5 Video Musik Indonesia Pilihan The Jadugar

Jun 6, 2020
The Jadugar

Televisi yang entah sejak kapan percisnya sudah ditinggalkan atau suatu hal yang lalu banget bagi mereka yang sudah menemukan dunia barunya di internet.

Kini semua orang tak perlu lagi menunggu VJ MTV mengoceh untuk bisa menyaksikan video musik berikutnya, yang terganti oleh pilihan search maupun next via YouTube.

Zaman memang sudah berubah, namun yang pasti orang-orang di balik perkembangan dari seni visual itu sendiri tetap menunjukkan eksitensinya mengukir sebuah perjalanan.

Adalah Henry “Betmen” Foundation bersama Anggun “Culap” Priambodo beberapa waktu lalu merilis sebuah buku The Jadugar: Tahun Mengobrak-abrik Video Musik Indonesia.

Jika sudah membaca buku catatan mereka yang bisa disebut dokumentasi petualangan kreatif tersebut mungkin kamu juga termasuk dari perjalanan. Simak lima video musik Indonesia pilihan The Jadugar berikut ini:


 

Pilihan Henry “Betmen” Foundation

 

1. Tatyana Akman – Sad Today (2019)

Dir: Tatyana Akman

Dikasi tau sama istri kalo ada bintang film bikin lagu. Pas liat intro video musiknya langsung tertarik untuk nonton dan dengerin. Ternyata video ini disutradarai sendiri oleh sang biduwan. Sinematography dan lokasinya menarik, editing dan grading juga baik. Asik.

 

2. Gizpel – Zittau (2015)

Dir: Vinny Asrita

Pertama liat visual video ini langsung nempel dikepala sampe sekarang. Sangat sederhana namun dengan eksekusi visual yang manis dan menarik. Yang paling penting adalah mood antara musik dan visual yang tepat guna.

 

3. Harlan Boer – Jatuh Cinta Diam Diam (2019)

Dir: Toma kako

Untuk lagu durasi yang cukup panjang, sebenarnya video musik ini cukup monoton. Tapi karena gw suka musik dan liriknya, ketika memahami benar esensi dan terbius lagu ini justru kemonotonan video ini mejadi magic tersendiri. Dengan tone color yang washed dan gelap juga plot twist di akhir video.

 

Pilihan Anggun “Culap” Priambodo

 

4. Bvrtan – Operasi Kegelapan yang Memonopoli Ekonomi Pedesaan (2016)

Dir: Bvrtan (info tidak ditemukan, saya berasumsi)

Entah ini seperti sebuah perasaan menghantui terus sejak pertama kali menontonnya. Menghantui karena saya memang suka sama efek saat menontonnya dan setelahnya yang terus dibuat diam terhanyut tanpa ada yang perlu penjelasan apa-apa melihat gambarnya yang gamblang tanpa tedeng aling-aling. Nafsu saya terhadap tempe, nasi anget dan sambel ulek langsung memuncak. Terima kasih sudah memberi kesempatan pada jati diri untuk muncul.

 

5. Django – Kamseng Riddim (2016)

Dir: Allan Soebakir

 

Kalau musik video menjadi medium ekspresi percobaan akan efek-efek kehidupan yang lain jadinya akan seperti ini. Kita jadi masuk membayangkan atau bisa terlibat pada pertanyaan siapa kita manusia yang hanya debu ini? kita sampai lupa bahwa yang sedang kita tonton adalah alat promosi musiknya. Apa baju yang pas untuk dipakai saat kita pesta berdoa memetik kabel kusutnya PLN? Kita jadi ngelantur kemaren mau bilang apa tapi nggak jadi bilang, besok mau nyebrang jalan ah di Tomang tapi sampainya di Jatinegara, dan seterusnya.

_____

Simak ulasan buku The Jadugar di kolom resensi PHI di sini. Jangan lupa, kalau tertarik beli bukunya ya.  

 

 

Penulis
Pohan
Suka kamu, ngopi, motret, ngetik, dan hari semakin tua bagi jiwa yang sepi.

Eksplor konten lain Pophariini

Gavendri – Should I | GOODLIVE Sessions

Di akhir bulan Agustus lalu, Gavendri kembali melepas satu lagi nomor yang membawa warna terbaru dari perjalanan bermusiknya, peralihan dari pop ke R&B.

Tiga Nama di Edisi Kedua Album Kompilasi Sun Eater

Setelah melepas edisi perdananya di bulan Agustus lalu, kali ini Sun Eater kembali melepas edisi keduanya dari album kompilasi ini.