59

‘Tarian Penghancur Raya’, Kritik .Feast atas Kerusakan Lingkungan

Feast kritik pedas atas kerusakan Lingkungan lewat 'Tarian Penghancur Raya' / dok. .Feast

Setelah beberapa bulan lalu meluncurkan “Dalam Hitungan” yang membahas hubungan manusia dengan teknologi dan rumus-rumus yang mengatur masyarakat, kali ini .Feast kembali meluncurkan singel terbarunya, “Tarian Penghancur Raya”. Ini sekaligus sebagai petunjuk album terbaru mereka yang membahas hubungan antara manusia dengan alam, budaya, dan segala sesuatu yang dilahirkan oleh pertiwi jauh sebelum masyarakat menapaki bumi.

“Berkaca ke banyaknya berita-berita tidak mengenakkan perihal kerusakan lingkungan dan ancaman kelangsungan untuk berbagai warisan budaya Indonesia belakangan ini, rasanya ‘Tarian Penghancur Raya’ menjadi sebuah lagu yang relevan untuk dirilis sekarang. Ini kami tulis bukan hanya sebagai sebuah kritik terhadap keadaan secara umum, namun juga kepada diri kami sendiri,” ucap Baskara Putra. “Kita berlomba-lomba merusak seluruhnya yang asli dan asri, entah demi apa,” tambahnya.

Baca juga:  Album Kompilasi 100 Musisi Mengawal Pembatalan RUU Permusikan

“Tarian Penghancur Raya” dibuka lewat suara gamelan di intro, Feast seolah mengajak pendengarnya menari merespon keadaan lingkungan belakangan ini. Grup musik yang terdiri dari Baskara, Awan, Adnan, Dicky, dan Ryo Bodat ini terdengar mengeksplorasi suara tetabuhan dalam lagu ini. Namun ciri khas Feast seperti sound gitar bluesy masih terdengar. Departemen bass yang kali ini dieksplorasi dengan menggunakan sub bass namun progresinya masih terdengar familiar. Begitu juga dengan vokal Baskara yang lugas menyanyikan lirik-lirik sarat kritik isu sosial.

Artwork Tarian Penghancur Raya dari .Feast yang digarap Mikael Aldo / dok. .Feast

Aransemen dan komposisi lagu “Tarian Penghancur Raya” yang sudah tersedia di berbagai layanan musik digital seperti Apple Music, iTunes, Spotify, dan Joox digarap bersama oleh .Feast dan diproduseri oleh Wisnu Ikhsantama Wicaksana dan Baskara Putra. Direkam dan di-mixing di studio Soundpole milik Wisnu Ikhsantama Wicaksana dan beberapa part gitar direkam dan dimainkan oleh Rayhan Noor. Sedangkan mastering-nya dikerjakan Marcel James. Artwork dikerjakan oleh Mikael Aldo dari Sun Eater Studio. Lirik video sudah tersedia di channel Youtube milik Sun Eater.

Baca juga:  Tak Ada yang Hilang Menjadi EP AYA Anjani Untuk Menutup Tahun

“Tarian Penghancur Raya”, sepertinya kita selangkah lebih dekat dengan album penuh terbaru .Feast, tunggu tanggal mainnya.