Romantic Echoes Dan Tembang Lokal Berdurasi Panjang

1931
Sepanjang Jalan Kenangan: Mengenang Tembang Lokal Berdurasi Panjang

Sebelum membahas Romantic Echoes dengan lagu berdurasi 9 menitnya mari kembali ke tahun 2018. Kala seorang penyanyi dangdut Siti Badriah dan “…emang lagi syantik, tapi bukan sok syantik” -nya menjadi lagu yang sulit dihindari. Selalu ada ke mana pun kaki kita melangkah. Album Mantra Mantra, karya Kunto Aji yang masih menjadi primadona bahkan hingga kini, juga rilis pada tahun ini. Album ini kelak yang jadi referensi dan selalu Baskara Putra alias Hindia bawa apabila orang-orang bertanya perihal salah satu inspirasinya dalam mengerjakan album Menari Dalam Bayangan.

Bergeser ke dunia layar lebar, di tahun 2018, penikmat film Indonesia juga kebagian jatah untuk mencicipi sebuah tayangan yang menyenangkan. Bukan Pidi Baiq dan Dilan 1990 yang kita bicarakan. Meskipun hasil penyutradaraan pentolan The Panas Dalam Band ini terbilang sukses, tapi cerita asmara 90-an Dilan masih kalah necis dibanding kisah hidup Farrokh Bulsara––belakangan kita kenal sebagai Freddie Mercury.

Bohemian Rhapsody, sedari hari pertama rilisnya di 27 Oktober 2018, sudah mampu mencuri perhatian. Ada satu partikel di dalamnya yang membuat tulisan ini terbentuk. Ditunjukan seorang bos perusahaan rekaman bernama Ray Foster –yang sepertinya merujuk pada bos EMI, Roy Featherstone. Perannya adalah untuk memberikan saran agar Queen membuat musik yang bisa ‘dijual’. Foster membenci lagu “Bohemian Rhapsody” saat pertama kali mendengarnya dan menolak menjadikan lagu itu sebagai singel.

Romantic Echoes –moniker J. Alfredo punya nasib yang lebih mujur dibanding Queen. Menutup Mata Untuk Melihat Dunia, tembang ciptaannya yang berdurasi 9 menit 19 detik tidak membuat berang Balian Panjaitan sang manajernya. Dibubuhi gelak tawa, ketika ditemui langsung, J.Alfredo dan sang manager sama-sama mengingat kala lagu ini direncanakan untuk memiliki durasi sepanjang 10 menit. Angka yang cukup jarang kita temukan berperan sebagai durasi lagu. Lebih mendekati durasi untuk menyantap sepiring nasi padang, di kala kelaparan.

Romantic Echoes lebih mujur dibanding Queen. Menutup Mata Untuk Melihat Dunia, yang berdurasi 9 menit tidak membuat berang  manajernya.

Romantic Echoes sukses memberi persona bak sosok yang penyayang, perhatian, dan pendengar yang baik. Barangkali punya sifat-sifat yang kita harapkan ada dalam diri orang yang kita sayang. Menutup Mata Untuk Melihat Dunia adalah bentuk validasinya. Ia juga giat. Lagu berdurasi panjang ini ia tuntaskan dalam satu bulan. Ada banyak tujuan di balik pembuatannya. Dalam 9 menit 19 detik ini banyak yang diwakilkan. Pertama, Menutup Mata Untuk Melihat Dunia adalah rangkuman dari albumnya terdahulu, Persembahan Dari Masa Lalu. Kedua, sisi pendengar yang baik darinya yang terbukti. Materi album ini disusun lewat serbuan respon positif dari para pendengar yang menikmati albumnya.

Sembari meneguk segelas es kopi dan melayangkan tatapan yang menyala-nyala, ada ambisi enteng yang ia tenteng bersamaan dengan rilisnya lagu berdurasi panjang ini. Yaitu, gimmick. Satu kata yang tak asing kaitannya dalam segi kreatif dan promosi. Terakhir, di balik riuh rendah materi lagu yang berdurasi panjangnya tidak lazim ini, dan pertunjukan eksplorasi bermusik yang megah, 9 menit 19 detik dalam lagu ini adalah after credit atau after party dari pesta dan huru-hara yang lebih dulu berlangsung –album Persembahan Dari Masa Lalu.

Efek Rumah Kaca juga menyumbangkan trek berdurasi panjang dalam album Sinestesia

Bagi J. Alfredo atau mungkin bagi Cholil dan teman sejawatnya dalam Efek Rumah Kaca yang juga menyumbangkan trek berdurasi panjang dalam album Sinestesia, lagu berdurasi panjang adalah bentuk kebebasan. ‘Merah’, ‘Jingga’, dan ‘Kuning’ masing-masing berdurasi 11 menit 21 detik, 13 menit 29 detik, dan 12 menit 17 detik. ‘Biru’ dan ‘Putih’ juga nyaris genap 10 menit. Hanya ‘Hijau’ yang menarik tuas rem lebih cepat. Trek ini menempuh perjalanan sepanjang 7 menit 46 detik. Lebih pendek dibandingkan rekan-rekannya yang lain, tapi masih saja panjang dibanding durasi lagu pada umumnya yang berkutat di tiga, empat menit.

Walaupun awalnya tidak merencanakan untuk menetaskan karya yang berdurasi sedemikian larutnya. Vokalis Pijar ini mengaku bahwa lagu yang disebutkan Matter Mos sebagai salah satu materi terbaik selama dekade terakhir ini –yang saya kutip dari komentar Matter Mos dalam kolom komentar video musik dari lagu ini, adalah bentuk dari kepribadiannya yang banyak mau. Untuk tidak menyebutkan dirinya sebagai seorang musisi dengan beragam pemikiran yang kompleks.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments