Lima Hal yang Menggambarkan Lukman Laksmana ‘Buluk’

656
Lukman 'Buluk' / dok. Ardhian Wisnu Pratama

Rasanya tak adil, jika melabeli Lukman Laksmana alias Buluk hanya dengan menyebutkan satu nama band dalam mengisi ‘tanda petik tunggal’ di judul artikel ini. Jadi, mari kita sebut saja Buluk, musisi yang sempat lama pergi merenungkan kehidupan, akhirnya kembali ke depan keramaian.

Salah satu momen kembalinya Buluk adalah ketika dirinya manggung bersama Superglad di Synchronize Festival 2019. Buluk juga memiliki cabang karier lain bersama Kausa, dan ia tetap menjadi bagian dari unit SKA legendaris, Waiting Room yang baru-baru ini baru saja merilis ulang album perdananya.

Di luar kegiatannya bermusik, saat panggung nyaris ditiadakan kecuali online, Buluk membuat kesibukan membuat kanal YouTube pribadi, Catatan Si Buluk (Cabul) pada bulan Juni 2020. Kanal tersebut, menurut Buluk adalah hal yang tidak terduga, karena seringnya orang-orang menyuruhnya untuk membuat kanal YouTube. 

Tentu saja, karena melihat Buluk yang mempunyai basic sebagai penyiar atau host. Setelah merasa agak mager harus mempersiapkan tim dan lainnya, Ia malah dapat sentilan dari Aduy ’Speak Up’ yang menawarkan diri untuk membuat kanal YouTube. 

“Terciptalah Catatan Si Buluk yang akhirnya boleh dibilang, gue punya channel YouTube yang akhirnya bisa, ya monetizing cepat, bisa mendapatkan pendapatan selama pandemi ini,” kata Buluk kepada Pop Hari Ini (10/9). 

Si kanal ini bukan sekadar kesibukan. Bagi Buluk menjadi keseriusan karena passion-nya memang host ataupun moderator. Tidak juga karena alasan pendapatan semata. Buluk menemukan hal-hal yang baru dari narasumbernya. 

Ia memberikan contoh kesimpulan hasil dari perbincangannya dengan Dara eks Trio Macan di Cabul.

“Tidak gampang menjadi seorang biduan dangdut. Itu luar biasa susahnya. Bahkan dari tekniknya, bahkan mulai dari cobaan dan godaannya. Banyak banget hal-hal baru yang gue dapat,” ungkapnya.

Dangdut vs Rock bareng Dara Fu Ex-Trio Macan #catatansibuluk:

 

Selain Dara, mereka yang pernah ngobrol bareng antara lain Andy ‘/rif’, Eka Annash ‘The Brandals’, Aca ‘Straight Answer’, Melanie Subono, serta yang di luar ranah musik yaitu Komeng. Begitulah kegiatan Buluk memasuki era pandemi, dan di tengah kesibukan persyutingan kanalnya, kami meminta ia untuk menggambarkan dirinya. Mari disimak:

1 Boros.

“Gue setiap dapat duit, ah nggak bisa lama. Pasti pengin beli ini, pengin beli itu.”

2. Terburu-buru.

“Setiap ada keinginan, gue pengin cepat selesai. Mau itu rekaman, mau itu pengin bikin motor, mau itu pengin punya gitar. Kalau ada keinginan tuh pengin banget cepat banget dapatnya. Dan itu ada baik dan ada buruknya juga sih. Jadi akhirnya kadang-kadang gara-gara boros, gara-gara pengin punya keinginan, nggak sabar.”

3. Obsessive-Compulsive Disorder (OCD). 

“Kerjaan gue bebersih. Nggak boleh ada cap jari di gelas, di kaca, di apapun nggak boleh. Segala macam barang-barang itu harus lurus posisinya, dan serba bersih, serba lurus. Jadi OCD dengan kategori seperti itu. Bahkan kalau ada di mobil, di kaca spion ada gantungan tasbih atau apa gitu, goyang-goyang itu gue pegangin. Kadang-kadang gue copot karena mengganggu. Bahkan di lemari gue, baju hitam-hitam, putih-putih. Semua nggak gue gabung. Pokoknya semua serba rapih.”

4. Lyrical

“Gue orang yang sangat mendengarkan lagu dari liriknya dulu baru nadanya, aneh kan? Orang mah nadanya dulu baru liriknya. Gue tuh baca liriknya dulu, kalau liriknya keren baru gue dengerin nadanya. Kalau lirik dan nadanya keren, wah itu baru joss. Kebanyakan orang biasanya nadanya dulu. Tapi gue kadang-kadang liriknya dulu. Liriknya keren, nadanya jelek, tapi liriknya keren masih OK buat gue. Karena menurut gue orang yang menulis lirik itu lebih susah daripada orang yang menulis nada. Buat gue yah. Ada yang sebaliknya.”