5 Lagu Pamungkas Pilihan Pamungkas

May 16, 2021

Pamungkas mendapat pujian dari para pendengarnya ketika ia merilis ulang album Solipsism dengan aransemen yang berbeda di awal bulan Februari 2021 lalu. Bedanya dengan Solipsism, 0.2 bonus “Hello – Voice Memo” yang berdurasi sekitar 1 menit. 

Selang waktu berlalu, bocoran tentang album barunya pun terungkap. Saat ia menjawab pertanyaan-pertanyaan dari pengikutnya di Instagram beberapa hari lalu.

Pamungkas mengabarkan, kalau album mendatang sudah selesai ditulis sejak 2020.

“Sudah ada 14 lagu. Tapi belum komplit hatinya, belum pas untuk masuk studio. Ditambah baru rilis Solipsism 0.2,” tulisnya.

Ia juga menjelaskan bahwa ia butuh waktu sebelum akhirnya kembali masuk ke studio untuk memproduksi album keempat.

Meanwhile – pengennya manggung offline dulu bawain Solipsism 0.2 baru nanti rilis lagi.”

Sebelum nantinya berkesempatan untuk menonton Pamungkas secara live di mana pun, kita simak dulu 5 lagu ciptaannya yang terpilih olehnya sebagai berikut:


 

  1. “Boy” – (Walk The Talk)

Gue tulis ini secara tidak langsung gue berbicara kepada diri gue sendiri yang masih kecil, the inner child. There is something I think it’s beautiful, Boy.

 

2. “Untitled” – (Flying Solo)

Gue nulis lagu ini karena ngeliat, gue lagi di Bali waktu itu. Lagi naik motor, gue ngeliat ada plang disewakan kolam renang. Trus gue sampai pelan banget naik motor, hampir berhenti, ketawa karena lucu banget di Bali orang sewa kolam renang. Ada orang yang menghabiskan uang dan waktunya untuk membuat bisnis sewa kolam renang di tempat, di mana pantai di mana-mana. And that’s, very funny to me. Dan itu gede duitnya, dan waktunya panjang. Kok ada ya orang kayak gini. Trus ketika gue ketawa, lalu gue sadar bahwa gue masih dikasih ketawa dan bisa bersyukur. Trus gue tulis “Untitled”. It’s about gue meninggalkan gue yang dulu untuk gue yang baru. Kayak process of dari kepompong jadi kupu-kupu. Prosesnya itu gue tulis di “Untitled”.

 

3. “Nice Day” – (Flying Solo)

Gue tulis di Rumah Makan Padang di Bali, beberapa menit setelah landing trus gue melihat matahari di Bali. Ini enak banget ya. Almost feels like a home. Trus gue lapar, makan nasi padang, trus gue nulis “Nice Day”.

 

4. “Still Can’t Call Your Name” – (Solipsism 0.2)

Karena gue banget sih. Loe berlari dalam hidup hanya untuk mengetahui you run so far away, just to go to the full circle. Loe lari jauh banget, hanya untuk mengerti loe kembali kepada titik awal loe berlari. Menurut gue it’s a beautiful process to understand who you really are.

 

5. “Riding The Wave” – (Solipsism 0.2)

Ini lagu tentang this is me every day. Kadang gue nggak tau apa yang gue lakukan dalam hidup. Ya, jalanin aja. Apa yang dikasih gue terima, maksimalkan. I’m just riding the wave. It’s a very, makanya gue akan selalu bisa relate, kapanpun sama lagu ini.


 

Penulis
Pohan
Suka kamu, ngopi, motret, ngetik, dan hari semakin tua bagi jiwa yang sepi.
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Eksplor konten lain Pophariini

Mezzaluna Mengawali Karier Bermusik dari “In Situ”

Anak sulung Bimbim ‘Slank’, Jaya Mezzaluna Bungari memulai perjalanan karier bermusik lewat single perdana “In Situ” di akhir September 2021.

Pembuktian Sheila on 7 di Kisah Klasik Untuk Masa Depan

Dalam berbagai aspek, album kedua Sheila on 7, Kisah Klasik untuk Masa Depan dapat dianggap sebagai arketipe album kedua yang baik