1456

Di Bawah Radar : 5 Gitaris Berbakat Non Heroik

Berdasarkan tulisan 5 Vokalis di Bawah Radar Kita Semua yang sempat menuai komentar menarik di sosial media, maka timbul ide menarik untuk sekalian saja membuat rubrik khusus bertajuk Di Bawah Radar, di mana rubrik ini akan memberikan ruang untuk nama-nama, baik band dan musisi yang belum terlalu populer atau nama-nama populer yang memiliki elemen menarik tertentu yang jarang terlihat secara kasat mata.

Di edisi pertama (jika boleh saya sebut) saya akan membahas soal daftar 5 gitaris. Perlu digaris bawahi bahwa “radar” di sini adalah gitaris yang tidak pernah masuk ke dalam daftar gitaris Indonesia terbaik, bahkan tidak masuk dalam 36 Guitar Heroes Indonesia versi majalah Rolling Stone Indonesia.

Mereka juga hampir pasti jarang terpampang dalam poster-poster workshop dan/atau klinik gitar. Atau juga tampil ramai-ramai dalam sebuah grup bertema guitar hero yang memainkan solo panjang yang menakjubkan. Meskipun begitu gitaris di bawah radar ini adalah gitaris yang masih aktif dan punya ciri khas kuat di dalam gaya permainannya.

Baca juga:  5 Lagu Campursari Didi Kempot Pilihan Kunto Aji

Mereka juga membuktikan kalau bisa bermain baik ritem sebaik bermain melodi-melodi yang sesuai kebutuhan lagu. Baik di dalam rekaman atau di atas panggung. Ada gitaris di bawah radar yang terlewat? Silahkan tambahkan di kolom komentar.

 

Fajar “Jarwo” Endah Taruna

Fajar “Jarwo” Naif. Foto: dok. Istimewa

Salah satu nama dalam dunia musik populer Indonesia yang jelas di bawah radar adalah Jarwo “Naif”. Nama Jarwo nyaris tidak pernah masuk ke dalam daftar gitaris terbaik Indonesia, juga tidak masuk dalam 36 Guitar Heroes Indonesia milik majalah Rolling Stone Indonesia. Meskipun begitu kekuatan permainan gitar Jarwo adalah di jarinya. Ia tidak pernah memakai alat-alat vintage yang mahal. Menurutnya tone gitar itu ada di jari tangan, bukan di alat-alat mahal. Dengan alat sederhana, ia lebih mengutamakan cara bermainnya. 20 tahun lebih mencipta lagu dan manggung dengan Naif yang mengharuskan bermain gitar dengan gaya retro/vintage, siapa sangka kalau ternyata sebenarnya ia adalah pengemar berat gitaris virtuoso Eddie Van Halen yang punya style permainan hardrock yang identik dengan tapping. Gaya permainannya ini bisa didengar dalam lagu “Dia Adalah Pusaka Sejuta Umat Manusia Yang Ada Di Dunia”.

Baca juga:  Selamat Datang 2019 : 5 Hal yang Marak di Tahun ini

 

Mohammad Istiqomah “Is” Djamad alias Pusakata (eks- Payung Teduh)

Is Pusakata. foto: Indra Gobenk

Senjatanya adalah gitar akustik nylon. Meskipun beberapa kali Is terlihat memakai gitar elektrik. Di bawah radarnya Is ini karena ia lebih banyak dikenal sebagai penulis lagu/penyanyi. Namun terlepas dari dua hal tersebut Is adalah pemain gitari nylon yang sangat berkarakter. Perhatikan isian ritemnya di lagu-lagu Payung Teduh, serta beberapa solo gitarnya yang sangat menarik. Salah satunya solo gitar di lagu “Angin Pujaan Hujan” yang sangat meliuk dan menari-nari sesuai kebutuhan lagunya yang bernuansa keroncong.

 

Warman Nasution (TOR)

Warman Nasution “TOR”. Foto: dok. Istimewa

Sangat minim gitaris funk di Indonesia, salah satunya gitaris/vokalis TOR ini yang kini justru aktif sebagai gitaris tambahan di berbagai band. TOR sendiri adalah band yang sempat merajai pensi dan festival musik di Jakarta pada tahun 2000an dulu dengan musik funk-nya yang agresif. Bersama TOR, Warman sempat merilis album Lorem Ipsum di tahun 2012. Meskipun kemudian TOR nya –mengutip ucapan Warman- “terlalu santai”. Namun Warman kini terlihat banyak membantu sejumlah band. Seperti Rock N Roll Mafia, Indische Party dan Hightime Rebellion.