Irama Kotak Suara Pop Hari Ini #7

209
Irama Kotak Suara
Irama Kotak Suara volume 7

Irama Kotak Suara hadir kembali. Masih di tengah suasana isolasi akibat Pandemi yang belum berakhir ini, tidak sedikit musisi yang masih produktif untuk merilis lagu-lagunya.

Musisi-musisi ini bahkan tak peduli karya mereka didengar banyak orang atau tidak, mereka hanya ingin menjaga eksistensi mereka sebagai musisi, yaitu terus membuat karya. Kami salut kepada mereka.

Di edisi ketujuh ini, kami telah merangkum banyak email berisi lagu-lagu yang segar.  Dan seperti biasa ada beragam warna musik yang hadir dan berhasil mencuri perhatian redaksi Pop Hari Ini.

Sekadar informasi, jangan lupa mem-follow akun instagram resmi Irama Kotak Suara Pop Hari ini ya. Paska Pandemi ini, semoga kami bisa menghadirkan musisi-musisi ini secara live.

Kami hadirkan suara-suara baru yang layak untuk didengar. Industri musik Indonesia butuh penyeimbang, agar tidak jenuh dengan nama-nama yang itu-itu saja.

Selamat menikmati dan stay safe!


 

1. Modern Approach – Temples 

Jarang sekali kami mendengar ada grup yang memainkan darkwave, aliran sub dari post punk yang populer di Eropa paska ledakan punk generasi pertama. Dan duo asal Malang ini berhasil mengemas ulang single perdana mereka dengan sangat menarik.

2. Many West – Feeling Comes, Feeling Goes 

Demam musik dance dan pop, banyak band kemudian yang berani untuk muncul dan mengenakan baju ini. Termasuk di dalamnya Many West, Pop baru asal Semarang. Musiknya sendiri menjanjikan, meski jika dengan polesan produser bisa lebih baik lagi, namun debut mereka cukup untuk menunjukkan kiprahnya.

3. Syarikat Idola Remaja – Musafir Anthem 

Bandung memang menyimpan musisi-musisi yang unik dan cerdas. Bahkan mereka kerap berkumpul membuat perhelatan atau sampai membuat kolektif seperti Syarikat Idola Remaja ini. Hadir mengusung irama masa dulu, keroncong, aduhai!

4. Wolfza – No Time For A Reason 

Duo elektronik asal Bandung mengeksplorasi musik yang bernuansa electro-pop 80’an, menyuguhkan suara synth yang dominan dipadu dengan beat yang pas, sinergis. Cocok untuk soundtrack film-film klasik tentang balap sepeda.

5. Chriselda – Mine 

Chriselda is the next big thing, sejak awal 2020, penyanyi yang juga penulis lagu ini mulai memproduksi dan menerbitkan lagunya sendiri lewat internet. Gaya R&B seperti Jhene Aiko atau Frank Ocean memang menjadi ketertarikannya hari ini. Kami membayangkan musim hujan dan sendiri di apartemen ketika mendengarkan lagu ini.

4. Sheila Anandara – Kereta

Perempuan asal Jakarta ini mencoba peruntungannya di industri musik dengan musik akustiknya. Suaranya jernih dan polos. Musiknya pun begitu, tak terlalu banyak hiasan namun lebih menampilkan cerita yang hendak disampaikannya.

5. Ash-Shur – I See The Tree 

Jika didengar dengan seksama, musik dari Ash-Shur merepresentasikan suara ketakutan namun nikmat pada saat yang bersamaan. Sound vintage dan progresi mereka seolah membawa kita, kembali ke masa dan tempat dimana musik rock progresif menjadi dewa.

6. Emir Raihan – Abu (Bandung)

Musisi asal Bandung yang memulai kariernya di tahun 2019 ini merilis single ‘Abu’ pada tanggal 20 Februari 2020 yang lalu. Mendengarkan gayanya ada semacam ingatan akan hits lagu pop di era 90-an, menarik.

7. Rasukma – Diam Tak Melulu Emas 

Rasukma adalah bentuk pengecualian kami akan syarat IKS yang hanya seputaran single. Hanya karena grup folk pop asal Bandung ini teramat produktif atau memang kami terlewat untuk mengulas mereka. Lirik mereka sangat kuat, demikian pula musiknya.