Resensi: Basboi – Adulting For Dummies

Jul 5, 2021

Tidak usah kita membahas bagaimana jalannya setengah tahun ini karena – tentu saja, keadaan masih sama buruknya seperti tahun lalu, bahkan lebih buruk. Jika ada hal baik yang terselip, itu adalah deretan album-album lokal yang sudah rilis di setengah tahun ini yang beberapa diantaranya layak untuk dibicarakan lebih lanjut. Salah satunya, album debut dari Basboi, Adulting For Dummies.

Rapper bernama asli Baskara Rizqullah ini baru saja melepas album debutnya tersebut ke khalayak pada pertengahan bulan Juni lalu, sekaligus menutup rangkaian dari nomor-nomor yang sudah lebih dahulu diperdengarkan dalam beberapa waktu ke belakang.

Tanpa perlu berbasa-basi, saya sudah menobatkan Adulting For Dummies sebagai salah satu album Indonesia favorit saya di tahun ini. Sebuah album rap yang menyenangkan, yang di tiap nomornya membawa warnanya tersendiri, tidak membosankan – yang ujungnya adalah membuat saya tetap bertahan untuk mendengarkan keseluruhan nomor tersebut secara utuh, tanpa mengunjungi tombol forward.

Mulai dari nomor pertama hingga terakhir, saya merasa seperti dibacakan dongeng seputar kehidupan perjalanan manusia dewasa dan lika-likunya oleh seorang abang-abangan urakan yang perawakannya tidak meyakinkan untuk membacakan dongeng tersebut – tapi anehnya saya tetap nyaman untuk bertahan dalam rentetan dongeng tersebut.

Bicara mengenai banyak warna yang sudah sempat saya sebutkan tadi, bagaimana Basboi dengan jeniusnya membawa nuansa-nuansa yang berbeda di tiap nomornya (dan bahkan, Basboi menyanyi di beberapa nomor).

Menurut saya, nomor pertama dan terakhir dari album ini punya peranan penting dalam membangun nuansa dari keseluruhan Adulting For Dummies. Bagaimana dibuka oleh sebuah tembang bossanova di nomor “Happy Birthday” dan ditutup oleh megahnya choir layaknya sebuah paduan suara dari sebuah gereja di Amerika Latin, yang juga menjadi kejutan dengan munculnya Kamga (Hondo) di nomor “Bismillah”. Pujian juga harus diberikan kepada sang produser yang sudah bersama Basboi sejak awal, Panji Wisnu.

 

Dari departemen lirik, sudah tidak perlu diragukan lagi kejeniusan seorang Basboi dalam merangkai liriknya. Tetap dengan trademark-nya, dwibahasa penuh kejujuran dengan penggunaan kosakata sehari-hari, terkesan janggal dan seenak hati, namun masih bisa dicerna dengan lugas.

Rentang umur saya dan Basboi rasanya tidak terlalu jauh. Dan mungkin, mungkin saja, saya juga merasakan beberapa yang Basboi rasakan selama beberapa tahun ke belakang, yang menjadi deretan cerita-cerita yang dirinya hadirkan di album debutnya ini. Benang merahnya mungkin adalah perjalanan pendewasaan yang tidak direncanakan, dan bahkan tidak pernah terbayangkan sebelumnya bahwa akan berjalan seperti saat ini. Surely, adulting sucks. Maka dari itu, mungkin saja ini menjadi alasan mengapa Adulting For Dummies mempunyai tempat di daftar putar saya belakangan ini, berdampingan dengan materi terbarunya Turnstile yang ngebut itu.


 

Penulis
Raka Dewangkara
"Bergegas terburu dan tergesa, menjadi hafalan di luar kepala."
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Eksplor konten lain Pophariini

Album Ningrat, Jamrud: Kontrasepsi dan Duka Surti

21 Tahun album Ningrat milik Jamrud , gitaris dan penulis lagu Azis M.Siagian sempat bikin geger tahun 2000 lewat “Surti-Tejo”.

Sinergi Sri Hanuraga dan UPH CoM

Adalah musisi jazz Sri Hanuraga bersama dengan UPH Conservatory Of Music yang mengambil sinar panggung kolaborasi kali ini.