Lagu Indonesia Paling “Ganggu” Tapi Nempel Di 2018

Jan 8, 2019

Di penghujung 2018 kemarin, tim redaksi Pop Hari Ini melempar survei kecil-kecilan via akun media sosial kami. Pertanyaannya adalah “apa lagu Indonesia yang tidak disuka, tapi paling nempel di 2018?”. Seperti sudah ditebak responnya seru. Beberapa malah membuat kami terpingkal-pingkal. Lalu kami mengumpulkan jawaban yang masuk dan memiliah lagu-lagu yang paling banyak pemilihnya sehingga terpilih 10 lagu. Uniknya ada beberapa lagu yang dirilis tahun 2017 dan masih berjaya di 2018. Sehingga kami juga memasukan lagu tersebut ke daftar ini.

Meskipun ‘ganggu’, tapi tetap pada kenyataannya ke 10 lagu di dalam daftar ini berhasil mendulang kesuksesan yang tidak main-main di tahun kemarin, sehingga tahun 2018 otomatis menjadi milik mereka. Berbagai genre folk, dangdut, elektronik, reggae hinga punk/ska yang masuk ke daftar lagu Indonesia paling ganggu tapi nempel di 2018 ini. Dan jadi bukti betapa kayanya genre musik Indonesia saat ini. Ada lagu “ganggu” tapi nempel yang terlewat? silahkan tambahkan di kolom komentar di bawah.

 

10. Via Vallen “Selow” 

Ayo minta lagi kupluk rajutan tiga warna Bob Marley kamu yang sempat dipinjam oleh ibu kamu sebagai ciput untuk dipakai ke pasar. Karena kupluk ini dipakai Via Vallen di video musik lagu pop/reggae/dangdut terbarunya “Selow”. Lagu ini berbicara tentang menjomblo, jodoh, sikap santai menghadapinya. Dan dengan balutan musik yang sangat-kurang-ajar-catchy-sekali ini tidak heran bila mampu diterima di telinga berbagai kelas sosial di Indonesia. Ada petugas P3K di sini? karena kata Via:

“hatiku sedang makan derita, ku butuh seseorang untuk P3K”.

 

9. Punxgoaran “Sayur Kol”

Ini lagu yang akan membuat pecinta binatang ataupun seorang dogperson naik pitam. Karena lagunya berbicara soal makan daging anjing dengan sayur kol. Menjadi viral gara-gara dinyanyikan anak kecil di mesos, lagu “Sayur Kol” dengan musik rasa punk/ska ini aslinya adalah lagu tradisional yang sangat populer di Medan. Dinyanyikan ulang oleh band punk Punxgaran asal Pematangsiantar, Sumatra Utara. Lagu ini sebenarnya menceritakan tentang jalan sore dan hujan deras, lalu makan malam. Yang mana makan daging anjing di sana adalah bagian dari tradisi mereka.

1
2
3
4
5
Penulis
Fari Etona
Pendenger musik pop dan rock, serta pecinta binatang dan pemakan buah-buahan.

Eksplor konten lain Pophariini

Pembuktian Sheila on 7 di Kisah Klasik Untuk Masa Depan

Dalam berbagai aspek, album kedua Sheila on 7, Kisah Klasik untuk Masa Depan dapat dianggap sebagai arketipe album kedua yang baik

Gavendri – Should I | GOODLIVE Sessions

Di akhir bulan Agustus lalu, Gavendri kembali melepas satu lagi nomor yang membawa warna terbaru dari perjalanan bermusiknya, peralihan dari pop ke R&B.