40

Monkey to Millionare dan Jimi Jazz Merilis Kaset di Cassette Store Day 2019

Kaset Monkey To Millionaire (kiri-merah) dan Jimi Jazz (hitam) memeriahkan gelaran Cassette Store Day 2019 / dok. Lagenswara

Ajang Cassette Store Day (CSD) menjadi suatu Hal yang selalu dinanti-nantikan oleh para musisi, tak terkecuali bagi Monkey to Millionare dan Jimi Jazz. Acara yang dilangsungkan di Rooftop Panhead pada 12 Oktober 2019 lalu ini menjadi ajang bagi mereka berdua untuk merilis album dalam bentuk kaset.

Pada kesempatan kali ini, Monkey to Millionare merilis album re-issue Self Titled (Monkey to Millionaire) dalam format kaset. Self Titled (Monkey to Millionaire) merupakan mini album pertama milik Monkey to Millionaire (2005/2006). “Saat beberapa kali manggung, banyak yang tanya tentang album lama. Kami sendiri kangen sama lagu-lagu lama yang pernah dibuat. Ditambah lagi, tahun ini bakal ada Cassette Store Day. Jadi kami berpikir, bagus juga kalau bisa rilis karya. Eh, ternyata semesta mendukung. Kami garap, deh!” Kata Wisnu.

kika: Wisnu & Aghan (Monkey To Millionaire)/ foto: Monkey To Millionaire

Mengerjakan album re-issue ini memang membawa nostalgia bagi Wisnu (gitar, vokal) dan Agan (bass, vokal) karena membawa ingatan tentang Monkey to Millionaire versi lengkap dengan 4 personel. Menurut Aghan, “Setelah album ini, kami sudah nggak pernah bikin album dengan formasi yang sama lagi. Kami juga senang ketika label Langen Srawa Records menyambut baik proyek re-issue album ini dan akhirnya bekerja sama untuk proses produksi rilisan fisiknya.”

Salah satu yang menarik, Monkey to Millionaire juga akan merilis video proses terbentuknya album Self-Titled dibantu oleh Jimi Multhazam yang nantinya dapat dinikmati di kanal Youtube mereka. Sebagai kejutan, band bakal mengeluarkan lagu-lagu yang tidak masuk dalam album Self-Titled saat rilis pada 2005/2006. Jadi, bersiaplah untuk mendengarkannya.

Album Self Titled (Monkey to Millionaire) dalam format kaset menjadi sesuatu yang berkesan bagi Monkey to Millionaire karena belum pernah merilis karya dalam format kaset sepanjang perjalanan bermusik. “Semoga album re-issue ini bisa diterima dengan baik oleh banyak orang. Semoga yang mendengar pun terbawa nostalgia tentang masa-masa Monkey to Millionaire pada 12–13 tahun yang lalu,” pungkas Wisnu.

Jimi Multhazam (tengah) dan unit Jimi Jazz bentukannya / dok. Jimi Multhazam.

Selain album re-issue Monkey to Millionaire, label independen asal Tangerang, Langen Srawa Records, juga merilis kaset Kebisingan Pancaroba yang Merongrong  karya Jimi Jazz. Band yang terbentuk di Jakarta yang beranggotakan Jimi Multhazam (vokal), Petir Saputra (gitar), Adit Umbara (bass), dan Koko Nugraha (drums) pada 2018 beraliran cross over thrash dan skate-core era 80-an. Sebelumnya mereka sudah merilis album Kebisingan Pancaroba Yang Merongrong” dalam format Compact Disc (CD).

Bagi Jimi Multazam, album ini menjadi mimpinya pada saat masih remaja yang akhirnya terealisasikan. “Kala itu, CD belum terlalu populer. Rasanya sulit dituliskan oleh kata-kata. Kaset adalah impian pancaroba yang belum terselesaikan,” katanya.

Proses produksi Kebisingan Pancaroba yang Merongrong terbilang cukup singkat, rekaman sudah rampung kurang dari sebulan. Jimi mengumpulkan cerita-cerita yang pernah ia alami dan sebagian besar bersinggungan dengan crossover thrash. Turut melibatkan line up rekamannya Hong! tanpa vokalis, Petir Saputra (gitar), Adit Umbara (bass), dan Koko Nugraha (drums), penggarapan album juga menjadi pengalaman unik baginya karena ia pertama kali membuat riff-riff gitar secara utuh. Jimi berencana akan lebih banyak berkarya dalam naungan nama Jimi Jazz.

Kaset Self Titled (Monkey to Millionaire) dan Kebisingan Pancaroba yang Merongrong telah dirilis pada Oktober 2019, tepat pada perhelatan CSD 2019. Pihak Langen Srawa Records merilis kedua album ini dalam jumlah terbatas dan dibanderol dengan harga Rp 60.000. Informasi distribusi penjualan dapat disimak di akun Instagram @langensrawarecords.

Baca juga:  Barasuara, Elephant Kind dan The Adams Berpesta Bersama