Menjadi Turis di Masa Lalu Bersama Vhal Rasyid

93
Vhal Rasyid. / Dok: Vhal Rasyid.

Saatnya berkenalan lebih dekat dengan Vhal Rasyid!

Jika bicara mengenai Vhal Rasyid, dirinya adalah salah satu favorit kami dalam program Irama Kotak Suara bulan Oktober lalu.

Irama Kotak Suara Pop Hari ini #12

Jika kalian tahu dengan sebuah band bernama Suar & Temaram, nah, Vhal Rasyid adalah 1/2 dari band tersebut, yang sedang mencoba untuk bersolo karir di tahun ini. Sepanjang tahun 2020 ini, dirinya sudah menelurkan dua single, yakni “Terdekap” dan “Pulang Ingatan”.

Dalam sebuah kesempatan, kami berbincang singkat dengan Vhal Rasyid. Mulai dari cerita soal Sukabumi sebagai kota asalnya, mengenai dua single yang sudah dirinya rilis, hingga soal album lokal yang mengubah hidupnya.

Simak selengkapnya di bawah ini.


Tidak banyak yang bisa dikulik dari seorang Vhal Rasyid di media sosialnya. Jadi, siapakah Vhal Rasyid sebenarnya?

Seorang musisi solo bergenre pop dari Sukabumi, dengan nama asli Rivhal al Rasyid, saya juga mempunyai sebuah band juga, Suar & Temaram.

Berangkat dari Sukabumi, seberapa besar peran kota tersebut dalam pembuatan lagu-lagumu?

Sangat berperan besar, dimana saya banyak menghabiskan waktu di kota ini, akhirnya kota ini menjadi pemandu wisata masa lalu yang baik dalam pembuatan karya-karya saya, Dengan ekosistem musik yang mulai berkembang di kota ini.

Masih bicara soal Sukabumi, lagi seru ya mas ekosistemnya dalam beberapa tahun ini?

Lagi sangat seru sih. Banyak rilisan-rilisan baru dan banyak muncul musisi baru juga, dan akhirnya kota ini memahami seberapa penting membuat sebuah karya. Membuat ekosistem musik di Sukabumi berkembang.

Mungkin agak out of topic sedikit. Tapi jika ditanya, selain adanya mas Rasyid dan Suar & Temaram, ada siapa lagi di Sukabumi yang patut untuk diawasi kedepannya?

Kayaknya Dialog Senja & Bloodline.

Bulan Februari lalu, single perdana dari mas Rasyid rilis. Boleh cerita soal “Terdekap”?

20 Februari lalu akhirnya saya berhasil mengendalikan ketakutan saya yang sebelumnya belum pernah menyanyi solo, dan merilis single berjudul “Terdekap”.

“Terdekap” sendiri sebuah lagu bertemakan cinta, karna cinta tak pernah usang dan mungkin setidaknya mengobati kerinduan yang kita miliki. Lagu ini sendiri mengisahkan tentang seseorang yang sedang diuji dalam hal percintaan, tentang jalan yang tidak sempat dilalui ketika memilih arah di pertigaan.

Mungkin, lagu ini juga yang membuat saya memahami bahwa masa depan akan selalu terlihat menyeramkan betapapun menjanjikannya masa depan. Dan kenangan akan terlihat begitu manis walaupun itu kenangan buruk.

Bicara soal ketakutan, kenapa harus takut?

Mungkin menyanyi sebagai solo adalah hal baru buat saya, dan akhirnya bisa mengatasi ketakutan itu. Dan kalau ngomong soal takut, ya saya masih banyak takut. Masih banyak pertanyaan yang terus muter di kepala saya. Tapi buat saya, ternyata lebih menakutkan kalau saya balik lagi ke masa dimana saya nggak pernah berani untuk ngelakuin apa yang saya mau, ngelakuin apa yang sebenernya saya suka. Lebih menakutkan kalau menyesal nggak pernah ngelakuin apa-apa.

Bagaimana dengan “Pulang Ingatan”?

“Pulang Ingatan” adalah single kedua saya, dimana saya ingin menjadi turis di masa lalu saya. Walaupun masa depan akan terlihat menyeramkan, beda halnya dengan kenangan yang akan menua seperti anggur meskipun seberapa buruk kenang tersebut.

Dalam single kedua ini, saya ingin membawa pendengar lagu ini untuk berwisata ke masa lampau. Jika di lagu “Terdekap” menyuguhkan lagu yang sederhana, tapi di “Pulang Ingatan” ini saya ingin rumah yang megah untuk lagu ini, untuk menggambarkan betapa masa lalu akan berangsur menjadi kemewahan yang tak lagi kita rasakan.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments