1611

Gesekan di Blantika Musik Indonesia dalam Tinjauan Sejarah

Pernyataan Harmoko pada 24 Agustus 1988 seketika menjadi petir yang menyambar di siang bolong. Harmoko dalam ulang tahun TVRI mengkritik stasiun televisi plat merah itu tidak akan berhasil “menumbuhkan semangat kerja yang menjalin-jalin dengan semangat disiplin nasional” jika acara-acara TVRI banyak diwarnai dengan lagu-lagu yang dia klasifikasikan sebagai “ratapan patah semangat berselera rendah”, “keretakan rumah tangga”, atau “hal-hal cengeng”.

Betharia Sonata dan Harmokio / dok. istimewa

Bagi Betharia, ini juga mengherankan. Pasalnya pada bulan April 1988 (jika melihat keterangan tahun di sampul kaset), Betharia merilis album Aku Pilih Pegawai Negeri dengan single berjudul sama. Betharia mengajak para lajang untuk menentukan pilihan hatinya kepada pegawai negeri saat posisi tawarnya lumayan tinggi karena ada saudagar kaya yang melamarnya. Yang gemuk saudagar kaya hartanya di mana-mana/yang berkumis pegawai negeri/hidup sederhana// Gambaran tentang pegawai negeri rupanya tak banyak berubah: tetap sederhana.

Dalam mekanisme dukungan politik di era Orde Baru, pegawai negeri adalah pengepul suara Golkar.Di sampul album rilisaan Musica Studio’s itu, Betharia berpose bersawa grup lawak Jayakarta Grup. Sang maskot, Jojon, bahkan berpose dengan seragam batik khas Korpri yang berlogo beringin itu. Ternyata hal itu masih belum dianggap cukup oleh Harmoko untuk menebus dosa.

Sebagai pemegang kuasa kegiatan propaganda media, Harmoko pernah mencekal Rhoma Irama, Bimbo, hingga Elpamas tampil di TVRI

Harmoko memang tidak eksplisit menyebutkan judul-judul lagu yang dicurigainya itu, tapi siapapun langsung paham jika “ratapan patah semangat berselera rendah” adalah penafsiran dari berulang kali aku mencoba s’lalu untuk mengalah atau “keretakan rumah tangga” merupakan interpretasi lihatlah tanda merah di pipi bekas gambar tanganmu, yang tentu saja semuanya dilakukan secara sepihak. Hal ini karena Obbie Messakh sebagai pencipta lagu berpendapat lain. “Saya mencipta berdasarkan apa yang saya lihat dan saya alami. Itu adalah gambaran nyata dari kehidupan ini,” katanya sebagaimana dikutip  Yock Fang Liaw dan ‎Leo Suryadinata dalam Essential Indonesian Reading: A Learner’s Guide (2005: 48). Seperti yang ditulis di Tirto.

Baca juga:  Pop Indonesia Seputar ‘65

Selang beberapa hari tanggapan bermunculan. Yang paling menggelikan, ada membuat versi lirik “Hati Yang Luka” dengan semangat pembangunan! Berulang kali aku mencoba/slalu untuk berjuang// Demi keutuhan dan Pancasila/untuk tetap bangkit//…Lihatlah tanda merah dan putih/lambang gagah berani/demi pembangunan sosopolekbud/menuju lepas landas//

Sangat presisi menggambarkan Orde Baru yang keblinger dengan slogan!

Warkop DKI juga gatal ikut memparodikan. Dalam Godain Kita Dong (1989), Dono membawakan lagu tersebut saat ngamen di bus kota bersama pacarnya, Madona (Liza Patsy). Liriknya berubah jadi berulang -ulang sudah ku bilang/ bapak ibumu galak// Tapi kau cuek saja/tak mau tau akan perasaanku/// Bagian bridge-nya tak kalah kocak dulu segenggam beras kau pinjam aku, dengan refrain yang legendaris pulangkan saja aku ke Amerika atau Alaska.

Belakangan pencekalan Hati Yang Luka ini ditengarai tidak jauh dari urusan intrik politik. Yampolsky menyebutkan ada dua rumor yang kencang beredar. Pertama adalah perebutan pengaruh antara Harmoko sebagai Menteri Penerangan dengan Direktur TVRI saat itu, Ishadi S.K. Rumor lainnya adalah perkara UUD menyangkut persoalan pembagian profit penjualan album dengan Eddy Sud yang sangat diuntungkan mengingat posisinya sebagai produser Aneka Ria Safari. Ujung-Ujungnya Duit.

Baca juga:  Kilas Balik Konser dan Festival Musik Indonesia Di 2018

Tindak tanduk Harmoko ini sebelas dua belas saat dia pernah mengkritik lirik-lirik dalam dangdut. Belakangan, tulis Andrew Weintraub dalam Dangdut Stories (2010), hal itu dilatarbelakangi persaingan pengaruh di Golkar dengan Moerdiono yang menjabat sebagai Menteri Sekretaris Negara. Moerdiono memang dikenal sebagai figur pejabat dan politikus pecinta dangdut, termasuk dengan salah seorang biduannya.