856

Internet dan Media Sosial Dalam Lirik Musik Indonesia

Walaupun mungkin masih bermasalah dengan pembajakan dan hak cipta, namun tetap harus diakui kalau Indonesia punya industri musik populer yang patut dibanggakan. Terlebih di dalam level asia tenggara. Berbagai genre musik dengan pasarnya sudah terbentuk. Dari rock, metal, reggae hingga jazz dan K-pop semua ada pangsa pasarnya di Indonesia.

Yang juga menarik adalah bagaimana para musisinya cepat menangkap tren serta fenomena sosial yang terjadi di sekitar kita. Salah satunya adalah internet dan media sosial. Dari Efek Rumah Kaca dan GIGI hingga Saykoji. Pun sekarang ada Seringai dan  solois electropop asal Malang, Atlesta yang baru saja merilis singel terbaru “Pesona” yang berbicara tentang media sosial.

Berikut adalah lagu-lagu bertema internet dan media sosial di dalam musik populer Indonesia. Beragam tema dari game online, media sosial, perilaku menyebar gambar porno, hingga berita hoax, semua sudah dibahas tuntas. Ada lagu tentang internet dan media sosial yang terlewat? Silahkan tambahkan di kolom komentar.

Baca juga:  5 Lagu Indonesia Pilihan Mondo Gascaro

 

Efek Rumah Kaca – Kenakalan Di Era Informatika (Kamar Gelap, 2008)

Efek Rumah Kaca. Foto: dok. Istimewa

Merupakan singel pertama dari album kedua mereka yang berjudul Kamar Gelap. Membahas tentang pornografi yang dilakukan remaja saat itu yang menyebarkan foto-foto bugil via internet. Simak lirik pertama bagian verse dan chorus nya.

Senang mengabadikan tubuh / Yang tak berhalang padahal hanya iseng belaka / Ketika birahi yang juara / Etika menguap entah kemana / Oh!.. Nafsu menderu-deru, bikin malu..

 

Gigi – My Facebook (Selftitled, 2009)

GIGI. Foto: dok. Istimewa

Walaupun Gigi terlihat berusaha meraih pasar muda dengan memilih judul lagu “My Facebook”, ketimbang (mungkin) “My Detik.com”, tapi usahanya patut diberi jempol. Karena meskipun cukup corny judul dan liriknya, tapi mereka jadi salah satu band pertama yang mengangkat tema media sosial spesifik (FB) di lagu populer Indonesia. Mau baca liriknya? Ada di sini:

Berawal dari Facebook baruku / Kau datang dengan cara tiba-tiba / Bekas kekasih yang lama hilang / Satu dari kekasih yang terbaik / Mungkin waktu yang ku persalahkan / Mungkin saja keadaan yang salah / Terpikir hati untuk menduaTapi nurani tak bisa mendua

 

Baca juga:  Mei '98 Dalam Kenangan Musik Indonesia

Saykoji – On Line (2008)

Igor “Saykoji”. Foto: dok. Istimewa

Salah satu pelopor lagu tentang fenomena internet medsos di Indonesia ditelurkan oleh Igor “Saykoji” yang berjudul “On Line”. Lagu ini kemudian menjadi hits dan dipakai menjadi musik untuk iklan televisi salah satu provider telpon seluer. Di lagu ini Igor cukup jeli dan jenaka membahas fenomena internet dan medsos. Dari bangun tidur langsung on line, hingga selalu membawa flashdisk dikalungkan di leher.

nah udah mandi siap berangkat / langsung cabut takut terlambat / tak lupa flash disk gantung di leher / malah lupa sepatu jadi nyeker / flashdisk isinya bokep atau lagu / kalau ada kerjaanpun gue ragu / kalo emang berani coba pada ngaku / cek isi foldernya satu satu

 

Seringai – “Disinformasi” (Seperti Api, 2018)

Baca juga:  5 Lagu Pop Indonesia Pilihan Jevin Julian 
Seringai. Foto: dok. Istimewa

Seringai dengan sang frontman Arian13 memang terkenal vokal dan kritis menyikapi fenomena sosial dan politik yang kadang disampaikan sambil berkelakar di panggung. Meskipun melalui lirik-liriknya kita tahu kalau Arian sangat serius. Seperti di lagu tentang fenomena hoax ini.

Sesat, sesat / Disinformasi menyebar cepat / Sesat, sesat / Yang terencana

 

The Milo – Dunia Semu (Let Me Begin, 2003)

The Milo. Foto: dok. Istimewa

Jauh sebelum Saykoji dengan “On Line”, kuartet shoegaze asal Bandung The Milo terlebih dulu punya lagu tentang fenomena di internet, lebih tepatnya game online olahraga bola Championship Manager (sekarang bernama Football Manager). Lirik lagu ini sendiri ditulis oleh Aji sang vokalis di tahun 1996, ketika ia dan teman-temannya kecanduan bermain game online tersebut.

Dunia semu, terjebak aku didalamnya / Kacau balau dalam benak / Hari-hari membosankan / Memandang keliling penuh tulisan / Dunia semu, terjebak aku didalamnya / Kacau balau dalam benak / Orang-orang penuh amarah dan bingung / Melihatku, terlihat sepi diri

 

____