Musisiku Sayang, Musisiku Malang: Musisi Ter-bully Netizen di 2020

2480
Musisi Ter-bully Netizen di 2020

Jika kamu tidak sanggup menahan panas kompor, jangan bekerja di dapur. Pepatah tersebut ditujukan sebagai peringatan bagi mereka yang menaruh harap menjadi seorang juru masak. Dapur rekaman juga demikian, musisi punya risiko tak menyenangkannya sendiri. Di-bully salah satunya. Betul, perlakuan spesial sudah bukan menjadi sesuatu yang asing. Bak magnet yang mampu menarik perhatian, semua mata tertuju padanya. Diprioritaskan adalah perlakuan manis yang datang setelahnya. Digandrungi, berkesempatan besar untuk menjaring keuntungan finansial, hingga menjadi pendobrak semangat banyak orang adalah kemegahan-kemegahan lainnya.

Apabila menjadi terkenal tidak mendatangkan malapetaka, bintang Gilda Radner tidak akan mengalami anorexia karena tekanan penampilan. Direktur Psychosocial Stress Research Program di Florida State University, Charles Figley, memaparkan beberapa sumber tekanan yang biasa menjadi beban bagi mereka yang biasa kita temui dalam layar. Kehilangan privasi, penggemar yang berlebihan, terus-terusan dipantau, pers, dan yang tak boleh dilupakan, kritik.

Mengkritik dan berkomentar memang hak semua orang. Tidak ada yang salah dengan hal itu. Hanya saja, tidak semuanya menggunakannya dengan benar dan tepat sasaran. Lontaran kalimat kasar sebagai upaya melabeli, mencaci dengan sindiran, hingga menghina secara terang-terangan alias cyberbullying adalah dinamika sosial media yang nyaris tidak pernah absen.  Musisi di bawah ini adalah sasaran dari amukan, sindiran, hingga umpatan netizen sepanjang tahun 2020:

 

Hindia (Baskara Putra)

Hindia
Hindia resmi akhiri Menari Dengan Bayangan

Jagat media sosial disibukkan dengan dua potongan video yang berisi Baskara tengah mengomentari genre musik rock dan metal––menyebutnya tidak zaman lagi dan sudah tidak didengar lagi di zaman sekarang. Peradaban, karyanya bersama .Feast disebutkan oleh Baskara sebagai lagu yang jauh lebih keras dari lagu-lagu musik metal yang pernah didengarnya. Hal ini ramai dan mendapatkan kecaman dari komunitas musik rock dan metal. Sejumlah musisi rock dan metal juga turut bersuara.

*Video Ngobam: Momen Baskara bilang kalau musik metal sudah tidak relevan dan tidak lagi didengarkan.

Baskara tak tinggal diam, ia membuat video permintaan maaf yang kemudian diunggah di laman Instagram Feast. Ia mengaku memiliki jutaan rasa hormat kepada setiap orang yang berjuang di industri musik. Terlontar pula janji untuk lebih berhati-hati dalam mengeluarkan pernyataan dan bersikap. Mantan staff departemen pendidikan dan kebudayaan Universitas Indonesia ini juga meminta kepada setiap orang untuk menegurnya jika kembali mengulangi kesalahan serupa.

*Video wawancara .Feast dengan Musik Medcom: Momen Baskara bilang Peradaban lebih keras dari lagu metal manapun yang ia dengar.

 

Nadin Amizah

Kontroversi yang menghampiri dirinya dimulai lewat unggahan pelantun “Bertaut” itu di Twitter. Ia mengunggah empat foto dirinya dengan membubuhkan keterangan, “Your girlfriend. Your mentally unstable girlfriend,” Dari situ, Nadin dianggap meromantisasi isu kesehatan mental. Mereka menasehati, bahwa tindakan yang paling tepat apabila mengalami hal tersebut adalah mencari pertolongan pada profesional, bukan membanggakannya.

Hal-hal remeh lain juga tak luput dari amukan peselancar media sosial. Mereka menyoalkan keputusaan Nadin yang merahasiakan toko-toko yang menjual pakaian yang biasa ia pakai. Penampilannya di atas panggung juga sempat dibahas, teman duet Kunto Aji di lagu berjudul “Selaras” ini dianggap terlalu puitis oleh beberapa orang, terlalu melankolis dan cengeng.

 

Jerinx aka JRX – Superman Is Dead

Jerinx SID. Foto: dok. istimewa
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments