6702

PHI Kaleidospop 2018: Dia Lagi, Dia Lagi

Mereka sosok yang masih bersinar hingga di penghujung 2018. Saking seringnya muncul dan dibahas di situs dan akun Youtube musik lokal, hingga akhirnya harus diakui kami merasa sedikit jenuh dengan kehadirannya dan berharap ada sosok lain yang bisa diangkat. Terutama demi kelangsungan regenerasi skena independen ini *eaa.  Meskipun begitu alasan kenapa nama-nama ini terus diulas karena mereka adalah jaminan klik page view yang tinggi. Dan harus diakui kami pun di Pop Hari Ini sering juga mengulas mereka.

Perlu untuk dijelaskan berbagai faktor yang membuat mereka menjadi musisi kesayangan media alias media darling musician. Pertama tentu saja karya, lalu eksistensi baik itu di medsos atau panggung. Serta yang tidak kalah penting: ramah dan sadar pentingnya menjalin hubungan baik dengan para media. Oke sambil menunggu regenerasi itu terjadi sementara itu kami hadirkan Dia Lagi, Dia Lagi, para ikon populer di dunia musik Indonesia 2018 kemarin.

Baca juga:  5 Dampak Buruk Acara Karaoke untuk Kehidupan Musikmu

 

Arian 13 “Seringai/Lawless Jakarta”

Arian 13

Arian Arifin adalah vokalis Seringai, salah satu penulis lirik terdepan di Indonesia, pemilik dan pendiri Lawless Jakarta, Lawless Burger dan Duck Down Bar, seniman ilustrasi, kolektor piringan hitam dan kaus band, serta penggila konser, pembuat review makanan di salah satu medsos makanan, dan duta untuk Vans dan Jagermeister. Dengan segudang embel-embel tersebut sosoknya akan selalu menarik siapapun yang sudah lama, ataupun yang baru di skena. Tidak heran bila di penghujung 2018 masih banyak saja media yang terus mengulas bio pria ini. Bosan? Tunggu dulu, pernah lihat vokalis band metal diwawancara tentang kuliner oleh salah satu penyedia jasa tiket pesawat dan hotel?

Baca juga:  5 Lagu Indonesia Pilihan Atlesta

Prediksi di 2019: boleh minta sosok metalhead lain yang seru untuk diangkat? Belum ada? Waduh!

 

Jerinx “Superman is Dead”

Jerinx SID. Foto: dok. istimewa

Drummer Superman is Dead, dan pemilik café Twice Bar ini memang dikenal selalu kontroversial. Dan sepanjang 2018 ini bisa dibilang ia bagaikan -maaf- memberaki media cetak/elektronik mainstream dengan selalu mendapatkan eksposure berulang-ulang dari mereka tanpa henti. Dari mengkritik keras Via Vallen hingga sempat di bully oleh netizen, lalu menantang duel Habib Smith, hingga terlibat dalam debat di Twitter dengan menteri kelautan Susi Pudjiastuti. Itu nama-nama populernya saja. Jerinx juga terhitung rajin meladeni satu persatu para lawan debatnya di media sosial. Meskipun begitu Jerinx sangat lantang dalam meneriakan isu-isu lingkungan, termasuk Bali Tolak Reklamasi. Yang membuatnya berdebat panjang di Twitter dengan menteri Susi Pudjiastuti.

Prediksi Untuk 2019: drummer punk/pemilik bar dan aktifis lingkungan yang lantang di medsos sekaligus dunia nyata? kami masih butuh Bli Jerinx di 2019!