3294

Saksikan Awal Dunia Musik Baru bersama Goodnight Electric

Sangat berbeda dibanding zaman dulu!

Ya, diaktifkan semua akun media sosial yang ada. Twitter ada lagi, Facebook juga. Of course Instagram. Terus terakhir mereka bilang TikTok! [Tertawa] Dia kasih tahu, “Lihat tuh Dipha Barus, Feast,” segala macam. Pokoknya artis-artis yang bikin TikTok. Cuma gue sampai sekarang belum mampu! [Tertawa] Masih belum bisa kayak Dipha Barus yang joget-joget. Tapi kalau konten lo viral, mereka akan lari ke toko digital. Gue akui berat, update media sosial.

Tapi membuahkan hasil, kan?

Membuahkan hasil, sih.

Kalau enggak ada hasilnya, buat apa juga?

[Tertawa] Butuh energi khusus, memang.

Setidaknya sedang di rumah semua, jadi ada waktu luang banyak untuk itu.

Yoi, benar.

Di album ini berbahasa Indonesia semua, seperti halnya “VCR” dan “Erotika”. Ini bisa dibilang pertama kalinya Anda mulai menulis dalam bahasa Indonesia. Apa kendalanya dan hal baru yang ditemukan dalam proses ini?

Baca juga:  Para Pahlawan Gitar yang Terabaikan dan Ditinggalkan

Kendala pertama, temanya. Lumayan susah: mau menulis tentang apa, ya? Kalau untuk menulisnya sendiri, gue masih belajar banyak. Gue mengobrol sama Jimi, dia kasih saran. Sebenarnya, lumayan seru. Kayak mengulik sesuatu yang baru, mainan baru. Gue sekarang punya aplikasi KBBI di handphone! [Tertawa] Ada Rima Kata, segala macam. Jadi tahu banyak kata bahasa Indonesia yang ajaib-ajaib! [Tertawa]

Goodnight Electric: Henry, Gondy, OmLeo. Foto: dok. Goodnight Electric

Selama ini, kenapa enggan membuat lagu berbahasa Indonesia, selain diledek jadi terdengar mirip Tipe-X?

[Tertawa] Caranya nyanyinya, sebenarnya. Tarikan vokalnya. Kalau menulis liriknya enggak terlalu. Tapi karena suara gue agak berat…makanya waktu membawakan lagunya Naif (untuk kompilasi Mesin Waktu: Teman-teman Menyanyikan Lagu Naif di tahun 2007), yang akhirnya jadi “Just B”, mestinya “Aku Rela”. Tapi tarikan vokal gue, “Kok kayak Tipe-X, Bat, kedengarannya?” [Tertawa] Soalnya suara gue berat.

Berarti sekarang sudah gampang membuat lagu berbahasa Indonesia?

Baca juga:  Kolaborasi Tahun ini: Sepatu Compass x Kelompok Penerbang Roket

Enggak gampang banget, tapi sudah terbiasa. [Tertawa] Sebenarnya gue sudah bikin untuk Frigi Frigi (proyek duo absurdnya bersama kurator Frigidanto Agung sebagai vokalis), tapi asal-asalan saja. Kalau Goodnight, ada garis-garis yang enggak boleh gue tabrak. Kalau Frigi Frigi bisa kacau banget, kan. Kalau di Goodnight, masih ada frame yang harus dijaga! [Tertawa]

Saat “VCR” keluar, itu lagu Goodnight Electric pertama yang berbahasa Indonesia. Apakah sempat khawatir atau deg-degan terhadap reaksi pendengar?

[Tertawa]Ada banget, parah. Tapi harus rilis. Ini buat tes bagaimana respon orang-orang. Tapi sebelum rilis sudah gue lempar ke Nasta; ke Randy of course, dan Randy juga sudah terbiasa dengan bahasa Indonesia; ke anak-anak Goodnight. Teman-teman dekat, lah. Ada sebagian yang, “Aneh juga, ya. Enggak masalah berbahasa Indonesia, cuma kita enggak biasa dengar suara lo dengar bahasa Indonesia.” Jadi bukan mengomentari liriknya, tapi cara gue nyanyi. Dan memang beda banget pas nyanyi lirik bahasa Inggris sama bahasa Indonesia, kayak tiba-tiba beda.

Baca juga:  Jejak Rock ‘n Roll Indonesia Dalam 2 Dekade Terakhir

Kayak kemarin Polyester Embassy juga rilis pakai bahasa Indonesia, yang “Parak”. Tiba-tiba suara Elang (Eka Permana, vokalis Polyester Embassy) juga terdengar beda, karena nyanyinya beda! [Tertawa] Itu memang aneh.

Priscilla sudah ikut bantu dari “VCR” dan “Erotika”. Kalau Vincent dan Hans, apa dasarnya mengajak mereka?

Kalau Hans memang dari awal. Sebelum “Erotika” ada satu lagu lagi yang masih demo, dan gue sempat mengajak dia untuk workshop. Cuma, karena masih belum terlalu puas, akhirnya pending. Pas “VCR” dan “Erotika” direkam, karena porsi gitarnya masih belum terlalu banyak, jadi gue enggak pakai dia. Setelah itu selesai, pas bikin “-Dopamin” gue calling lagi karena memang butuh porsi gitar banyak. Gue calling dia untuk kerjakan “-Dopamin” dan sisanya di Misteria. Itu banyak gitar banget.