173

Kolaborasi 2019 Terbaik Versi Pop Hari Ini

Kolaborasi Terbaik 2019

Industri Musik 2019, salah satu hal yang menarik selain dari penyanyi-penyanyi solo yang luar biasa, album-album keren dan lagu-lagu yang menyentuh adalah kolaborasi-kolaborasi yang menganggumkan.

Sejak tahun 2018, proyek-proyek kolaborasi ini mulai bermunculan, dan di tahun 2019 ini nampaknya makin ramai saja. Beragam kolaborasi muncul, dari antar penyanyi solo, band dan penyanyi dan lain sebagainya.

Lewat tema khusus Kaleidospop, kami mengumpulkan 10 kolaborasi keren pilihan kami. Mereka datang dengan konsep yang dieksekusi dengan sempurna. Silakan simak apakah pilihan kami sama dengan pilihan kalian.

 


 

Hindia, Sal Priadi – Belum Tidur

Kami belum pernah, seumur-umur mendengar sebuah proyek kolaborasi dengan aransemen seunik ini. Suara yang dibuat panning, Hindia beryanyi di kiri, Sal di kanan. Terpisah, mereka seolah mencari lika-likunya sendiri. Unik, keren!

Baca juga:  Album yang Mengubah Hidup: Dhira Bongs

 

Mater Mos, Dipha Barus, Candra Darusman – Woosah

Mengambil sample sebuah lagu dari sang maestro, Candra Darusman, Dipha mengaduknya menjadi sebuah komposisi hip hop yang melodius yang dinarasikan dengan baik oleh Mater Mos.

Tashoora, Kuaetnika – Tatap

Kolaborasi musik rock dan elemen etnik memang selalu seru buat dinikmati. Hari-hari ini, jarang sekali kami temui kolaborasi lintas bidang yang digarap sebegitu serius ini.

 

Houseman Pranoto, Tesla Manaf – Run A1wpa2 2.0 

Sebuah paket kolaborasi drummer dan musisi elektronik-noise yang mengangkat musik ke luar atmosfer. Mendengarkannya bak menghadapi pengalaman mendengarkan musik dengan rasa cinta yang paling pol!

 

Mantra Vutura, Danilla – Biar

Baca juga:  5 Band Indonesia Paling Seram

Racikan sound dari dua artis yang sadar estetika, semacam ada lonjakan emosi di sana yang menjadikan lagu ini teramat sentimentil.

 

Andien, Dekat – Somewhere in Tajikistan

Total keren, Andien dan Dekat melekatkan hati setiap mereka di lagu ini. Hasilnya:sebuah ledakan ekspresi yang sulit dibendung.

 

Sir Dandy, Chevrina Anayang – Navigasi 

Lewat aransirnya, Sir Dandy bisa menyulap lagu gonjrengan soal pesanan ojek online ini menjadi sebuah ‘tembang kenangan’ cinta seolah Doel Sumbang bertemu Endang S Taurina di era 80-an. Luar biasa!

 

Mondo Gascaro, Rien Djamain – Dian Asmara

Tak pernah terpikirkan bahwa Mondo bisa mewujudkan sebuah duet yang apik dengan salah satu biduan jazz nomor wahid di tanah air di masa lalu.

Baca juga:  5 Lagu Indonesia Pilihan Pamungkas 

 

Sal Priadi, Nadin Amizah – Amin Paling Serius 

Biang keladi dari keindahan lagu ini ada dua: Notasi yang pol dan lirik yang elok. Ditambah aransir minimalis yang mengedepankan emosi kedua biduan.

 

Texpack, Edo Wallad – Gadog

Sebuah pendekatan ‘musikalisasi puisi-indierock’ yang pecah. Hal baru yang jarang terpikirkan di skena indierock juga penikmat puisi hari ini.

_____