Saksikan Awal Dunia Musik Baru bersama Goodnight Electric

4489
Goodnight Electric
Goodnight Electric baru saja merilis album terbaru, Misteria

Saat Goodnight Electric terakhir mengeluarkan album, dunia masih sangat berbeda. Ketika merilis album kedua Electroduce Yourself di tahun 2007, Susilo Bambang Yudhoyono tengah menjalankan masa jabatannya yang pertama sebagai Presiden Republik Indonesia, MySpace sedang menjadi media sosial yang paling populer terutama di kalangan musisi, dan YouTube masih berada di awal masa pertumbuhan.

Di tengah semua itu, Goodnight Electric, proyek musik elektronik yang didirikan Henry Irawan pada tahun 2004 itu, masih menikmati kejayaan sebagai salah satu pengisi acara pentas seni yang paling diminati berkat larisnya album perdana Love and Turbo Action yang dirilis di tahun 2005.

Namun seperti halnya banyak band independen Indonesia yang seangkatan seperti The Adams, Sore dan The Brandals, Goodnight Electric pun mengalami masa stagnan yang disusul dengan jeda panjang sekitar tahun 2012-2015, di mana para personelnya – Henry Irawan alias Henry Foundation sang vokalis dan pencipta lagu yang lebih sering dipanggil Batman oleh teman-temannya, serta duo pemain synthesizer dan vokalis latar Narpati “Oomleo” Awangga dan Mateus “Bondi Goodboy” Bondan – sibuk dengan kehidupan dan pekerjaan masing-masing.

Barulah di tahun 2016 Goodnight Electric mulai bergerak lagi lewat partisipasinya di Radio of Rock Tour yang diselenggarakan Oomleo bersama RURUradio, stasiun radio online di bawah naungan Ruangrupa, kolektif seniman urban di mana Batman dan Bondi pun kerap terlibat.

Respons positif yang didapat dari tur itu menggugah Goodnight Electric untuk menggelar berbagai aktivitas, seperti mengumpulkan materi lagu lama yang langka dan terlupakan ke dalam kompilasi The Electronic Renaissance, yang juga menjadi judul pameran memorabilia yang mereka adakan secara bersamaan pada tahun 2018.

Lalu pada Agustus 2019, Goodnight Electric merilis single “VCR”, materi pertama mereka yang benar-benar baru sejak kembali aktif. Selain menarik perhatian karena sudah lama tidak mengeluarkan lagu baru, ada satu lagi kejutan yang dipersembahkan Goodnight Electric melalui “VCR”: setelah dua album dan satu kompilasi double CD yang semua lagunya berbahasa Inggris, ini adalah lagu pertama Goodnight Electric di mana Henry Foundation menyanyikan lirik bahasa Indonesia.

Dua bulan kemudian “VCR” dilepas dalam format piringan hitam 7” bersama “Erotika”, single berikutnya yang juga berbahasa Indonesia. Kedua lagu ini menampilkan vokal latar oleh Priscilla Jamail dari grup indie popMonday Math Class yang kemudian menyumbang suaranya ke lagu-lagu di album Naif dan Rumahsakit. Priscilla pun mulai meramaikan panggung-panggung Goodnight Electric menjelang akhir 2019.

Di akhir 2019 pula, Goodnight Electric menjalin kerja sama dengan Believe Artist Services & Development, yang membantu mereka dalam menyusun strategi promosi dan pemasaran, di samping mendistribusikan karya-karya mereka secara digital. Itu menjelaskan kenapa Goodnight Electric menjadi jauh lebih aktif di media sosial belakangan ini, karena ini adalah bagian dari adaptasi mereka terhadap lanskap dunia musik yang benar-benar berbeda dibanding terakhir kalinya mereka seaktif ini.

Dari kerja sama dengan Believe ASD ini, lahirlah Misteria, album baru Goodnight Electric yang berisi enam rekaman baru plus “Erotika” dan “VCR” sebagai lagu bonus. Di Misteria, yang resmi dirilis pada 7 Mei lalu, Goodnight Electric diperkuat oleh dua anggota baru yang juga familier bagi yang menyimak kancah musik Jakarta dalam 15 tahun terakhir. Pada gitar ada Andi “Hans” Sabarudin, yang bisa mengadakan festival sendiri dari band-band yang pernah menjadikannya anggota atau musisi tambahan, termasuk The Upstairs, C’mon Lennon dan Pandai Besi.