96

Album yang Mengubah Hidup: Ardhito Pramono

Ardhito Pramono / dok. istimewa.

Bagaimana sesuatu menjadi sangat berkesan adalah perasaan yang tak bisa diubah?Ardhito Pramono punya pilihan atas album yang mengubah hidupnya sama seperti musisi lain yang pernah kami temui.

Awal 2020 ini, Ardhito memiliki catatan baru: Debutnya berakting sebagai Kale di film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini. Tak sekadar memainkan peran, ia juga mengisi soundtrack film tersebut lewat “fine today”.

Yang tak kalah penting dari jutaan penonton di bioskop, kamu bisa simak sebentar apa album yang mengubah hidupnya berikut ini:

Radiohead KID A / dok. Wikipedia.

Kid A adalah album studio keempat oleh band rock Inggris Radiohead, dirilis pada 2 Oktober 2000.

Di lagu ini, Thom Yorke cs melakukan perubahan radikal di musik. Diproduseri Nigel Godrich, album Kid A menggabungkan synthesizer, mesin drum, string dan brass, menggambar pengaruh dari musik elektronik, ambient, krautrock, jazz, dan musik klasik abad ke-20.

Baca juga:  Ya Musisi, Ya Penyiar: Inilah 8 Musisi yang juga Penyiar

Yang menarik dari promosi Kid A adalah Radiohead tidak merilis single atau musik video apapun, termasuk wawancara media. Sebaliknya, mereka menggunakan internet sebagai alat promosi. Mereka menyediakan album ini untuk didengarkan secara streaming (bahkan album ini sudah bocor duluan sebelum tanggal rilisnya). Selain itu, Radiohead juga menyediakan bootleg gratis penampilan mereka di internet.

“Menurut gue album ini punya pesan banget di semua lagunya. Dari sebuah depresi bisa menjadi sebuah inspirasi. Dari inspirasi bisa berubah menjadi sebuah rezeki yang tidak terlihat,” ungkap Ardhito soal album ini.

Ardhito mengaku telah mengalami hal itu. “Gue nggak tau kenapa. Pada saat itu Thom Yorke, ngeluarinnya ya udah ngeluarin aja. Trus banyak judul yang menurut gue uncommon aja buat satu album,” tambahnya.

Baca juga:  Pop Figur – Agan Harahap, Seniman Fotografi

Sebuah lagu bertajuk “Motion Picture Soundtrack” adalah menjadi favorit Ardhito Pramono. Lagu yang punya struktur surealistik ini diakui Ardhito sangat membekas di jiwanya.

“Paling membekas di telinga dan jiwa gue. Gue belum berani bawain karena gue tau nggak bakalan dekat lebih keren daripada Thom Yorke bahkan nggak bakalan dekat ke situ.” tutupnya.

____