Album yang Mengubah Hidup: Indra Lesmana

Jun 26, 2021

Musisi kawakan Indra Lesmana baru saja merilis album berjudul The Essential Volume 1 akhir Mei 2021. Album berdurasi hampir dua jam menampilkan total 19 lagu. Indra menyebut lagu-lagu di album ‘one of my daily work’. Rangkuman dimulai dari tahun 1980 – 2020. 

Tak hanya rilisan musik, ia juga bakal mengeluarkan buku yang ditargertkan beredar sekitar September atau Oktober tahun ini. 

“Nantinya, akan men- support buku yang aku sedang buat. Siap untuk dirilis juga, buku ini juga judulnya sama dengan album. Di dalam buku itu, semua karya-karya essential menurut saya dari perjalanan karier saya bermusik yang di dalamnya akan ada partitur lagu-lagunya untuk bisa dimainkan. Kemudian ada cerita di balik lagunya,” kata Indra Lesmana saat ditemui Pop Hari Ini (28/05).

Buku juga menampilkan foto-foto karya istrinya, Hanny Hrihandojo. Penggemar pasti sudah tidak sabar untuk memiliki karya Indra Lesmana yang satu ini. Sebelum itu, simak pilihan album yang mengubah hidupnya sebagai berikut:

Sakura – Fariz RM

Fariz RM - Sakura

Indra Lesmana mengaku, ia mendengarkan banyak sekali album saat ia masih kecil karena memang senang mendengarkan musik. Menuutnya, saat itu hiburan belum terlalu banyak.

“Jadi, hiburannya adalah beli kaset. Tapi, satu album dari semua album yang aku beli. Selain album-album dari luar maupun dari Indonesia. Ada satu album yang membuat aku, ini musik apa yah. Kok keren banget dan membuat aku pengin bisa belajar lebih banyak tentang how to create and produced music itu adalah album dari Fariz RM ‘Sakura’.”

Alasan mengapa Fariz RM karena ia ingat sekali pertama kali membeli kaset yaitu album ‘Sakura’. Usianya masih belasan tahun saat album diluncurkan.

“Aku kebetulan udah suka banget dengan pop music yang adventurous. Artinya it gave you that bukan hanya lagu. Tapi ada adventure– nya dalam lagu. Adventure tuh maksudnya adalah lagunya tuh bisa dibawa ke mana gitu. Ya, mungkin sound– nya dibawa ke mana. Kemudian, aransemen musiknya bisa dibawa ke mana. Nah, saat itu tuh kayaknya album itu yang buat aku pengin bisa belajar to make good pop song,” jelas Indra.

Seingat Indra Lesmana saat itu belum ada musisi Indonesia yang membuat lagu pop seperti album ‘Sakura’. 

It really changes my life untuk bisa. Gini, album Sakura itu kan bisa dibilang bukan hanya album solonya Fariz aja. Tapi, one man band. Dia yang main drum, dia yang main bass, dia yang main gitar, dia yang main keyboard, dia yang nyanyi. Which is adalah hal yang pertama kali aku pengin bisa lakukan waktu pertama kali aku di studio. Jadi pas dengar itu yang kok bisa gitu, kok bisa gitu bunyinya. Abis itu aku just try to, sampai sekarang I’m still making music dengan konsep seperti itu sebenarnya. Yaitu trying to layer things. Jadi, album ini membawa aku untuk bisa belajar how to layer things, from nothing scratch and layering sampai jadi.”

Lagu favorit: Sakura

Pilihan lagu favorit Indra Lesmana dari album ini tak lain berjudul sama “Sakura”. 

“Kalau kita dengerin lagu Sakura. Fariz masukkin that Japanese works di situ. Itu belum pernah ada tuh saat itu tiba-tiba ada orang Jepang ngomong. Trus tiba-tiba dia bawa satu repetition of that bass line. Panjang banget kemudian it is like the groove taste kemudian dia masukkin speech Jepang di situ. Itu wow sih, gila belum ada tuh. Untuk zaman itu lagu pop tuh 2 menit. Itu something yang membawa kita ke sebuah an adventure.”

“Jadi, di saat itu Fariz juga mengubah stigma bahwa sebuah lagu pop tuh harus pendek karena zaman itu Beatles cuma ke luar 2 menit, 1,5 menit, 2,5 menit. Zaman sekarang udah balik lagi sih kayak gitu kalau bisa begitu masuk, udah hook. Karena sekarang kalau enggak di- skip sama pendengarnya. Which is menurut aku the beauty of ‘Sakura’ adalah kita dibawa ke satu adventure. Itu menurut aku seru sih, kalau bikin musik tuh menurut aku memang harus begitu sih. Just got it take your time. Bawa pendengarnya ke satu suasana kemudian kembalikan ke suasana lain. But at the same time, lagunya tetap bisa dinyanyiin. Liriknya juga bisa connect. That’s great.”

 

______________________________________________________________

Penulis
Pohan
Suka kamu, ngopi, motret, ngetik, dan hari semakin tua bagi jiwa yang sepi.
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Eksplor konten lain Pophariini

Pengamat Musik Senior Bens Leo, Tutup Usia

Pengamat musik sekaligus tokoh yang penting dalam perjalanan industri musik Indonesia, Bens Leo tutup usia pada Senin (29/11/2021).

Nadin Amizah Tayangkan Ulang Konser Tunggalnya

Selang setahun, Nadin Amizah memutuskan untuk menayangkan ulang konser tunggalnya yang sudah bisa disimak melalui kanal YouTubenya.