1611

Gesekan di Blantika Musik Indonesia dalam Tinjauan Sejarah

Ilustrasi: Rio Adiwaluyo

Beberapa saat lalu perkara potongan video wawancara membuat salah satu sosok musisi muda paling menjanjikan saat ini, Baskara Putra, jadi sasaran perisakan. Gara-gara pernyataannya yang oleh beberapa pihak dianggap menyinggung penggemar metal, apapun yang diunggah perihal Baskara menjadi bahan cibiran. Baik itu yang menyangkut bandnya, .Feast (semoga saya tidak salah menaruh tanda titik) juga monikernya, Hindia.

Adalah situasi umum ketika ada sosok yang tengah menjulang ditambah basis penggemar yang kuat dan fanatik, ada kubu-kubu lain yang siap menunggu tergelincir. Sedikit kesilapan lidah yang terekam dalam jejak digital ibarat siraman bensin buat pihak oposan. Tapi kita tidak sedang berbicara tentang Ahok.

Dalam kasus Baskara, dia sampai harus membuat video klarifikasi bersama kawan-kawan satu bandnya. Saya sebut dia karena praktis dalam penggalan video wawancara yang jadi perkara itu juga video klarifikasinya, hanya Baskara saja yang angkat bicara.

Sedikit kesilapan lidah yang terekam dalam jejak digital ibarat siraman bensin buat pihak oposan. Tapi kita tidak sedang berbicara tentang Ahok.

Bukan sekali ini saja pernyatan-pernyataan yang terekam dalam platform media sosial menjadi pemicu keributan. Salah satu yang sering muncul adalah I Gede Ari Astina alias Jerinx, drummer Superman Is Dead. Sejumlah tokoh yang pernah menjadi sasaran mulai dari Presiden Joko Widodo, Susi Pudjiastuti, Anang Hermansyah (dan istrinya), hingga Via Valen dan. Dari soal sosial politik seperti Bali Tolak Reklamasi dan RUU Permusikan, perkara hak cipta lagu, sampai persoalan sepele gara-gara tren om telolet om. Terakhir drummer berperawakan bagai binaraga ini jadi bahan cercaan netizen gara-gara terus bersikukuh adanya propaganda dalam pandemi virus corona.

Baca juga:  Galang Dana Irama Nusantara, Pusat Arsip Musik Populer Indonesia

Media sosial dan kontroversi

“Media sosial mendorong figur dan pernyataan kontroversial untuk mendapat panggung,” kata Ibnu Nadzir, antropolog dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Menurut Ibnu yang juga mendalami kajian antropologi digital ini, teknologi secara tidak langsung mendorong untuk mengeluarkan pernyataan-pernyataan ekstrem. “Algoritma mendorong agar orang senang mengeluarkan pernyataan kontroversial. Makin ekstrem, makin mudah terlihat, makin cepat tersebar,” kata Ibnu.

Dalam kasus Baskara, dirinya menyatakan hal tersebut adalah karakter khas Gen Z. “Baskara mungkin secara tidak sadar sedang memberikan komentar. Itu karakter khas Gen Z, senang sekali memberikan isu, apa yang ada di kepala dikeluarkan. Sedikit banyak mereka besar dengan pola tersebut,” katanya.

“Algoritma mendorong agar orang senang mengeluarkan pernyataan kontroversial. Makin ekstrem, makin mudah terlihat, makin cepat tersebar,”

Menurutnya, bahkan langkah membuat video klarifikasi pun merupakan representasi dari Gen Z. “Ini berbeda dengan generasi sebelumnya,” katanya. Ia mencontohkan Shaggydog dan Superman Is Dead.  “Ketika dianggap bermusuhan, langkah klarifikasi mereka adalah nongkrong bareng sambil minum-minum mungkin, lalu bikin lagu ‘Jika Kami Bersama’,” kata Ibnu.

Baca juga:  Alm. Naniel: Sosok Misterius di Balik SWAMI dan “Bento”

Internet telah membuat muatan-muatan yang sebetulnya bersifar sektoral bersinggungan dengan ranah lain. Dalam kasus ini, antara Baskara dan semestanya dengan penggemar musik metal. Internet telah membuat sekat fisik jadi hilang dan membuat hal-hal yang sifatnya internal jadi konsumsi bersama. “Dahulu genre atau scene tidak beririsan, ruangnya tidak melebur. Sementara di internet kita ada dalam satu ruang maya yang beririsan,” jelas Ibnu.

Ditambah lagi media yang bekerja dengan pola yang sama dengan media sosial. Alih-alih menjalankan fungsi-fungsi verifikasi fakta lewat gatekeeping berlapis, media massa memilih menjadikan pernyataan-pernyataan personal pesohor di media sosial secara mentah-mentah sebagai produk jurnalistik. “Media hari ini bekerja dalam model media sosial juga sebenarnya.”