Kepedulian Musisi Muda Indonesia Terhadap Kesehatan Mental

845
Barasuara, 2019 / dok. Barasuara.

Ambil contoh lagu “Guna Manusia” yang memotivasi orang supaya terus bertahan hidup ditengah kondisi planet bumi yang semakin tergerus karena ulah manusia yang berakibat kepada pemanasan global. Atau track pertama “Seribu Racun” yang ditulis Iga Massardi tentang temannya yang mengalami depresi. Akibat terlalu banyak pikiran yang tidak bisa diungkapkan lewat kata-kata, dia akan merasa gamang sendiri. Hal inilah yang kemudian membuat kesehatan mental seseorang terganggu.

Beberapa bulan terakhir, frontman grup band .Feast, Baskara Putra membuat proyek solo dibawah nama “Hindia”. Berbeda dengan apa yang dilakukan bersama .Feast di mana dia sangat lantang menyuarakan protes terhadap elit politik dengan musik yang menghentak, Hindia justru lebih fokus terhadap curhatan tentang kehidupannya yang tentu sangat relate dengan kehidupan kita. Sambil dibarengi musik elektronik yang lumayan mendayu. Lagu-lagu seperti “Secukupnya”, “Evaluasi”, “Jam Makan Siang”, serta “Membasuh” merupakan lagu yang sangat relate dengan kehidupan setiap orang yang juga mempengaruhi kesehatan mental. Dimulai dari cerita mengenai kehidupan seseorang yang broken home sampai kebingungan seseorang dalam merangkai mimpi untuk masa depannya, cerita-cerita tentang permasalahan ini diakhiri dengan kata-kata motivasi yang pada intinya berkata “tenang, semua akan baik-baik saja”.

Satu lagu dalam proyek solo Hindia yang membuat saya merasa tertarik adalah “Secukupnya”. Di video klipnya yang tayang di YouTube per tanggal 16 Mei lalu, Hindia mengajak orang untuk membagikan cerita mengenai keresahannya masing-masing untuk kemudian dijadikan footage. Banyak diantara mereka yang cukup berani membagikan cerita keresahannya yang kalau dibaca pasti siapapun akan terenyuh. Di mulai dari hidup dalam keluarga broken home, keadaan yang berubah drastis saat orang tua meninggal, sampai masalah pacaran beda agama yang bingung akan dibawa kemana arah hubungannya. Dengan potongan-potongan cerita yang menghiasi video klip berdurasi 4 menit 22 detik ini, saya bisa simpulkan bahwa kita tidak perlu larut dalam kesedihan dan bertindak seolah-olah “gue adalah orang paling menderita di muka bumi ini”. Nyatanya kita tidak sendirian dalam menghadapi masalah, dan kita semua ahli dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah.

Hindia, menutup gelaran Here Comes The Sun / foto: pohan

Apa yang dilakukan oleh musisi sekelas Kunto Aji, Barasuara, ataupun Hindia adalah semacam gerakan kesadaran bahwa kesehatan mental bukanlah permasalahan sepele, melainkan sangat serius. Terlebih permasalahan kesehatan mental ini disuarakan dari para musisi yang memiliki penggemar high-rotation di industri musik. Maka akan ada kemungkinan bahwa orang-orang dengan sifat dan watak yang berbeda akan lebih peduli terhadap kesehatan mental seseorang yang berbeda satu sama lain. Musik dan kesehatan mental adalah dua kutub yang saling memiliki benang merah dan tak bisa terpisahkan.  Mental seseorang akan menjadi tenang setelah mendengarkan musik.

Pada peringatan Hari Kesehatan Mental Sedunia yang jatuh pada 10 Oktober ini, saya berharap semoga akan semakin banyak musisi di Indonesia yang peduli dengan kesehatan mental seseorang serta para pendengarnya akan makin termotivasi dengan melodi dan lirik lagunya sehingga permasalahan kesehatan mental mereka akan berangsur-angsur pulih.

_____