Rasyiqa Kembali Tuangkan Kisah Personal di Materi Baru

Jul 7, 2023

Setelah melewati tahun 2022 dengan “Get Up (Get Out!)” dan “I’ve Had Enough”, kini Rasyiqa memperkenalkan materi terbaru yang ia beri judul “2:15 (Steph’s Song)”.

Lagu dikerjakan langsung oleh Rasyiqa yang dibantu Heston Prasetyo (Vintonic) selaku produser. Ceritanya tentang kisah personal sang solois dan dinamika perasaan yang pernah ia alami di kehidupan.

“Lagu terbaru ini merefleksikan sisi diriku yang lebih rapuh dan vulnerable. Mungkin banyak orang yang mengira aku adalah pribadi yang cukup acuh berdasarkan apa yang mereka lihat atau mungkin dengarkan melalui ‘Get Up (Get Out!) dan juga ‘I’ve Had Enough’,” kata Rasyiqa dalam siaran pers.

Lanjutnya, ia menyampaikan, bahwa “2:15 (Steph’s Song)” merupakan prolog dari dua materi sebelumnya.

“Akan tetapi, percayalah kalau lagu ini sebenarnya prolog untuk mengetahui latar belakang masalah yang ada sebelum memasuki sosok Rasyiqa di dua lagu sebelum memasuki sosok Rasyiqa di dua lagu sebelum dirilisnya lagu ini,” terang Rasyiqa.

Meski sebenarnya ini berangkat dari kisah personal Rasyiqa, namun ia menyelipkan nama sahabatnya, Stephany Azali di judul lagu karena merasa punya kisah yang sama dengannya.

Selain Heston Prasetyo, Rasyiqa juga melibatkan Marco Steffiano yang mengisi drum lagu, serta Stevano dan Dimas Pradipta untuk mixing dan mastering lagu. Ia juga tengah menyiapkan album perdana yang sejauh ini masih dalam proses penggarapan yang rencana beredar di sisa tahun 2023.

 

Foto Rasyiqa oleh Stephany Azali.


 

Penulis
Raka Dewangkara
"Bergegas terburu dan tergesa, menjadi hafalan di luar kepala."
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Eksplor konten lain Pophariini

Band Pop Punk Bulukumba, Filthy Muck Beri Motivasi di Single Baru

Band pop punk asal Bulukumba, Sulawesi Selatan, Filthy Muck merilis single ke-2 tahun ini dalam tajuk “Dreams and Fantasies” hari Kamis (23/05). Di bulan Februari lalu, mereka merilis sebuah lagu kolaborasi bersama ENKO1995 berjudul …

Wawancara Arswandaru ALI: Tur Eropa dan Permintaan Global

“Kami berusaha untuk tidak ‘yang penting main aja di luar negeri’, tanpa mendiskreditkan venue mana pun di luar negeri,” ujar Arswandaru, basis ALI.