2374

Menghidupi Lagu Religi

Ilustrasi: Rosyad.a

Beberapa lagu religi selalu menjadi favorit saya, dari dahulu hingga kini. Mendengarkan beragam musik, berbagai cabang genre, bermacam tema lirik dan ekspresi penyampaiannya, tak juga mengurangi rasa spesial lagu-lagu religi itu.

Pelangi pelangi alangkah indahmu
Merah, kuning, hijau di langit yang biru
Pelukismu agung, siapa gerangan?
Pelangi pelangi ciptaan Tuhan

AT Mahmud di masa kecil ternyata begitu berarti bagi saya, dan terus menjadi tersendiri hingga kini. Bagaimana kita “melihat” Tuhan melalui ciptaannya, yang warna-warninya memikat mata anak-anak. Di era menjadi musisi solois, saya beberapa kali menyanyikan lagu ini, dan itu bukan pilihan tanpa pertimbangan tentunya.

Saya juga pernah menyanyikan lagu band punk, Kebunku yang paling menjadi favorit, sebuah lagu yang kemudian liriknya diganti oleh penulis lagunya sendiri hingga menjadi sangat pendek, hanya kata-kata “kita pasti mati”  yang diulang-ulang, dan membuat saya terenyuh bahkan setelah berulangkali mendengarkannya. Selera sudah tak bisa lagi direkayasa: ini pilihan saya!

Baca juga:  Bumi Jangan Marah: Memahami Bencana Lewat Musik