Resensi: Isyana Sarasvati – LEXICON  

• Dec 10, 2019

LEXICON ditutup dengan intrumental “Terima Kasih”. Seolah menggambarkan rasa syukur atas berlalunya hal-hal berat di dalam hidupnya yang ia anggap sebagai bagian perjalanan hidup. Isyan pun memainkan tuts piano dengan penuh dinamika di lagu penutup ini dengan menarik dan tidak lupa menyisipkan nada-nada gusar yang meliuk ke sana ke mari sebelum akhirnya ditutup dengan damai dan menenangkan.

***

Secara gamblang di konfrensi pers-nya kemarin, Isyan mengungkapkan kalau LEXICON adalah kamus untuk mengenal lebih jauh dirinya. Sementara Kamus Besar Bahasa Indonesia mendeskripsikan LEXICON sebagai berikut:

Leksikon/lek·si·kon/ n Ling 1 kosakata; 2 kamus yang sederhana; 3 daftar istilah dalam suatu bidang disusun menurut abjad dan dilengkapi dengan keterangannya; 4 komponen bahasa yang memuat semua informasi tentang makna dan pemakaian kata dalam bahasa; 5 kekayaan kata yang dimiliki suatu bahasa

Dan saya tidak terkejut bila album ketiga Isyan ini memenuhi beberapa definisi KBBI tersebut. Secara kosakata, album ini memiliki perbendaharaan nada-nada menarik. Secara kamus album ini adalah sarana untuk membaca dan mengenal sosok Isyan lebih dekat. Secara susunan, lagu-lagu di album ini yang memiliki alur dan dinamika yang rapih dari pembuka yang riuh hingga penutup yang tenang dan damai.

Lalu tentang makna bahasa dan pemakaian kata, Isyan dengan cerdik memainkan penggunaan huruf kapital dan kecil serta tanda titik. Seperti lagu “untuk hati yang terluka.” dengan tidak menggunakan huruf kapital seolah lagu ini non-formal dan diperuntukan untuk siapapun, dan tanda titik, menandakan hati terluka itu harus berhenti.

Lalu lagu “ragu Semesta” dengan huruf “S” kapital, seolah menegaskan posisi agung sang Semesta. “LEXICON” yang berhuruf kapital semua menggambarkan musiknya yang tegas, keras dan bising. Dan tentang kekayaan kata, Isyan pun banyak bermain kata-kata seperti “Namun ragu semesta / Tak terlamun oleh manusia” ataupun “Kini warna yang kelam hangus / Aku tahu kamu ‘kan bertamu”dan “Sang Nirwana / Menghadirkan mata-mata / Bersiap!”

Dan kata “Bersiap!” yang diberi imbuhan tanda seru ini seolah menjadi penanda akan  LEXICON yang kontemplatif, megah, romantis, dan juga cadas. Soal cadas ini menjadi jejak penting dalam karir penyanyi muda yang jenaka dan tidak pernah takut terlihat jelek ini.

Isyan dengan berani merilis lagu opera/klasik serta berdistorsi dengan irama yang paling menghentak dalam sepanjang karir bermusiknya. Namun hentakan ini yang membuatnya melesat melambung tinggi melampaui musisi-musisi lain di kelasnya yang masih bermain di area zona nyamannya. Sehingga tidak berlebihan jika dikatakan saat ini posisi Isyan sulit disamai oleh solois manapun baik pria dan wanita, bahkan di sepanjang musik Indonesia selama 2 dekade ke belakang.

Namun bukan berarti jalan LEXICON ini mulus. Karena mungkin tidak semudah itu membawakan dan memvisualkan materi ini ke atas panggung, terutama di panggung-panggung kecil. Karena dengan musik semegah ini, harapan kita sudah berkelana ke mana-mana membayangkan visual musiknya yang sangat wah. Tapi saya yakin Isyan dan tim akan bisa menemukan solusinya ke depan.

Lalu masih relevankah Isyan memikirkan pasar dan apresiasi? Melihat respon dari para Isyanation (julukan untuk penggemar Isyana) di medsos dan akun Youtube resminya yang begitu suportif, selain berhasil mengalahkan rasa trauma dan frustasi, sesungguhnya buah manis Isyan adalah kehadiran para Isyanation. Yang kini ganti memberikan suport dan energi positif balik pada sang idolanya yang sebelumnya telah menemani mereka selama ini. Kehadiran LEXICON ini adalah bentuk tanggung jawab lebih tinggi atas nama seni dan bentuk edukasi yang menyenangkan dari sosok sang seniwati bagi fansnya.

Dengan LEXICON Isyan telah berhasil mengatasi trauma, frustasi dan ketakutan pribadinya. Uniknya LEXICON yang juga yang sepintas terdengar seperti nama obat ini tidak saja berkhasiat menyembuhkan bagaikan obat untuk dirinya, tapi juga mampu menyembuhkan siapapun yang mendengarkannya dengan hati terbuka.

 

_____

Penulis
Anto Arief
Suka membaca tentang musik, subkultur anak muda dan gemar menonton film. Pernah bermain gitar untuk Tulus nyaris sewindu, lalu bernyanyi dan bermain gitar untuk 70sOC.
1 Comment
Inline Feedbacks
View all comments
trackback

[…] artis di industri musik Indonesia melakukan apa yang Isyana Sarasvati lakukan di tahun 2019 lewat Lexicon, albumnya yang paling personal sekaligus paling mewakili segala kemampuannya sebagai penyanyi, […]

Eksplor konten lain Pophariini

SIVIA Merilis Lagu Hening dalam “Serene”

Memasuki pertengahan bulan keenam, SIVIA kembali hadir dengan single terbarunya, “Serene”. Ini merupakan single kedua menuju peluncuran mini album yang akan datang, setelah dibuka nomor pertama “Are You My Valentine?” pada Februari 2021 lalu. …

Perjalanan Panjang Basboi dalam Album Debutnya

Setelah melalui rangkaian single-single yang dilepas secara eceran di beberapa waktu ke belakang, akhirnya Basboi resmi menutup rangkaian tersebut dengan album debutnya, Adulting For Dummies. Resmi dilepas pada hari Jumat (18/06) ini, Basboi menyuguhkan …