Iwan Fals: “Mudah-mudahan dengan Piala Ini Bisa Mendapatkan Uang”

Nov 16, 2021
Iwan Fals

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, gelaran AMI Awards selalu membawa ceritanya tersendiri. Di tahun ini, gelaran bergengsi bagi insan musik Indonesia ini sudah memasuki umurnya yang ke-24 tahun. Sejak diadakan pada tahun 1997 silam, sudah tidak terhitung lagi berapa banyak penghargaan yang telah mereka berikan kepada musisi-musisi Indonesia di rentang waktu tersebut.

Tadi malam (15/11), gelaran AMI Awards di tahun ini baru saja melewati puncak acaranya. Bisa dibilang, bahwa bintang utama dari gelaran tahun ini adalah Raisa yang memboyong empat piala sekaligus dari kategori Karya Produksi Terbaik, Karya Produksi Re-Aransemen Terbaik bersama Andi Rianto, Artis Solo Wanita Pop Terbaik dan Album Terbaik Terbaik.

Tidak hanya itu, di tahun ini pula AMI Awards membawa tiga penghargaan khusus, yakni Lifetime Achievement, Legend Awards dan Dedikasi Musik.

Untuk Legend Awards, piala didedikasikan kepada tiga sosok, yakni mendiang Dian Pramana Poetra, The Rollies dan juga Titik Hamzah. Sementara untuk Dedikasi Musik, adalah Titiek Puspa yang menerima kehormatan tersebut. Satu penghargaan lainnya, Lifetime Achievement diberikan untuk Iwan Fals.

Dibacakan oleh Raisa dan Yura Yunita, piala juga diserahkan secara simbolis oleh Dwiki Dharmawan selaku ketua umum Yayasan AMI.

“Mudah-mudahan, dengan (piala) ini bisa mendapatkan uang” sambut Iwan Fals terkekeh, tidak lama setelah diberikan piala dari penghargaan tersebut.

Iwan Fals. / Dok: Official RCTI (IG).

Lanjutnya, Iwan Fals juga mengutarakan rasa syukurnya atas piala Lifetime Achievement yang diberikan oleh AMI Awards.

“Saya terima kasih pada Allah, pada keluarga, pada teman-teman, yang saya nggak bisa sebutkan satu persatu, bahwa ini mudah-mudahan menginspirasi kita tentang kebaikan ke depan, kebaikan terhadap alam semesta, terhadap manusia lain, terhadap diri sendiri.”

Memang, jika bicara mengenai perjalanan bermusik Iwan Fals di sepanjang tahun ini, kolaborasi adalah sebuah kata yang bisa merangkum semuanya.

Bertepatan dengan ulang tahun ke-60nya di awal bulan September lalu, Iwan Fals mempersembahkan sebuah album terbarunya yang berjudul Pun Aku. Album ke-42 Iwan Fals dalam diskografinya tersebut menjadi spesial, karena selain menggelar pertunjukan spesial tidak lama setelahnya, nomor-nomor di album tersebut juga turut melibatkan deretan musisi lintas generasi sebagai kolaborator.

 

Sebut saja hadirnya Sandrayati Fay dalam nomor “16/01”, Danilla Riyadi di “Penghibur Hati”, hingga Rara Sekar dan Maya Hasan dalam nomor “Bunga Kayu”. Tidak hanya itu, karena Iwan Fals juga dibantu oleh Lafa Pratomo sebagai co-producer. Lafa sendiri pun dalam beberapa waktu ke belakang turut memproduseri musisi lainnya seperti Danilla, Polka Wars hingga The Panturas.

Kolaborasi spesial juga hadir dalam gelaran Soundrenaline 2021. Kala itu dalam segmen That’s All Folks, sang legenda berkolaborasi dengan Fiersa Besari, Jason Ranti dan Fourtwnty. Keempatnya juga ditemani oleh Kamapella by Kamga yang beranggota Bilal Indrajaya, Agustin Oendari, Chevrina Anayang (Hondo), Morad hingga Kamga sendiri.

Fiersa Besari, Jason Ranti, Iwan Fals & Fourtwnty. / Dok: Raka Dewangkara.

Sementara jika ditarik mundur ke bulan Maret, album Mata Dewa yang rilis di tahun 1989 lalu dirilis ulang kembali dalam format piringan hitam.

“Tentunya ini menjadi penyemangat saya melangkah ke depan, waktu dibilang cepat ya cepat, dibilang lambat ya lambat. Mumpung ada waktu, yuk kita berbuat yang terbaik buat kehidupan”, tutup Iwan Fals tadi malam (15/11).


 

Penulis
Raka Dewangkara
"Bergegas terburu dan tergesa, menjadi hafalan di luar kepala."
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Eksplor konten lain Pophariini

Rizky Febian dan Kejutan-Kejutan Tentang Cinta

Belum puas dengan empat nomor tunggal yang dihadirkan di sepanjang tahun, kini Rizky Febian kembali menghadirkan sebuah nomor tunggal terbarunya.

Makin Banyak Koleksi Lo, Makin Gede Tanggung Jawab Lo

Kalau lo seorang kolektor vinyl, pasti sudah sadar kalau memiliki jumlah records yang bertumpuk-tumpuk bukan hal yang aneh lagi. Tapi dengan tumbuhnya koleksi lo, kalau enggak dirawat pasti ada satu atau mungkin beberapa vinyl …