lagu tersebut ‘kan, ‘mengapa kau meremehkan kesenian dan kau menganggap para seniman itu pemimpi, sebelum kau menyadarinya, hentikan dulu lagu ini, dan pergilah hiburlah dirimu bersama kehampaan’. Nah dari situ gue ngerasa kayak, kalau misalnya loe lagi ngerasa capek banyak nemuin jalan buntu menjadi seorang musisi atau seniman, loe ingat aja niat awal loe untuk berkarya untuk berseni. Bahwa kayak loe harus berbangga tanpa adanya loe, banyak banget hati-hati di luar sana yang nggak bisa terhibur. Terkadang mereka lupa, mereka anggap seni cuma menghibur aja esensinya. Padahal lebih besar daripada apa yang orang-orang bayangkan. Jadi, selamat berkarya!

 

2. RAN – Pandangan Pertama

Kalau nggak ada lagu ini mungkin gue nggak bisa punya kesempatan buat nulis banyak lagu lainnya, dan ini pun semua terjadi karena nggak sengaja. Jadi suatu hari waktu itu lagi bulan puasa. Rayi sama Asta jadi bintang tamu di sekolah gue. Karena gue lagi suka musik, gue disuruh jadi panitia sound system. Ngobrol dong di belakang. Gue baru aja suka musik, belum tau gimana caranya main musik secara proper. Nah, abis itu gue ngobrol sama mereka. Si Rayi sama Asta nanya, ‘ya udah loe kapan-kapan bikin lagu aja di tempatnya Asta, ada nih alat buat ngerekam’. Dia nanya, ‘mau kapan?’. Gue bilang, ’sekarang’. Nggak pake nunggu lama. Akhirnya gue nginap di sana tuh. Abis selesai nginap di sana. Paginya gue mau pulang. Rayi sama Asta ngasih dengar lagu, lagu kosong. Rayi sama Asta tuh punya band dulu namanya F.R.D. (Funk Rap Disco). Emang salah satu kiblat musiknya, musik-musik R&B, hip hop. Gue ‘kan Kahitna banget ya. Pas gue denger, ‘boleh nggak sih kalau gue bikin lagunya pake bahasa Indonesia aja’. Menurut mereka, ‘ya udah coba aja’. Jadilah “Pandangan Pertama”.

 

3. Dewa – Risalah Hati