Saksikan Awal Dunia Musik Baru bersama Goodnight Electric

4619

Kalau Vincent, enggak sengaja. Gara-gara pas terakhir main bareng di Tiba-tiba Suddenly Pensi, kan chaos. (Di acara yang turut menampilkan Goodnight Electric ini, Vincent bermain tiga lagu bersama Club Eighties namun berakhir dengan sebuah insiden yang kurang mengenakkan. Simak wawancara Vincent di vlog Soleh Solihun kalau mau tahu lebih lanjut.) Gue sempat menenangi dia, terus besoknya dia telepon gue: “Eh Bat, thank you sudah menenangi gue.” Ngobrol, terus ending-nya malah, “Ngeband, yuk! Gue sudah bosan banget!” Mungkin dari kefrustrasian dia, dia ingin bikin sesuatu. “Boleh banget, ayo kita bikin. Cuma, gue lagi garap album Goodnight. Gue garap Goodnight dulu, kali ya?” “Ya sudah, boleh. Habis Goodnight, deh.”

 

Akhirnya gue harus proses produksi Goodnight, terus gue pamit. Anjing, ternyata gue butuh bas juga! Gue calling dia: “Eh, apa lo isi bas dulu saja buat Goodnight? Kalau mau, rekaman kita.” Dia semangat banget: “Ayo, boleh, boleh!” Dia ke studio, rekam. Ternyata enggak cuma satu lagu, beberapa lagu: “Ya sudah, sikat!” Ternyata dia semangat dan senang juga. Kayaknya dia butuh challenge baru. Gue sempat mengontrak lama di Cipete. Dia senang banget, makanya main melulu ke sana. Enggak ada rekaman pun dia main.

Itu mengontrak untuk mengerjakan lagu-lagu ini? Biar lebih fokus?

Iya, benar banget. Gue butuh keluar dari comfort zone, dari studio gue yang sekarang ini. Ternyata berhasil; pas keluar, banyak banget bikin lagu, menulis, segala macam. Tadinya mau sampai kelar, tapi tiba-tiba ada karantina dan langsung keluar dari sana. Daripada gue bayar kontrakan tapi gue enggak ke sana, mending gue cut dan gue bawa barang-barang. Akhirnya cuma empat bulan. Mestinya sampai Desember, atau sampai selesai.

Benar-benar tinggal di sana atau pulang pergi?

Pulang pergi kayak ke kantor.

Memang butuh kedisiplinan atau rutinitas?

Ya, gue butuh ada konflik-konflik kayak tiba-tiba lapar, enggak ada makanan. Perjalanan dari rumah ke sana naik Vespa, kehujanan, macam-macam. Gue perlu hal-hal kayak begitu, karena kalau di sini enggak pernah keluar kecuali kalau nge-DJ, dan itu baru malam.

Berarti semua lagu di album ini ada Vincent dan Hans?

Ya, dan Priscilla di satu lagu.

Ini juga sebenarnya lucu. Rencananya menyebutnya mini-album, tapi pas gue upload di backend-nya Believe, ternyata kalau delapan lagu itu masuknya LP. Gue baca-baca lagi kalau standarnya EP bukan dari track-nya, tapi dari menitnya. Jadi kalau semua track-nya di bawah 30 menit, itu EP. Tapi kalau di atas 30 sampai 40, itu sudah LP. Cuma di era digital, pas didaftar ternyata ditulis kalau single itu 1-2, terus EP masuknya 1-6 lagu, terus di atas enam jadinya LP. Jadi nanti pas masuk di toko-toko digital, dia bakal jadi album! [Tertawa]

Padahal sebenarnya kalau “VCR” dan “Erotika” tidak dimasukkan, tak apa juga dan jadinya enam lagu.

Ya, memang. Tapi gue sebenarnya ingin rilis fisik, dan gue sudah berencana memasukkan “ErotIka” dan “VCR”. Karena “Erotika” dan “VCR” belum punya rekam jejak CD, baru vinil saja. Jadi memang sudah rencana gue dari awal itu buat jadi bonus track. Makanya pas di digital, gue tulisnya bonus track.

Istilah bonus track itu kenapa? Karena merasa dua lagu itu adalah hal yang berbeda dari Misteria?

1 Comment
Inline Feedbacks
View all comments
trackback

[…] Setelah dikenal sebagai personel Monday Math Class, Priscilla Jamail tahun ini mengagetkan jagat ‘perskenaan’ dengan muncul kembali bersama Goodnight Electric. […]