401

KaleidosPOP 2019: Dia Lagi, Dia Lagi

Dengan akses internet tak terbatas sungguh sebuah keanehan bila sepanjang tahun 2019 kemarin nama itu-itu saja yang sering wara-wiri di layar hitam gawai kita entah itu via medsos dan Youtube. Atau juga di sekitar kita melalui panggung konser atau malah setia muncul di iklan televisi ataupun di dalam kereta listrik, KRL.

Tapi berbeda dengan daftar Dia Lagi, Dia Lagi tahun lalu yang didominasi para musisi, kali ini sosok yang kami angkat bukan hanya musisi. Tapi mereka yang masih bersinggungan dengan musik pop Indonesia. Mereka adalah nama-nama yang masih terus bersinar hingga di penghujung 2019.

Ada berbagai faktor yang membuat mereka terus muncul di sekitar kita. Pertama tentu saja eksistensi, baik itu karya ataupun berupa konten internet. Baik di medsos dan Youtube ataupun festival musik di sekitar kita sehingga terbukti diterima oleh kita semua. Baiklah, ini dia salah satu artikel “KaleidosPOP 2019, “Dia Lagi, Dia Lagi” para ikon populer di dunia pop Indonesia 2019 kemarin.

Baca juga:  5 Fakta Almarhum Yanti Noor dan Noor Bersaudara

 

Bude Sumiati

Bude Sumiyati / istimewa

Antitesis dari sosok orang tua yang kolot, suka melarang dan tidak trendi. Lahirlah sosok Bude yang asyik, punya selera humor “receh” dan tentunya trendi. Bayangkan betapa coolnya ide itu. Terlepas dari apakah kita ingin menjadi persis seperti sosoknya ketika berumur nanti. Dengan 270K follower di Instagram, hampir 500K follower di Twitter menjadikan sosok bude Sumiyati yang funky sebagai influencer tidak muda tapi menyasar segmen anak muda. Dari bintang iklan untuk Netflix, kemunculan di panggung-panggung skena indie, hingga yang terakhir merilis buku yang berisi kumpulan kutipan romantis, lucu, ironis yang sering ia lempar di media sosialnya. Semua itu membuat kita ingin men-tattoo nama Bude Sumiati di tubuh kita. Tidak setuju? Oke mungkin saya saja kalau begitu.

Baca juga:  Di Bawah Radar : 5 Gitaris Berbakat Non Heroik

 

Gofar Hilman

Gofar Hilman / istimewa

Di era internet dengan berbagai tutorial yang tersedia secara daring ini semua orang bisa jadi siapapun tanpa harus memiliki pengalaman panjang. Pengecualian untuk Gofar Hilman. Bertahun-tahun menjadi penyiar dan MC, ia tampak fasih mempraktikan pengalamannya untuk merambah berbagai hal lain yang masih berhubungan dengan dunianya. Dari menjadi MC, penyiar radio anak muda di waktu tayang prima, memiliki vlog dan menjadi Youtuber dengan subscriber fantastis serta memiliki usaha Lawless Jakarta yang memiliki beberacap cabang usaha. Selain itu salah satu konten akun Youtube nya, “Ngobam” (ngobrol bareng musisi) pun menjadi salah satu vlog musik yang paling banyak penontonnya.

 

Didi Kempot

Didi Kempot / istimewa

Dedengkot musik campur sari/pop dangdut milenium asal Solo yang seakan dilahirkan kembali di 2019 kemarin. Warganet pun menjulukinya dengan gelar The Godfather of Broken Heart karena lagu-lagunya yang mayoritas bercerita tentang patah hati. Sang “Lord” ini juga memiliki jamaah penggemar muda-mudi yang menamakan dirinya Sad Boisdan Sad Girls. Dengan musik campursari/pop dangdutnya, Lord Didi tidak saja melestarikan musik Jawa yang dibalut pop dangdut. Tapi juga membuktikan bahwa musik dangdut tidak melulu tentang biduanita cantik dengan dandanan seksi dan dengan tarian erotis menggoda.

Baca juga:  Album yang Mengubah Hidup: Teza Sumendra

 

Oom Leo

Oom Leo / istimewa

Campur aduk! Ketika acara keriaan tidak mengenal genre lagi. Apapun lagunya entah itu guilty pleasure ataupun lagu cult nostalgia, semua bisa bersatu padu di lantai karaoke bernyanyi bersama. Siapa sangka yang awalnya hanya menjadi pemandu keriaan di dalam lingkan kawan-kawan di Ruang Rupa saja di medio 2003 dan kemudian 2 dekade berlalu dan mendadak 2 tahun ini acara karaoke menjadi tren di mana-mana. Puncaknya adalah ketika Oom Leo memandu karaoke di Synchronize 2019 dengan bintang tamu para vokalis band pop melayu. Demam karaoke eklektik? Terima kasih Oom Leo