337

Aksi Duo Dalam Musik Indonesia

Sulit membentuk grup musik gara-gara tak punya rekan bermusik yang cukup? Hanya tinggal berdua saja? Jangan jadikan itu masalah. Membentuk duo mungkin bisa jadi solusi. Karena sejarah mencatat banyak musisi duo yang sukses mengguncang dunia. Baik itu bicara dulu dan kini, dalam skala nasional maupun internasional.

Format duo sendiri muncul telah lama sejak era 60-an. Meskipun pada saat itu perhatiannya belum sebesar pada musik rock dan pop, yang biasa hadir dengan formasi minimal tiga personil atau lebih. Terlebih saat itu adalah hal yang mustahil bagi duo untuk jadi aksi utama, dan bisa mengguncang panggung besar dan membuat penonton bergoyang. Hal yang lumrah dan lazim dilakukan oleh sebuah band.

Namun hal itu berubah di akhir 70-an ketika musik elektronik mulai berkembang dan memungkinkan musisi tampil hanya berdua saja dan bisa menghasilkan musik elektronik yang “penuh”. Sehingga bisa menggoncang panggung besar. Salah satu contohnya adalah duo elektronik era 80-an Pet Shop Boys. Setelah itu berbagai formasi duo pun terus berkembang. Siapa yang bisa lupa dengan duo garage rock era 2000an, The White Stripes yang secara harfiah sungguh tampil dengan dua instrumentasi, gitar dan drums saja.

Baca juga:  16 Pertanyaan: Tika Pramesti (Indische Party)

Bagaimana di Indonesia? Pop Hari Ini mencoba menelusuri aksi duo di dalam sejarah musik Indonesia di bawah ini. Ada yang terlewat? Silahkan tambahkan di kolom komentar.

 

Franky & Jane

Franky And Jane. Foto: dok. istimewa

Franky Hubert Sahilatua & Jean Mauren Sahilatua adalah nama lengkap duo Franky & Jane yang besar di 70-an. Mereka adalah adik kakak yang sangat dipengaruhi oleh musik country dan musisi solo folk barat era 60/70-an seperti Joan Baez dan Bob Dylan. Namun yang membedakan mereka adalah unsur kedaerahan budaya Indonesia yang masih kuat melalui lirik dan sedikit banyak bersentuhan dengan dunia sosial. Duo ini sangat produktif di era 70-an dan menghasilkan dua album, Indah di Pantai dan Kembalilah di tahun 1975, serta album Musim Bunga (1977) yang sukses di pasaran. Jejaknya begitu kuat terutama untuk musik pop akustik/folk lokal di Indonesia.

Baca juga:  5 Lagu Indonesia Pilihan Rara Sekar  

 

Duo Kribo

Duo rock fenomenal yang terdiri dari vokalis rock papan atas Indonesia di era 70-an, Ahmad Albar (God Bless) dan Ucok Harahap (AKA Band). Kedua vokalis berambut kribo ini membuat proyek bersama dan menghasilkan beberapa album. Dengan latar belakang  band-nya masing-masing yang sudah terkenal dan mempunyai basis penggemar fanatik, tidak heran bila proyek ini menuai kesuksesan yang fenomenal. Sehingga melahirkan sebuah film dengan judul yang sama, Duo Kribo (1977) yang disutradarai oleh Edward Sirait dan ditulis oleh Remy Sylado serta Ucok Harahap. Album yang turut menuai sukses ini ironisnya menjadi album penutup proyek Duo Kribo.

Sampul Album OST Duo Kribo.

Meskipun begitu jejak Duo Kribo melanglangbuana sampai ke negeri seberang hingga Malaysia dan Singapura bahkan ke dunia barat. Hingga salah satu lagunya “Uang” masuk ke dalam kompilasi Those Shocking Shaking Days (Indonesian Hard, Psychedelic, Progressive Rock And Funk: 1970 – 1978) yang dirilis label Amerika, Now Again.

Baca juga:  Pop Figur – Agan Harahap, Seniman Fotografi